Jerry Massie: Kerusuhan Dipicu Kebijakan Pemerintah, Bukan Campur Tangan Asing

Jerry Massie: Kerusuhan Dipicu Kebijakan Pemerintah, Bukan Campur Tangan Asing
Direktur eksekutif P3S, Jerry Massie, PhD
SHARE

PRABANGKARANEWS – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menanggapi pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropiyono yang menyebut adanya campur tangan asing dalam kerusuhan di Indonesia. Menurut Jerry, pernyataan tersebut tidak rasional. Ia menilai anggapan itu hanya bentuk playing victim yang berpotensi menjatuhkan Presiden Prabowo. “Ini saya sebut dengan istilah baru: black and dark policy atau policy underground,” ujar Jerry dalam keterangannya, Senin (1/9/2025).

Jerry menilai kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir lebih disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat. Ia mencontohkan isu kenaikan pajak 12 persen oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memicu kemarahan publik. Selain itu, ide pencaplokan lahan nganggur yang digagas oleh Nusron Wahid juga turut menambah kegelisahan masyarakat. “Baru gas melon 3 kilogram langka, ini bagian kebijakan tolol Bahlil. Belum lagi pemblokiran jutaan rekening oleh PPATK,” tambahnya.

Baca Juga  Sinergitas Prajurit Brigif 26/Gurana Piarawaimo Pengamanan Malam Natal di Bintuni

Lebih jauh, Jerry menyebut sejumlah korban jiwa jatuh akibat demonstrasi. Ia merinci satu orang tewas di Yogyakarta, tiga orang di Makassar, dua orang di Solo, serta kasus tragis di mana tujuh anggota Brimob menabrak pengendara ojek online hingga meninggal dunia. Situasi ini, menurut Jerry, semakin memperkuat persepsi bahwa rakyat marah pada pemerintahan. Bahkan, sejumlah tokoh seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menilai ada aroma upaya kudeta.

Dalam pengamatannya, Jerry juga menyinggung simbol-simbol dan kelompok tertentu yang muncul dalam demonstrasi. Ia menilai kehadiran bendera One Piece serta sejumlah relawan Jokowi dalam aksi massa menjadi indikasi adanya kepentingan politik tertentu. Jerry juga menyinggung isu keterlibatan partai, mafia BBM, hingga rumor kudeta terhadap Prabowo yang dikaitkan dengan Gibran dan Kaesang.

Baca Juga  Maskapai Terbaik Dunia 2025: Korean Air Duduki Peringkat Teratas, Garuda Indonesia Masuk 25 Besar

Lebih lanjut, Jerry menyoroti berbagai kebijakan yang menurutnya merugikan daerah. Ia mencontohkan pencaplokan empat pulau milik Aceh yang kemudian dialihkan ke Sumatera Utara dengan persetujuan Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Bobby Nasution. Selain itu, ia menyinggung polemik pengelolaan wilayah Raja Ampat di Papua Barat yang menyeret nama Bahlil dalam dugaan tambang ilegal.

Jerry menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa sumber kemarahan rakyat adalah orang-orang kepercayaan Presiden Jokowi yang kini masih berada di lingkaran pemerintahan. “Jadi yang bikin rakyat marah adalah semua orang-orang titipan Jokowi: Tito Karnavian, Sri Mulyani, Bahlil Lahadalia, Nusron Wahid, dan Budi Arie,” pungkasnya.