Pekerja di Objek Wisata Pacitan Masih Terdampak Sepinya Pengunjung Akibat Pandemi Covid-19
Oleh: Melyana Puspitasari
Pacitan merupakan salah satu kota yang terletak Provinsi Jawa Timur. Tepatnya terletak di bagian Selatan barat daya. Kabupaten Pacitan terletak di antara 110 55′-111 25′ Bujur Timur dan 7 55′- 8 17′ Lintang Selatan, dengan luas wilayah 1.389,8716 Km atau 138.987,16 Ha. Kabupaten Pacitan terdiri dari 12 kecamatan, 5 kelurahan, dan 166 desa. Dengan jumlah jumlah penduduknya mencapai 596.570 jiwa data pada tahun 2019 dengan luas wilayah 1.389,92 km² dan sebaran penduduk 419 jiwa/km².
Kabupaten Pacitan sejak zaman Hindia-Belanda sudah terkenal dengan tujuan wisatanya. Pacitan merupakan kota kecil yang berbatasan langsung dengan laut selatan sehingga menyimpan keindahan alam berupa pantai yang mempesona. Pacitan sebagian besar di dominasi pengunungan yang menambah kesan asri untuk dikunjungi. Kota kecil ini merupakan kota kelahiran dari Presiden Republik Indonesia yang ke-6 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenal dengan sebutan SBY. Dengan pengakuan tersebut kota Pacitan dilirik orang-orang yang berminat untuk mengunjungi kota Pacitan karena penasaran atau karena ingin berwisata.
Kabupaten Pacitan mendapat julukan sebagai kota seribu satu goa. Hal tersebut dikarenakan banyak dijumpai lebih dari ratusan jumlah goa yang terdapat di Pacitan. Padahal sebenarnya Kabupaten Pacitan juga dikenal dengan keindahan alam lainnya seperti pantainya dan juga pengunungannya. Dengan adanya jumlah objek wisata tentunya akan membantu perekonomian masyarakat setempat. Tidak sedikit dari mereka yang sudah menetapkan mata pencaharian mereka dengan dengan berdagang di sekitar objek wisata. Kebanyakan dari mereka membuka warung dengan berdagang makanan dan juga oleh-oleh khas Pacitan.
Namun, dengan adanya pandemi covid-19 sejak tahun lalu mengakibatkan perekonomian mereka menurun drastis. Pandemi covid-19 berdampak besar pada sendi-sendi perekonomian mereka dengan di tutupan seluruh objek wisata yang terdapat di Kabupaten Pacitan.
Mereka nampak khawatir jika objek wisata tidak segera di buka kembali. Kekhawatiran mereka karena takut jika mereka tidak lagi bisa mencari uang untuk membiayai hidupnya dan juga keluarganya. Dengan biaya hidup yang terus berjalan sedangkan pendapatan mereka tidak ada pemasukan sama sekali sering kali. Dengan terpaksa akhirnya mereka mencari pekerjaan yang lain seperti menjadi nelayan jika dekat dengan pesisir pantai, mencari barang-bekas dan rongsongkan untuk di jual kembali dan lain-lain. Pekerjaan tersebut cukup membantu pemasukan keuangan mereka walaupun tidak setara dengan pemasukan mereka pada sebelumnya.
Menanggapi keluh kesah para pedagang di sekitar objek wisata yang tidak hanya di daerah Pacitan saja tetapi keseluruh penjuru Indonesia pemerintah juga ikut andil dan segera turun tangan menanggapi keluh kesah rakyatnya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya untuk menormalkan kembali dan berusaha dalam memulihkan kesehatan kembali. Sehingga dengan upaya tersebut dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi lebih baik dari sebelumnya dan pelan-pelan bisa meningkat.

Bersyukurnya dengan melewati proses yang panjang pemerintah sudah beberapa kali melakukan pengujian dengan membuka objek wisata. Dengan melalui berbagai pertimbangan akhirnya saat ini seluruh objek wisata sudah resmi di buka untuk wisatawan lokal maupun dari luar kota dengan menunjukkan kartu vaksinnya.
