Indonesia Mulai Bangun Pelabuhan Antariksa Nasional di Biak pada 2026
PRABANGKARANEWS – Indonesia dijadwalkan mulai membangun Pelabuhan Antariksa Nasional di Biak, Papua, pada tahun 2026, setelah pemerintah merampungkan regulasi yang mengatur operasional pelabuhan antariksa. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria.
Pulau Biak dipilih karena memiliki letak strategis di dekat garis khatulistiwa, yang memberikan keuntungan rotasi alami Bumi untuk peluncuran ke orbit rendah Bumi (low-Earth orbit) sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar. Selain itu, posisinya di bagian timur Indonesia yang menghadap Samudra Pasifik menurunkan risiko jatuhnya puing-puing peluncuran ke wilayah berpenduduk.
BRIN mengusulkan agar proyek pelabuhan antariksa ini diklasifikasikan sebagai Proyek Strategis Nasional dalam kerangka pembangunan 2025–2029 dan 2026–2045. Proyek tersebut diperkirakan memiliki efek pengganda yang kuat, dengan potensi kontribusi hingga 5 persen terhadap PDB ekonomi antariksa global, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri peluncuran roket komersial, dilansir dari SeasianewsSabtu (17/1/26).
Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Roscosmos (Rusia) melalui kolaborasi antara BRIN, Glavkosmos, dan PT Uniresources Petroleum Indonesia, berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 2023. Fasilitas ini direncanakan sebagai pelabuhan antariksa komersial yang terbuka bagi pengguna swasta maupun publik.
Inisiatif ini merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Keantariksaan Tahun 2013, yang mewajibkan negara membangun dan mengoperasikan pelabuhan antariksa sendiri, sekaligus mengakhiri penundaan selama puluhan tahun sejak studi kelayakan awal dimulai pada 1985, ketika LAPAN pertama kali mengidentifikasi lokasi seluas 100 hektare di Desa Saukobye, Kabupaten Biak Numfor.
