Satu Perunggu dari Putri KW, PBSI Fokus Evaluasi dan Pembinaan Atlet Muda di Kejuaraan Dunia 2025
PRABANGKARANEWS, PBSI – Tim bulutangkis Indonesia menutup kiprahnya di Kejuaraan Dunia 2025 dengan raihan satu medali perunggu melalui tunggal putri, Putri Kusuma Wardani. Perjalanan Putri harus terhenti di babak semifinal setelah kalah dari Akane Yamaguchi lewat duel tiga gim.
Capaian tersebut memang belum sesuai dengan target PP PBSI yang membidik satu emas dari lima sektor, namun perkembangan positif terlihat dari para pemain muda yang menjalani debut di ajang ini.
Nama-nama seperti Alwi Farhan serta pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menunjukkan potensi besar meski masih membutuhkan pengalaman bertanding lebih banyak. Menurut Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, kualitas permainan mereka cukup menjanjikan dan mampu memberi perlawanan ketat kepada pemain papan atas dunia, dilansir dari PBSI.id, Senin (1/9/25).
Eng Hian juga menilai Putri KW semakin matang dengan pola permainannya. Meski kalah dari Yamaguchi, ia dianggap telah memasuki fase percaya diri dan siap untuk terus mengasah strategi, teknik, serta ketahanan fisiknya.
Sementara itu, performa para pemain senior seperti Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan pasangan Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando dinilai belum menunjukkan performa terbaik. Evaluasi khusus akan dilakukan, terutama untuk sektor ganda putra.
Setelah Kejuaraan Dunia, tim Indonesia akan kembali bersiap menghadapi rangkaian turnamen Asia, yaitu Hong Kong Open (9–14 September), China Masters (16–21 September), dan Korea Open (23–28 September).
