Sirnoboyo Bersholawat: Merajut Ukhuwah dan Menyemarakkan Bulan Muharram 1447 H
PRABANGKARANEWS, Pacitan — Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram 1447 H dan mempererat tali ukhuwah Islamiyah, masyarakat Desa Sirnoboyo menggelar acara Sirnoboyo Bersholawat pada Jumat malam, 11 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Sirnoboyo. Acara ini dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri ratusan jamaah dari 4 dusun di wilayah Desa Sirnoboyo dan warga sekitar.
Kegiatan penuh berkah ini menghadirkan dua tokoh penting, yakni Drs. KH. Abdullah Sadjad, M.Si, selaku Ketua Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah Kabupaten Pacitan, dan KH. Mahmud, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Pacitan.
Dengan lantunan sholawat yang menggema di balai desa, suasana penuh khidmat dan spiritualitas menyelimuti malam tersebut. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, acara ini juga menjadi momentum silaturahmi serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Sirnoboyo Bersholawat adalah ruang bersama untuk membangun harmoni dan spiritualitas masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi sumber keberkahan bagi desa kita,” ujar ketua penyelenggara.
Drs. KH. Abdullah Sadjad, M.Si, memimpin Istighosah dan doa yang diikuti oleh ratusan jamaah yang ada di Balai Desa. Acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan umat.
Bulan Muharam bagi warga Desa Sirnoboyo bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriyah. Ia menyimpan makna mendalam — harapan akan hilangnya segala marabahaya, serta datangnya kebahagiaan dan kesejahteraan di tahun yang baru.
KH. Mahmud, M.Pd, menyoroti pentingnya menjaga hati dari penyakit iri, dengki, riya dan sombong. Selain itu juga memberikan penyerahan bahwa bulan Muharam selalu dinantikan, menjadi momen refleksi dan doa bersama.
Bulan Muharram, khususnya tanggal 10 Muharram atau dikenal sebagai hari Asyura, memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam. Selain peristiwa penyelamatan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun, serta terbunuhnya cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali, pada tragedi Karbala, terdapat juga peristiwa lain seperti diterimanya taubat Nabi Adam, selamatnya Nabi Nuh dari banjir bandang, selamatnya Nabi Ibrahim dari api Raja Namrud, dan dibebaskannya Nabi Yusuf dari penjara.
Sebuah tradisi spiritual yang terus hidup, mengakar dalam budaya dan keyakinan masyarakat Sirnoboyo, sebagai bentuk syukur atas limpahan nikmat, sekaligus ikhtiar batin untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
