Sketsa Budaya Lokal Pacitan dalam Goresan Resmi Diluncurkan, Angkat Ragam Warisan Daerah

Sketsa Budaya Lokal Pacitan dalam Goresan Resmi Diluncurkan, Angkat Ragam Warisan Daerah
Amat Taufan, S.Sos., Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan
SHARE

PRABANGKARANEWS, PACITAN – Buku Sketsa Budaya Lokal Pacitan dalam Goresan resmi diluncurkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Rabu (13/8/2025), di halaman kantor dinas setempat. Acara ini dihadiri Asisten 3 Pemkab Pacitan, perwakilan UPT Dinas Provinsi, pendamping buku, para penulis terpilih, pendidik, serta siswa-siswi SMP dan SMA/SMK.

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Amat Taufan  menjelaskan,  buku ini merupakan hasil Bimbingan Teknis Kepenulisan Konten Budaya Lokal yang dilaksanakan 21–23 Februari 2025 di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan, dengan pembimbing penulisan Sri Pamungkas, Agoes Hendriyanto, dan Purwoto.

“Sebanyak 70 peserta dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus Nonfisik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menghasilkan 28 esai terpilih yang kemudian dibukukan,” jelas Taufan.

Baca Juga  Aplikasi SINAR Diluncurkan, Masyarakat Mudah Bikin SIM
Dr. Agoes Hendriyanto (Budayawan/Akademisi STKIP PGRI Pacitan)

Agoes Hendriyanto mewakili tim pendamping buku  memberikan apresiasi dari kerja keras tim Perpustakaan dan Kearsipab Daerah Pacitan teleh  melaksanakan kegiatan yang didanai oleh Perpusnas RI.  Kreatifitas tim bisa mendapatkan dana DAK pusat yang tidak semua daerah mendapatkan.  Semoga tahun depan bisa mendapatkan DAK pusat tahun 2026, Amiin YRA.

Buku Sketsa Budaya Lokal  dari 70 peserta Bimtek  yang dibagi mnjadi 3 pendamping yang sangat  luar biasa; Agoes; Sri Pamungkas, dan Purwoto menampilkan beragam objek pemajuan kebudayaan Pacitan, mulai dari kesenian tradisional seperti Langen Tayub, Tari Keling, Ronthek, dan Jaranan Plog; makanan khas seperti Sayur Kalakan; olahraga tradisional Brojo Geni; hingga adat istiadat Tetaken, Megengan, Ingkungan, Kuningan Sapi, gotong royong, Ceprotan, Prepegan, Eret, dan Mantu Kucing. Ritus keagamaan dan sosial seperti upacara kematian, Celupan pengantin, Brokohan, ritual tujuh bulanan, Gugur Gunung, dan Plairan juga terdokumentasikan.

Baca Juga  Dokter Reisa Sarankan Ganti Masker Setelah Empat Jam Pemakaian

Pendamping selama 7 bulan mendampingi peserta  sehingga hari ini bisa terwujud buku karya pendidik, mahasiswa, tokoh masyarakat Pacitan.  Selain itu, buku ini merekam tradisi lisan seperti kisah Kampung Pecinan, legenda Ki Ageng Buwono Keling, sejarah masuknya agama Kristen, dan misteri Gua Kalak, serta pengetahuan tradisional “Manunggaling Kawula lan Gusti” yang sarat nilai spiritual.

“Pameran dan peluncuran buku ini bukan hanya suguhan estetis, tetapi juga bentuk dokumentasi budaya yang memperkaya pengetahuan publik. Kami ingin mengajak generasi muda mencintai dan memahami budaya Pacitan, agar warisan ini tetap hidup di masa depan,” ujar salah satu  penulis buku Sketsa budaya Pacitan.

“Dengan sentuhan kreativitas para perupa dan penulis, Sketsa Budaya Lokal Pacitan dalam Goresan menjadi pengingat bahwa budaya adalah identitas yang wajib dijaga dan diwariskan lintas generasi,” tutup Agoes.

Baca Juga  Jimly Asshiddiqie: Hakim MK yang Sudah Diperiksa Berpotensi Melanggar Kode Etik Terkaiat Pembiaran