Beberapa Jurus Bagi “PTS” untuk Hadapi Persaingan Pendidikan Tinggi di Era New Normal, Agar Tetap Eksis
Oleh: Agoes Hendriyanto
Pandemi Covid-19 yang dimulai pada bulan Februari 2019 yang lalu berdampak pada pendapatan masyarakat. Kondisi tersebut akan mengurangi kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan secara langsung di lapangan mengalami penurunan yang sangat drastis. Hal ini juga akan berdampak pada sektor-sektor wisata, UMKM, jasa tranportasi, serta pelayanan jasa lainnya. Tak terkecuali berimbas pada kemampuan masyarakat untuk meningkatkan SDM melalui pendidikan.
PTS harus mempersiapkan beberapa jurus untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat atau keras dalam memperebutkan mahasiswa baru di era normal. Beberapa jurus yang dipersiapkan sebagai berikut.
Meningkatkan Akses Mendapatkan Beasiswa salah satunya KIP
Melansir dari kompas.co, pemerintah memiliki program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk membantu kelompok masyarakat guna mendapatkan akses ke jenjang pendidikan tinggi.
Pada dasarnya, KIP Kuliah bukanlah beasiswa pendidikan yang bisa diberikan pada siswa berprestasi, melainkan bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah kepada siswa lulusan SLTA dengan prestasi akademis yang tinggi, namun memiliki keterbatasan secara ekonomi.
Bantuan ini bisa diberikan baik pada penerima yang melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), juga tidak mempermasalahkan mereka masuk dari jalur penerimanaan mana, bisa SNMPTN, UTBK-SBMPTN, Jalur Mandiri, SMPN, maupun UMPN
Oleh sebab itu program KIP dari pemerintah setidaknya membantu keberlangsungan terutama PTS Swasta yang mengandalkan pendapatannya dari besar kecilnya jumlah mahasiswa. Selain itu juga KIP harus dihitung dengan cermat jangan sampai malah menjadi bumerang bagi PTS yang bersangkutan dalam mempertahankan eksistensinya.
Meningkatkan Kualitas dari PTS.
Peningkatan SDM Dosen untuk menunjang dari akreditasi dari program studi yang dimilikinya. Hal ini akan berdampak pada mutu lulusan yang mampu bersaing dalam memperebutkan lapangan kerja.
Terpuruknya perekonomian di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak PTS yang kondisinya terseok-seok. Banyak juga PTS yang terpaksa menutup program studinya dan “gulung tikar” karena kalah saing. Bangkrutnya sejumlah PTS tersebut tentu saja disebabkan kurangnya minat calon mahasiswa yang mau mendaftar pada PTS tersebut.
Jika kita melihat beberapa PTS yang tidak bisa bersaing disebabkan pengelolaan keuangannya amburadul, sarana dan prasarana minim, rendahnya kualitas kepemimpinan dan sumber daya manusia, dan di internal PTS tersebut terjadi persaingan yang tidak sehat.
Meningkatkan Kualitas Managemen PTS
Peningkatan pendapatan PTS dengan mulai melihat potensi pendapatan lainnya dengan kreatifitas dan inovasi dengan selalu melakukan diskusi-diskusi yang membangun semangat wirausaha.
Jiwa kewirausahaan di lingkungan PTS, selama ini yang menjadi sebuah permasalahan. Selama ini banyak PTS yang mengandalkan dana masyarakat tersebut tidak mampu membiayai operasional pendidikan. Terlebih jika jumlah mahasiswanya sedikit, kecil kemungkinan PTS tersebut bisa berkembang, karena sumber dana sebagian besar berasal dari mahasiswa. Dalam kondisi seperti ini, sejumlah PTS dalam kondisi terseok-seok pun tetap memaksakan diri dan beroperasi dengan berbagai keterbatasan.
