Pendapatan Negara Capai Rp 1.699,4 T yaitu 97,5% dari Target APBN
PRABANGKARANEWS.COM || Menuju tahun 2022 kondisi APBN semakin membaik. Optimisme akan pemulihan ekonomi nasional juga semakin nyata. Aktivitas ekonomi tetap terjaga positif, indikator produksi dan konsumsi terus tumbuh, dan kemampuan penanganan Covid-19 terus membaik.
Penerimaan negara mencapai Rp 1.699,4 T yaitu 97,5% dari target APBN atau tumbuh 19,4% (yoy), dibanding tahun lalu kontraksi (-15,1%) artinya terjadi pemulihan/rebound sebesar 34,5%.
Dikutip dari Istagram @ smindrawati Rabu (22/12/2021), pajak telah terkumpul Rp1.082,6T atau 88% dari target – tumbuh positif 17%(yoy). Dibanding tahun lalu yang mengalami kontraksi (-18,6% ), terjadi pemulihan kuat sebesar 35,6%.
Penerimaan bea cukai mencapai Rp232,3T atau melampaui target (108%) atau tumbuh positif 26,6% (yoy), dibandingkan tahun lalu tumbuh 4,1% yang berarti terdapat pemulihan sebesar 22,5%.
Sementara PNBP terkoleksi Rp382,5T, melampaui target APBN (128,3%) atau tumbuh positif 25,4%. Jika dibanding tahun lalu dimana terjadi kontraksi hingga -15,9%, ini artinya PNBP mengalami pemulihan secara signifikan sebesar 41.3%.
Berkat peforma penerimaan itu, defisit kita tahun ini sangat membaik dari tahun lalu. Jika tahun lalu November mencapai 5,73%, tahun ini turun ke 3,63%. Pemerintah juga mengoptimalisasi SILPA, sehingga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dapat berkurang hingga Rp263,5 T.
Kinerja ini menjadi modal yang baik untuk memasuki tahun 2022, tapi berbagai tantangan global harus terus kita perhatikan. Pemerintah optimis Indonesia mampu menyehatkan kembali APBN dengan tetap menjaga kewaspadaan, baik dari risiko geopolitik, ataupun varian Omicron.
Lebih lengkap mengenai APBN KiTa, cek @kemenkeuri ya.
Dari Konferensi Pers APBN KiTa Desember 2021
