Indonesia Hadapi Ancaman Gempa Megathrust, Ahli Peringatkan Risiko Besar
PRABANGKARANEWS – Indonesia saat ini menghadapi risiko mengkhawatirkan dari gempa megathrust, sebagaimana ditegaskan para ahli seismologi yang menyoroti kerentanan tinggi bangsa ini terhadap aktivitas seismik dahsyat.
Dr. Fauzan dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa ada dua zona yang sangat berbahaya, yaitu Megathrust Mentawai di lepas pantai Sumatera Barat dan Megathrust Selat Sunda, keduanya berpotensi memicu gempa besar yang diikuti tsunami dahsyat.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan hasil penelitian ilmiah, zona-zona ini berpotensi menghasilkan gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 8,5 yang dapat memberikan dampak serius pada masyarakat pesisir, dilansir dari Seasianews Kamis (2/10/25).
Catatan sejarah menunjukkan bahwa gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, yang merenggut lebih dari 230.000 jiwa, juga dipicu oleh peristiwa megathrust. Hal ini semakin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek serta pimpinan daerah, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy dan Wagub Vasko, menyerukan langkah mitigasi bencana yang lebih kuat, khususnya di wilayah pesisir yang paling rentan terhadap risiko seismik.
Peringatan ini menegaskan perlunya peningkatan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta program edukasi masyarakat, agar penduduk memahami cara merespons ketika gempa atau tsunami terjadi.
Pemerintah menekankan bahwa mengurangi kerentanan memerlukan ketangguhan infrastruktur dan kesadaran publik, yang didukung kerja sama antara lembaga lokal, peneliti, dan mitra internasional.
Sebagai negara peringkat kedua paling rawan bencana di dunia, kesiapsiagaan menghadapi gempa dan tsunami bukan sekadar pilihan, melainkan menjadi prioritas nasional. Dengan adanya 12 segmen megathrust aktif di seluruh nusantara, para ahli terus menegaskan bahwa kesiapan hari ini dapat menyelamatkan banyak nyawa di masa depan.
