“Thethek Melek”, Karya Seni Bupati Pacitan yang Menyatu dengan Sawah dan Warga
PRABANGKARANEWS, Pacitan — Sawah bukan sekadar ruang produksi pangan. Di tangan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, hamparan persawahan justru menjelma menjadi panggung seni yang hidup. Melalui karya seni pertunjukan bertajuk “Thethek Melek”, Mas Bupati menghadirkan sebuah peristiwa budaya yang memadukan gerak manusia, alam, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Pertunjukan ini digelar di areal persawahan Rejoso, Desa Sukoharjo, Pacitan, melibatkan partisipasi langsung warga setempat. Sejak sore hari, suasana sawah perlahan berubah. Angin berhembus kencang, suara-suara mulai ramai, dan dari berbagai arah warga tampak berbondong-bondong turun ke sawah, menapaki galengan atau pematang.
Langkah demi langkah memenuhi ruang persawahan yang luas. Tubuh-tubuh bergerak membentuk formasi alami, menghadirkan komposisi visual yang unik. Manusia dan alam seolah melebur, menyatu dalam irama sawah, galengan, dan angin sore.
Menurut Bupati Indrata Nur Bayuaji, “Thethek Melek” bukan sekadar pertunjukan, melainkan refleksi laku hidup masyarakat agraris. Sawah dipilih sebagai ruang ekspresi karena di sanalah nilai ketekunan, kebersamaan, dan kesadaran hidup tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Keterlibatan warga Desa Sukoharjo menjadi kekuatan utama pertunjukan ini. Mereka bukan penonton, melainkan bagian dari karya itu sendiri. Seni tidak berdiri di atas panggung terpisah, tetapi hadir di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pertunjukan “Thethek Melek” dijadwalkan berlangsung pada:
🗓 Sabtu, 20 Desember 2025
⏰ Pukul 12.00 WIB hingga malam hari
📍 Area Persawahan Dusun Jarum dan Nitikan, Desa Sukoharjo, Pacitan
Melalui karya ini, Mas Bupati ingin menegaskan bahwa seni dan budaya dapat menjadi medium perjumpaan antara manusia dan alam, sekaligus ruang refleksi untuk membangun kesadaran bersama. Sawah pun tidak hanya menjadi tempat bercocok tanam, tetapi juga ruang dialog, ruang rasa, dan ruang kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat Pacitan.