Kepemimpinan Kolektif Kolegial
Kolektif Kolegial adalah istilah umum yang merujuk kepada sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan melalui mekanisme yang di tempuh, musyawarah untuk mencapai mufakat atau pemungutan suara, dengan mengedepankan semangat keberasamaan.
Kepemimpinan, yang bisa untuk mengayomi seluruh civitas akademoka yang selalu melihat keluh kesah dari angggota keluarga dari PTS tersebut. Kepemimpinan yang merangkul semua kalangan dengan semangat kebersamaan bukan saling menyalahkan, persoalan apapun beratnya pasti bisa diselesaikan dengan eksistensinya sebuah PTS untuk lebih bermakna bagi masyarakat. Jadikan mahasiswa sebagai raja sehingga berikan fasilitas dan pelayanan yang prima. Hal ini bisa dilakukan jika terjadi koordinasi yang baik antara dosen, karyawan, unsur pimpinan di PTS.
Perubahan yang kian cepat di tengah arus globalisasi dan industrialisasi, tentu saja berdampak signifikan terhadap sektor pendidikan tinggi. Saat ini persaingan di kalangan perguruan tinggi sangat ketat. Oleh sebab itu persoalan tersebut tidak mungkin bisa dilakukan oleh satu ataupun dua orang. Namun semua komponen di PTS dilibatkan demi kemajuan dan keberlangsungan sebuah PTS.
PTS yang tidak adaptif dengan perubahan yang begitu cepat terlebih mengabaikan kualitas pendidikan dipastikan akan kalah saing dan “gulung tikar”.
Kondusifitas Internal PTS
Kondusifitas di internal PTS sangat menentukan dalam membuat kebijakan dengan saling menghargai, menghormati serta memiliki. Hal ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi sebuah tantangan ke depan khususnya PTS. Hal inilah yang merupakan jurus penting dalam memenangkan persaingan di era new normal. Sepandai-pandainya manusia jika hanya satu orang yang berpikir akan lebih efisisen jika semua civitas akademika di PTS tersebut mempunyai jiwa corsa dalam sebuah kebersamaan. Tidak ada perbedaan anatara karyawan, dosen, maupun pimpinan duduk bersama untuk mencari solusi untuk memenangkan sebuah persaingan.
Masalah yang dihadapi sejumlah PTS saat ini, tentu saja tak bisa dilepaskan dari dampak industrialisasi terhadap sektor pendidikan tinggi. Industrialisasi ini mengantarkan dunia pendidikan tinggi mulai memanfaatkan perkembangan teknologi yang cukup pesat, manajemen modern, dan teknik pemasaran jasa yang makin maju dan agresif.
Proses perkuliahan menjadi makin pendek, proses kelulusan juga makin mudah. Perguruan tinggi kini mulai memperhatikan efisiensi dan efektivitas, lengkap dengan “perang” promosi yang menggiurkan untuk bisa mendapatkan calon mahasiswa sebanyak-banyaknya.
Bagi PTS yang tidak siap dengan persaingan dan industrialisasi, tentu akan sulit bertahan dan akhirnya bangkrut. Apalagi biaya operasionalnya rutinnya sakin besar jika dibandingkan dengan pendapatannya, maka diperlukan efisiensi dari berbagai sektor sehingga bisa mempertahankan keberadaan PTS tersebut di tengah kerasnya pesaingan PTS dalam mendapatkan mahasiswa baru.
Lantas bagaimana supaya PTS tetap bisa eksis? Salah satu strategi yang bisa diterapkan di tengah makin maraknya “perang” promosi ini adalah dengan memberikan pelayanan yang baik dan meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini persaingan di kalangan PTS sudah makin ketat.
Jika tidak mau bersaing, tentu saja akan ditinggalkan mahasiswa, Jika kualitas makin baik, tentu saja akan dicari mahasiswa. Demikian pula, jika kualitasnya meragukan, ditawarkan program pendidikan gratis pun calon mahasiswa akan berpikir seribu kali dan enggan untuk kuliah di PTS tersebut.
