Segera Terbit ! ENSIKLOPEDIA SITUS PACITAN: KOTA MISTERI (Lanjutan 3)
ENSIKLOPEDIA SITUS PACITAN: KOTA MISTERI (Lanjutan 3) ✨
Karya: Dr. Agoes Hendriyanto, S.P., M.Pd & Amat Taufan, S.Sos.
Penyunting: Muhammad Rafid Musyaffa’, S.T.
Penelusuran Situs: Deni Ansriana
🌊 Pacitan: Kota Misteri, Kota Penuh Makna 🌄
Buku ini hadir sebagai kelanjutan dari seri sebelumnya, dengan sajian lebih kaya tentang Objek Pemajuan Kebudayaan, mulai dari pengetahuan tradisional, teknologi lokal, adat istiadat, ritus, tradisi lisan, hingga cagar budaya yang menjadi identitas Pacitan.
📖 Dalam 160 halaman, pembaca akan diajak menyelami:
✔️ Jejak sejarah dan budaya Pacitan.
✔️ Kekayaan tradisi serta kearifan lokal.
✔️ Keindahan alam: pantai, gua, perbukitan, dan samudra.
✔️ Filosofi mendalam “Sasmito Langit” – bahwa setiap fenomena alam adalah tanda spiritual yang menuntun manusia mendekat pada Sang Pencipta.
💡 Mengapa Harus Membaca Buku Ini?
-
Memperkaya wawasan tentang Pacitan sebagai “Kota Misteri”.
-
Menjadi referensi berharga bagi akademisi, pelajar, peneliti, hingga pecinta budaya dan sejarah.
-
Menggugah kesadaran spiritual bahwa Pacitan bukan sekadar wilayah, melainkan kitab terbuka penuh makna dan pelajaran hidup.
📏 Spesifikasi Buku
-
Ukuran: A5
-
Tebal: 160 halaman
- Penerbit: CV. Nata Karya
📌 Segera dapatkan buku ini!
Lengkapi koleksi literasi Anda dengan “Ensiklopedia Situs Pacitan: Kota Misteri (Lanjutan 3)” dan mari bersama menjaga, memahami, serta merayakan kekayaan budaya Pacitan.
🔖 Pacitan bukan sekadar tempat, melainkan jejak, doa, dan misteri yang hidup dalam budaya dan alamnya.
Objek-objek yang diulas dalam buku ini mencakup pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, adat istiadat, ritus, tradisi lisan, serta cagar budaya. Selain itu, buku ini memuat uraian singkat mengenai keindahan alam Pacitan, kondisi geografis, keragaman budaya, dan sejarah daerah tersebut.
Salah satu kata kunci penting dalam buku ini adalah “Sasmito Langit”, yang mengajarkan bahwa setiap desir angin di tepi Samudra Selatan Pulau Jawa, gemerisik dedaunan di perbukitan, hingga kesunyian gua-gua purba adalah isyarat batin yang menuntun manusia menuju-Nya. Pacitan, dengan kekayaan alam dan budayanya, ibarat kitab terbuka yang ayat-ayatnya terukir pada batu karang, debur ombak, serta langkah-langkah para penjaga warisan leluhur.
Perjalanan di bumi Pacitan sejatinya adalah perjalanan menuju langit kesadaran menapaki tanda demi tanda hingga sampai pada satu kesaksian, bahwa segala yang indah dan abadi hanyalah milik Allah semata.
