Geolog Indonesia Klaim Atlantis Berasal dari Sundaland, Pakar Arkeologi Minta Kajian Lebih Mendalam
PRABANGKARANEWS, SEJARAH – Geolog Indonesia Danny Hilman dari Institut Teknologi Bandung menyampaikan bahwa benua hilang legendaris Atlantis kemungkinan berada di wilayah Indonesia purba, tepatnya di kawasan Sundaland yang mencakup Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, dilansir dari Seasianews Selasa (2/12/25).
Menurut Hilman, ciri-ciri Indonesia—mulai dari iklim tropis, kekayaan sumber daya alam, hingga riwayat banjir besar sekitar 11.600 tahun lalu—sangat sesuai dengan deskripsi yang ditulis Plato dalam dialog Timaeus dan Critias. Karena itu, ia menilai hanya Indonesia yang memenuhi gambaran Atlantis secara menyeluruh.
Pendapat tersebut dituangkan dalam bukunya berjudul Penemuan Atlantis Nusantara, yang menjelaskan bahwa Sundaland pada masa lalu merupakan sebuah semenanjung luas yang terhubung dengan daratan Asia, sebelum sebagian besar wilayahnya tenggelam ribuan tahun silam.
Namun, klaim Hilman mendapat tanggapan kritis dari arkeolog Daud Aris Tanudirjo dari Universitas Gadjah Mada. Ia menilai teori tersebut belum cukup kuat, karena hanya mengandalkan penafsiran naskah kuno dan didasarkan pada terjemahan bahasa Inggris, bukan teks asli berbahasa Yunani yang ditulis Plato.
Pernyataan Hilman memicu perdebatan di kalangan ilmuwan Indonesia. Sebagian pakar menolak teorinya karena dianggap belum didukung bukti arkeologis memadai, sementara yang lain mencatat bahwa ide serupa sebelumnya juga pernah disampaikan oleh peneliti luar negeri seperti Stephen Oppenheimer dan Arysio Santos, yang mengaitkan Asia Tenggara dengan peradaban maju pada masa prasejarah.
