Batik Kethek Ogleng: Dinamika Budaya yang Berbicara Lewat Kain

Batik Kethek Ogleng: Dinamika Budaya yang Berbicara Lewat Kain
Batik Kethek Ogleng di Launching 4 November 2021, Design: Prabowo
SHARE

Oleh: Dr. Agoes Hendriyanto

Setiap helaian batik adalah cerita. Di balik guratan lilin dan sapuan warna, tersembunyi filosofi yang diwariskan turun-temurun. Begitu pula dengan batik Kethek Ogleng, motif yang tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan energi budaya yang kuat—perpaduan antara gerak tari, kekuatan simbolik, dan identitas lokal yang menolak dilupakan.

Kethek Ogleng adalah sebuah tarian tradisional dari Jawa Timur, yang menggambarkan seekor kera (kethek) yang lincah, jenaka, dan penuh semangat. Tarian ini biasanya dimainkan oleh satu penari dengan gerakan akrobatik dan dinamis, sering kali menghibur sekaligus memukau penonton.

Motif ini kemudian diadaptasi dalam batik—mengabadikan sosok sang kera dalam formasi yang bergerak di antara api menyala, motif flora, dan wayang. Dalam batik tersebut, tidak hanya terlihat unsur estetika, tetapi juga kisah: tentang perjuangan, kelincahan, dan semangat tak gentar.

Baca Juga  Izha Nur Riztiyanti  Siswi SD Negeri Kemuning 4 Juara Pertama Pildacil Tingkat SD/MI/Sederajat se Kabupaten Pacitan

Dalam batik Kethek Ogleng, nyala api digambarkan menjulang, mengapit tokoh-tokoh wayang dan kera penari. Api di sini bukan simbol kehancuran, melainkan representasi dari semangat membara, roh perjuangan, dan api budaya yang terus menyala di tengah arus globalisasi.

Warna merah dan kuning berpadu dengan latar hitam yang elegan, menciptakan nuansa dramatis namun berkelas. Ini adalah batik yang “berbicara lantang” tanpa perlu suara.

Kehadiran tokoh wayang di batik ini memperkuat dimensi filosofisnya. Wayang tidak hanya tokoh cerita, tetapi juga lambang kebijaksanaan, keadilan, dan kearifan lokal. Kombinasi Kethek Ogleng dan wayang menjadikan batik ini sebagai media naratif, yang merangkum pertunjukan dalam bentuk tekstil.

Baca Juga  Keyakinan Bangkitnya Industri Manufaktur Pascavaksinasi

Batik Kethek Ogleng bukan hanya pakaian. Ia adalah pernyataan. Sebuah bentuk resistensi budaya, yang membuktikan bahwa nilai-nilai lokal masih relevan dikenakan, dilestarikan, dan dibanggakan.

Di Hari Batik Nasional ini, mari kita tidak sekadar memakai batik, tetapi memaknai. Karena setiap motif, termasuk Kethek Ogleng, adalah jejak sejarah, kearifan lokal, dan semangat yang tak pernah padam.

Batik bukan hanya tentang apa yang kita pakai, tetapi siapa diri kita sebagai bangsa.

#HariBatikNasional

#KethekOgleng

#BatikIndonesia

#WarisanBudaya

#BanggaBerkain