Alhamdulillah Masih Bisa Panen Padi, Saat Burung Pipit dan Tikus Menjadi Hama Utama
Pacitan,- Puji syukur senantiasa terucap dari petani yang mempunyai lahan di RT 03, RW IV, Dusun Krjan, Desa Sirnoboyo, Kec/Kab. Pacitan, panen Padi yang telah dinantikan selama 3 bulan lebih.
“Awal Bulan Nopember hasil jerih payahnya terbayar lunas dengan kebahagiaan. Budidaya tanaman padi kali ini membutuhkan ekstra dalam perawatan khususnya pengairan lahan sawah harus rutin beberapa kali, pemupukan, serta yang tak kalah pentingnya saat Padi mulai berumur 70 -80 hari saat bulir-bulir padi terisi mendapatkan serangan Burung Pipit, ” jelas Iwan, Senin (08/11/2021).
“Burung pipit merupakan jenis hama kelas unggas pemakan biji-bijian yang menyerang secara gerombolan besar menyerang malai tanaman padi untuk memakan bijinya. Tiap pagi dan sore hari selalu bergantian untuk menunggu tanaman padi yang mulai berbulir dari serangan hama burung Pipit,” jelas Aris.
Selain itu juga lahan yang ditanami padi tidak luas hanya sekitar 2 Ha menyendiri dan tidak ada tanaman lainnya juga menjadi tujuan hama tikus saat padi mulai menguning. Oleh sebab itu kerja keras dari petani walaupun hasilnya bisa menutup biaya produksinya namun pencapaian bisa panen sesuatu yang tidak bisa diwujudkan dengan kata-kata. Rata-rata masih bisa mendapatkan 21 sak dalam keadaan normal bisa hasilkan 35 sak.
Hanya ucapan syukur Alhamdulillah masih bisa panen walaupun tantangan hama, yang menjadi musuh utama petani padi yakni burung pipit dan tikus. Hanya sebagaian petani yang panen disebabkan sebagian besar lahan sawah tidak ditanami disebabkan musimnya yang sudah tidak bisa diprediksi. (*)