Kreatifitas dalam promosi
Jumlah perguruan tinggi yang banyak, menyebabkan terjadinya persaingan yang ketat dalam mendapatkan calon mahasiswa, berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki perguruan tinggi akan dikerahkan semaksimal mungkin, untuk menghadapi persaingan tersebut, jadi sangat penting bagi perguruan tinggi melakukan branding untuk mengenalkan kampus mereka.
Hampir sebagian besar lulusan SMA / SMK sederajat selalu memilih untuk melanjutkan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan lulusan SMA / SMK sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang layak, tidak hanya itu persyaratan yang selalu diajukan oleh pihak instansi rata rata mendominasikan seseorang yang lulusan sarjana daripada SMA / SMK. Alasan tersebut karena lulusan sarjana lebih memiliki passion, mandiri, bertanggung jawab, memiliki wawasan luas dan lain lain.
Jurus selanjutnya, memaksimalkan tim marketing kampus agar lebih dapat menarik daya minat calon mahasiswa-nya. Berikut ini cara mempromosikan kampus yang dapat Anda gunakan:
-
Promosi
Kegiatan promosi merupakan komponen prioritas dari kegiatan branding dan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen (calon mahasiswa) akan mengetahui bahwa kampus mempunyai banyak program yang bagus untuk para calon mahasiswa baru.
-
Tim Marketing
Kampus juga perlu memiliki tim marketing, tentu dengan tugas pokok untuk memasarkan atau branding kampus. Memang pada saat ini dirasa sangat penting untuk sebuah kampus untuk memiliki Chief Marketing Officer (CMO), karena dengan adanya pusat marketing kampus, pemasaran dan promosi jadi lebih teroganisir dan tertuju pada sasaran yang tepat.
-
Program Beasiswa
Cara ini sudah tidak asing lagi, karena sebagian besar kampus-kampus pasti menggunakan cara ini untuk melakukan branding kampus. Karena cara ini sangat memberikan dampak postif bagi kampus dan juga sangat bermanfaat bagi para penerima, sehingga dapat menarik minat para calon mahasiswa baru.
-
Akreditasi
Pertama kali yang akan di lihat oleh para calon mahasiswa atau stakeholder tentunya akreditasi, oleh karena itu sangat penting bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta melakukan akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT. Dan ini strategi branding yang sangat bagus untuk diterapkan, akreditasi bukan hanya menarik minat calon mahasiswa akan tetapi juga menarik beberapa instansi untuk bekerjasama.
-
Different
Branding yang tidak boleh terlewatkan lagi adalah punya pembeda atau keunikan tersendiri dari kampus-kampus lain, seperti mempunyai jurusan yang jarang ada di kampus lain, akan tetapi membuka banyak peluang kerja. Atau mempunyai slogan yang unik juga termasuk dalam strategi branding ini, banyak kampus yang menerapkan branding ini seperti kampus UPN Veteran Surabaya, mereka membrending kampus mereka dengan ungkapan unik/slogan yaitu “Kampus Bela Negara, tentu ini akan memberi dampak pada emosi para calon pendaftar, ada juga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan semboyan mereka yaitu “Kampus Semangat Pagi”
-
Lebih Mudah Dicari di Internet
Banyak orang yang mencari sesuatu lewat internet dengan bantuan mesin pencarian, seperti Google, Yahoo, ataupun Amazon. Jadi sudah seharusnya kampus Anda dapat di temukan di beberpa platform pencarian ini.
-
Manfaatkan SEO
Anda dapat memaksimalkan SEO atau Search Engine Optimization yang merupakan cara paling mudah dan murah dalam konteks pemasaran digital. SEO dapat membantu universitas Anda mudah dicari di internet dengan beberapa kata kunci tertentu. Untuk menggunakan strategy ini, Anda perlu membuat sebuah website terlebih dahulu.
