Sulawesi, Persimpangan Evolusi Manusia: Hominin Arkaik dan Manusia Modern Pernah Bertemu

Sulawesi, Persimpangan Evolusi Manusia: Hominin Arkaik dan Manusia Modern Pernah Bertemu
SHARE

PRABANGKARANEWS – Manusia modern dan hominin arkaik diperkirakan pernah bertemu di Pulau Sulawesi sekitar 50.000 tahun lalu, berdasarkan temuan arkeologis mutakhir yang mengungkap bahwa kerabat manusia purba misterius telah menghuni pulau tersebut lebih dari satu juta tahun sebelum kedatangan Homo sapiens.

Penggalian terbaru di Situs Calio, Sulawesi, menemukan tujuh alat batu yang diperkirakan berusia antara 1,04 hingga 1,48 juta tahun, sehingga mendorong mundur bukti keberadaan hominin di wilayah tersebut jauh lebih awal dari yang sebelumnya diketahui.

Temuan ini menunjukkan bahwa manusia purba telah berhasil menyeberangi hambatan laut untuk mencapai pulau terpencil di kawasan Wallacea, jauh sebelum manusia modern muncul, dikutip dari @Seasianews Kamis (1/1/26).

Baca Juga  Pembekalan Pengunaan Dana Desa, Wujudkan Desa Menang Menuju Pemerintahan Desa Bersih dan Transparan

Para peneliti menduga bahwa pembuat alat batu tersebut kemungkinan adalah Homo erectus atau kerabat dekat Homo floresiensis spesies manusia kerdil (“hobbit”) yang ditemukan di Pulau Flores. Profesor Adam Brumm dari Griffith University mengemukakan bahwa hominin Flores mungkin awalnya menyebar dari Sulawesi sebelum bergerak ke wilayah selatan.

Sulawesi merupakan pulau terbesar di kawasan Wallacea, sebuah zona kepulauan samudra yang memisahkan Asia daratan dengan daratan purba Australia–Papua pada kala Pleistosen.

Wilayah ini menjadi persimpangan penting migrasi manusia purba, tempat hominin arkaik membangun populasi selama ratusan ribu tahun sebelum kedatangan manusia modern yang membawa tradisi seni gua canggih, termasuk lukisan naratif tertua di dunia yang berusia lebih dari 51.200 tahun.

Baca Juga  Filsafat Bahasa dalam Scientific Berbasis Pendidikan Karakter

Penemuan ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang apakah hominin yang terisolasi di Sulawesi mengalami perubahan evolusioner, seperti kerdilisasi pulau yang terjadi pada Homo floresiensis, serta apakah manusia modern pernah berinteraksi, bersaing, atau bahkan kawin silang dengan populasi hominin arkaik yang penuh misteri tersebut ketika jalur kehidupan mereka akhirnya bertemu sekitar 50.000 tahun lalu di lanskap purba Sulawesi.