Sunset to Sunrise, Ketika Janenake Memberi Panggung bagi Penyandang Disabilitas
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Peluncuran “Sunset to Sunrise” di Pantai Pancer Door, Selasa (22/9/2026), yang diinisiasi Ikan Bakar Janenake mengusung konsep “Membuka Gerbang Wisata Pacitan: Menikmati Pacitan Siang dan Malam” dan berlangsung 22–23 September 2026.
Konsep tersebut menawarkan pengalaman menikmati Pacitan sejak matahari terbenam hingga menyambut matahari terbit. Namun, ada sisi lain yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut, yakni keberpihakan terhadap pengembangan potensi penyandang disabilitas melalui kesempatan untuk tampil dan berkarya.
Muhamad Rofiqin, pemilik Janenake dan Tamperan Cruiser, memberikan panggung kepada anak didik SLB Negeri Punung Pacitan untuk mengembangkan bakat mereka di bidang musik, khususnya elektone. Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan di hadapan wisatawan dan tamu undangan.
Pemberian panggung bukan sekadar hiburan dalam sebuah acara wisata, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi anak-anak penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, tampil, dan memperoleh penghargaan atas kemampuan yang mereka miliki.
Tidak hanya memberikan ruang untuk tampil, Muhamad Rofiqin juga menunjukkan kepedulian melalui kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan usahanya. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa inklusivitas dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari memberikan panggung hingga membuka kesempatan untuk bekerja.
Dengan demikian, kegiatan pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi dan wisatawan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dengan berbagai latar belakang dapat ikut mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi, seni, dan budaya.
Dr. Agoes Hendriyanto, Direktur Socio Cultura Indonesia, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Janenake dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang kepada penyandang disabilitas. Menurutnya, keberadaan panggung bagi anak-anak SLB merupakan bagian penting dari pembangunan pariwisata yang inklusif.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dikembangkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, terutama dalam menyediakan akses dan fasilitas wisata yang ramah disabilitas. Dengan akses yang nyaman dan aman, penyandang disabilitas juga dapat menikmati keindahan pantai Pacitan, tampil berkarya, serta menjadi bagian dari gerakan “Membuka Gerbang Wisata Pacitan” secara setara.