-
Aktif di Seluruh Platform Media Sosial
Ada sebuah riset dari eMarketer bahwa ternyata sektor pendidikan merupakan salah satu industri teratas di dunia yang harus menggunakan media sosial sebagai bagian dari strategi digital marketing.
Alasan lain adalah karena target utama universitas Anda merupakan orang yang berumur 18-24 tahun, maka media sosial merupakan platform pemasaran terbaik bagi universitas Anda: media interaksi langsung dengan para calon mahasiswa. Dengan media sosial pula, calon mahasiswa akan merasa sangat dekat.
-
Buat Iklan Digital
Membuat iklan digital bagi sebuah universitas sebenarnya bisa dikatakan cukup mudah, karena memiliki target yang jelas. Untuk itu, Anda perlu beriklan dengan memanfaatkan sarana pemasaran berbayar yang ada di internet, misalnya Google Adwords, Facebook Business, dan lain-lainnya.
-
Membuat Website Kelas Dunia
Membuat website dengan desain kelas dunia juga merupakan suatu keharusan. Ada satu fakta menarik, menurut omniupdate.com, 80% mahasiswa akan terpengaruh untuk mendaftarkan diri ke universitas Anda dengan melihat kualitas website. Penting bagi Anda membuat website dengan user-friendly, visual yang bagus, dan responsif. Singkatnya, Anda perlu membangun website dengan user interface yang menarik serta user experience yang memuaskan.
-
Manfaatkan Platform Pencarian Kampus
Memanfaatkan platform pencarian kampus seperti platform Maukuliah.id merupakan cara yang paling tren saat ini, kenapa? karena saat ini lulusan SMA/SMK rata-rata mereka mencari informasi tentang kampus di platform-platform seperti ini.
-
Menjalin Kerja Sama Dengan Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar sangat diminati sekali oleh kalangan tingkat SMA akhir semester agar siap menghadapi ujian akhir di sekolahnya. Dari sebagian kampus juga banyak yang menitipkan sebuah brosur yang berisi informasi jurusan, biaya, fakultas dan lainnya kepada jasa bimbingan belajar di instansinya.
-
Mengikuti Pameran atau Mengadakan Pameran
Pameran adalah salah satu cara untuk mempermudahkan panitia langsung berbicara dengan calon mahasiswa-nya, tidak hanya itu panitia bersangkutan dapat memberikan informasi kelebihan, hal hal yang ditawarkan dan info menarik lainnya.
-
Program CSR
Program CSR ini bisa dijadikan salah satu senjata efektif yang bisa digunakan oleh perguruan tinggi. Kampus bisa mendapat sorotan dari media-media besar untuk diliput dan ketika program CSR bisa berdampak luas dan hasilnya baik di masyarakat, otomatis akan banyak sorotan yang mengenainya. Hal ini bisa sangat menguntungkan sebab masyarakat dan calon mahasiswa serasa memiliki kedekatan emosional dengan perguruan tinggi terkait.
-
Mempunyai Pusat Career Center
Strategi yang satu ini baru-baru tercetus, karena dirasa penting dan sangat diperlukan bagi para alumni yang membutuhkan bimbingan atau mengetahui tentang lowongan kerja serta mendapat informasi tentang perusahaan yang telah bekerjasama dengan universitas mereka. Dan ini branding yang sangat bagus, karena rata-rata para calon mahasiswa baru akan melihat apakah setelah lulus mereka akan diperhatikan oleh kampus untuk melanjutkan di dunia kerja.
-
Alumnus Sebagai Pemasar Perguruan Tingggi
Tidak dapat dipungkiri lagi, kalau alumni juga branding yang bagus bagi kampus, karena alumni akan menjadi tolak ukur bagi para calon mahasiswa baru, seperti para alumnus yang berprestasi akan dijadikan kaca perbandingan oleh sebagian besar calon mahasiswa karena mereka juga ingin merasakan kesuksesan yang sama.(*)