Sebelum dibuka untuk umum objek wisata ini hanya dibuka untuk lokal. Hal tersebut cukup membuat para pedangan dengan pelan-pelan mendapat pemasukan dari pada sebelumnya yang tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Kabar gembira tersebut sekaligus menjadi angin segar bagi mereka yang akan berjualan kembali di sekitar objek wisata.
Saat ini wisatawan tidak hanya di penuhi oleh wisatawan lokal saja tetapi juga banyak kita jumpai wisatawan dari luar kota. Para wisatawan tersebut juga menyayangkan dengan adanya pandemi covid-19 yang membuat mereka juga tidak bisa mengunjungi objek wisata salah satunya di Pacitan. Setelah di bukanya objek wisata di Pacitan yang paling banyak di minati adalah pantai-pantainya. Di akhir pekan banyak di jumpai wisatawan yang memenuhi pantai-pantai dan objek wisata lainnya di Pacitan. Kebanyakan dari mereka adalah sekelompok orang yang sedang touring.

Dengan begitu akan meningkatkan pendapatan bagi pedagang di sekitarnya pantai tersebut. Selain itu, pengunjung yang datang ke Pacitan untuk berwisata juga di dominasi oleh rombongan dan juga kendaraan pribadi. Sudah banyak kita jumpai bus pariwisata yang berlalu lalang di perjalanan yang dulu selama pandemi covid-19 jarang untuk dijumpai.
Hal tersebut membuktikan bahwa saat ini sudah mulai ada pemulihan pengunjung di objek wisata Pacitan. Objek wisata yang paling banyak di kunjungi tentunya Pantai Klayar, Pantai Srau, Pantai Soge, Pantai Watu Karung, Pantai Kasap, Pantai Pancer Door, Pantai Teleng Ria, Goa Gong, Goa Tabuhan, Beiji Park, Sentono Gentong dan tempat wisata lainnya.
Tidak hanya disambut gembira oleh para pedagang di sekitar objek wisata yang menjual oleh-oleh khas Pacitan atau makanan lainnya. Namun, kabar gembira tersebut juga di sambut gembira para penjaga loket dan juga penjaga karcis. Perekonomian mereka juga tidak ada pemasukan sama sekali ketika objek wisata ditutup. Dengan dibukanya kembali objek wisata tentunya perekonomian mereka juga akan ada pemasukan dan pelan-pelan akan kembali seperti dulu.
Selama pandemi covid-19 dan seluruh objek wisata ditutup para wisatawan hanya menikmati wisata secara virtual. Hal tersebut merupakan salah satu alternatif yang dilakukan. Dengan wisata virtual yang hanya di lihat dari media sosial tentunya mereka tidak bisa untuk menikmati keindahan objek wisata secara langsung. Tapi hal tersebut merupakan suatu transisi baru melawan pandemi dengan mengandalkan teknologi yang dilakukan dimana objek wisata harus terus di eksplor agar para wisatawan tetap bisa menikmati walaupun hanya dengan virtual. Hal tersebut sekiranya bisa mengobati untuk berwisata di objek wisata tersebut.
Dengan adanya wisata virtual tersebut akan membuat mereka untuk tertarik mengunjungi objek wisata tersebut setela kondisi membaik. Melihat antusiasme dari calon wisatawan tersebut ternyata mereka benar-benar ingin untuk mengunjungi. Dapat kita lihat sekarang kita jumpai para wisatawan tersebut datang dan berlibur ke objek wisata yang mereka minati. Lonjakan wisatawan sangat terlihat ketika sekarang tempat wisata nampak begitu ramai yang sebelumnya satu tahun terakhir begitu sepi tanpa pengunjung
Harapan para pedagang dan juga pekerja di objek wisata semoga pandemi segera benar-benar hilang agar objek wisata di Pacitan bisa di buka permanen untuk memulihkan perekonomian mereka yang dulu pernah anjlok. Ketika pekerjaan mereka tidak ada pemasukan mereka juga merasa bingung karena selama pandemi covid-19 juga sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru. Mereka yang sudah bekerja di berhentikan bagaimana untuk bisa mencari pekerjaan. Kebanyakan dari mereka selama pandemi hanya pengangguran tanpa pemasukan yang menentu. (*)
