Penelitian Terbaru: Mumi Tertua di Dunia Berasal dari Tiongkok dan Asia Tenggara 10.000–12.000 Tahun Lalu

Penelitian Terbaru: Mumi Tertua di Dunia Berasal dari Tiongkok dan Asia Tenggara 10.000–12.000 Tahun Lalu
SHARE

PRABANGKARANEWS –  Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PNAS mengungkapkan bahwa mumi tertua di dunia berasal dari Tiongkok dan Asia Tenggara sekitar 10.000–12.000 tahun yang lalu, mendahului praktik mumifikasi terkenal di Mesir dan Chili ribuan tahun lebih awal.

Menurut peneliti senior Hsiao-chun Hung dari Australian National University, mumi kuno yang diawetkan dengan cara pengasapan ini ditemukan melalui analisis puluhan situs pemakaman di Tiongkok, Filipina, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia, di mana kerangka-kerangka ditemukan dalam posisi “hiperfleksi” yang sangat terikat, dilansir dari Seasianews Sabtu (20/9/25).

Proses mumifikasi dilakukan dengan mengasapi jenazah di atas api bersuhu rendah dalam waktu lama. Hal ini dikonfirmasi melalui teknik difraksi sinar-X dan spektroskopi inframerah yang menunjukkan adanya tanda pemanasan ringan serta jejak jelaga pada tulang, bukan bekas pembakaran total.

Baca Juga  Prabowo Subianto Bersumpah Mengabdi Hingga Titik Darah Penghabisan untuk Kesejahteraan Indonesia

Praktik kuno mumifikasi dengan cara pengasapan ini masih bertahan hingga kini di kalangan komunitas adat seperti suku Dani dan Pumo di Papua, Indonesia, yang masih melestarikan leluhur mereka dengan mengikat erat tubuh dan mengasapinya hingga berwarna hitam arang.

Penemuan ini mendukung teori “dua lapis migrasi” yang diajukan oleh antropolog biologis Ivy Hui-Yuan Yeh dari Nanyang Technological University. Teori ini menyatakan bahwa tradisi mumi asap telah dibangun oleh populasi pemburu-pengumpul yang tiba di Asia Tenggara sekitar 65.000 tahun lalu, berbeda dengan para petani Neolitik yang datang kemudia