Di Balik Kemeriahan Festival Film Horor, Pacitan Raih Pengakuan Filosofis Budaya
PRABANGKARANEWS, PACITAN – Di balik kemeriahan Festival Film Horor (FFH) 2025, tersimpan capaian yang jauh lebih dalam dari sekadar perayaan sinema. Festival ini menghadirkan nilai filosofis dan kultural yang menempatkan Pacitan pada posisi unik dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, yang juga dikenal sebagai penulis buku Pacitan Kota Misteri (Jilid 1-4) serta pakar literasi budaya, menyampaikan pandangannya saat menghadiri pembukaan FFH 2025 di Pantai Pancer Door, Jumat (12/12/2025). Menurutnya, Festival Film Horor merupakan bentuk habitualisasi kesadaran generasi muda terhadap keberadaan dimensi kehidupan lain di luar realitas fisik yang mereka jalani sehari-hari.
“Festival ini adalah pengakuan kultural bahwa kehidupan tidak semata-mata berdimensi material, tetapi juga spiritual dan simbolik,” ungkapnya.
Ia menilai, genre horor yang diangkat dalam FFH 2025 sangat relevan dengan lanskap budaya Pacitan yang sarat mitos dan cerita rakyat, termasuk legenda Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan, serta berbagai kisah misteri yang telah hidup lama dalam memori kolektif masyarakat Pacitan.
Lebih jauh, Amat Taufan menegaskan bahwa FFH 2025 bukan sekadar agenda hiburan, melainkan sebuah pengakuan dunia terhadap eksistensi Pacitan sebagai kota budaya yang memiliki atmosfer seni, tradisi, dan narasi lokal yang kuat. Melalui festival ini, Pacitan yang selama ini jarang terdengar di panggung global, mulai menemukan momentumnya sebagai barometer kehidupan seni dan kreativitas insan perfilman.
“Pacitan hadir bukan hanya sebagai lokasi, tetapi sebagai ruang hidup yang kaya makna dan nilai,” tambahnya.
Ia pun berharap, kehadiran FFH 2025 menjadi jalan berkah bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Mugio Gusti Allah SWT paring berkahipun dhateng sedaya upaya kita, menuju Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia.
