Sekda Diskusi dengan Kadinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Bahas Persiapan Pameran Literasi HUT Pacitan

Sekda Diskusi dengan Kadinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Bahas Persiapan Pameran Literasi HUT Pacitan
Amat Taufan Diskusi dengan Sekda. Heru Wiwoho Supadi Putra, Kamis (8/1/26)
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, menggelar diskusi persiapan Pameran Literasi dalam rangka Hari Jadi Pacitan Tahun 2026, bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Kamis (8/1/2026).

Diskusi dengan   Sekretaris Daerah, Dr. Heru Wiwoho Supadi Putra, S.P., M.S., sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Pacitan terhadap penguatan budaya literasi dan pelestarian sejarah daerah.

 Amat Taufan menjelaskan bahwa Pameran Literasi HUT Pacitan 2026 akan dikemas secara edukatif dan partisipatif melalui berbagai kegiatan, antara lain pameran tulisan sejarah perkembangan budaya Pacitan, bazar dan wisata buku, lomba mewarnai, pameran lukisan anak-anak, serta pameran pusaka Pacitan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga pemerhati sejarah dan budaya.

Baca Juga  AC AION Hadirkan Gebrakan Baru di Shanghai Auto Show 2025

Lebih lanjut, Amat Taufan menegaskan bahwa pelaksanaan pameran literasi tersebut akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Komunitas Perupa Pacitan, komunitas pusaka, serta pihak penerbit. Kolaborasi lintas komunitas ini dimaksudkan untuk memperkaya konten pameran sekaligus menghidupkan ekosistem literasi dan kebudayaan lokal.

Sementara itu, Sekda Pacitan, Dr. Heru Wiwoho Supadi Putra, memberikan apresiasi terhadap terbitnya buku Ensiklopedia Pacitan Misteri jilid I–III sebagai karya literasi penting dalam mendokumentasikan sejarah dan kekayaan budaya Pacitan. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan agar Ensiklopedia Pacitan Misteri jilid IV dapat terbit pada tahun 2026.

Pameran Literasi HUT Pacitan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang edukasi, apresiasi seni, serta penguatan identitas dan memori kolektif masyarakat Pacitan melalui literasi dan kearsipan.

Baca Juga  RSPAD Gatot Soebroto Bantu Pasien Positif Covid-19 Melahirkan