Olahan “Jathil Kelong” Pacitan, Membuat Ketagihan
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Sebagai kota wisata, Pacitan memiliki beragam tempat eksotis yang cocok sekali untuk dikunjungi. Dilansir dari Pacitanku.com, setidaknya ada sekitar 85 pantai dan ratusan goa yang ada di kabupaten kecil tersebut. Sehingga dikenal dengan sebutan Kota 1001 Goa.Perairan Pacitan berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia memiliki dasar perairan yang berkarang dengan ombak yang besar.
Akan tetapi perairan ini memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan melimpah ruah. Sehingga diperlukan adanya pengelolaan sumberdaya perikanan yang ada dengan bertanggung jawab. Kondisi Pacitan yang merupakan daerah pesisir di Sebagian wilayahnya, membuat potensi perikanan menjadi satu potensi yang memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, kota yang terletak di barat daya Provinsi Jawa Timur ini juga memiliki berbagai makanan khas. Salah satunya adalah “Jathil Kelong”. Kuliner yang berasal dari olahan berbahan baku ikan laut tersebut bisa menjadi pilihan buah tangan.
Bonirah merupakan salah satu pembuat dan penjual jathil di Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Ia mulai berjualan olahan tersebut kurang lebih selama 20 tahun.
“Saya itu mulai jualan jathil sejak tahun 2002 sampai sekarang, dan biasanya pakai ikan kelong untuk dijadikan jathil karena dagingnya lebih banyak,” kata Bonirah, Kamis (23/06/2022).
Irisan ikan laut yang dibentuk pipih tersebut kemudian dicampur dengan tepung tapioka berbumbu rempah-rempah. Hal ini sangat bagus untuk kesehatan karena kaya akan kandungan protein. Sangat cocok jika dipadukan dengan “sego thiwul” (nasi yang berbahan baku dari singkong) dan juga urap sebagai menu tambahan.
Pembuatan jathil pun terbilang mudah sehingga bonirah menekuni hal tersebut sehingga berjualan ikan laut sudah menjadi profesinya sedari dulu. Kabar baiknya lagi, makanan ini memiliki kandungan gizi yang tinggi akan protein dan memiliki cita rasa yang nikmat.
Ia mengaku, selain mudah diolah omset yang diperoleh dari berjualan jathil kelong mampu memperbaiki ekonomi keluarganya. Dari olahan tersebut dirinya mampu meraup untung jutaan rupiah.
“Satu bungkus itu seharga Rp. 5000,- isinya 4 potong. Alhamdulillah setiap kali jualan selalu laris jadi tinggal mengkalkulasikan saja misal 100 potong sehari terjual habis sudah dapat berapa ribu. Belum lagi jika dikalikan satu bulan bahkan setahun,” ujarnya.
Bonirah biasanya menjual jathil kelong tidak menggunakan kertas nasi melainkan menggunakan bungkus daun jati, hal tersebut dilakukan agar menambah cita rasa olahan tersebut menjadi lebih nikmat.
“Karena sudah terbiasa dari sejak pertama kali jualan memang seperti itu karena sebelum saya jualan ibu saya sudah jualan jathil lebih dulu, jadi sudah turun temurun dan biar lebih ramah lingkungan juga,” terangnya.
Petunjuk Pengolahan Jathil
Untuk bisa mengolah ikan laut menjadi jathil cukup mudah. Tinggal menyiapkan bahan-bahan seperti tepung ketela, bawang putih, ketumbar, kunyit, kencur, garam, micin, dan juga minyak. Bahan-bahan tersebut mudah untuk didapatkan.
Berikut cara mengolah Jathil Kelong ala Bonirah. Adapun bahan dan cara pengolahannya:
- 4 kg tepung ketela
- 1/4 bawang putih
- 1 ons ketumbar
- 1/4 kencur
- 4 liter minyak goreng
- Garam secukupnya
- Micin secukupnya
- Kunyit secukupnya
Cara membuat jathil kelong
- Ikan laut terlebih dahulu dibelah dan dipotong kecil-kecil.
- Dicuci sampai bersih.
- Ikan laut ditiriskan sampai airnya kering.
- Kemudian ikan diberi bumbu yang telah dihaluskan.
- Didiamkan selama 1/4 jam agar bumbunya meresap sempurna.
- Ikan laut dibalut dengan tepung ketela.
- Terakhir, ikan digoreng sampai berwarna kecoklatan.
Mudah bukan? Tunggu apalagi sekarang semua bisa membuat jathilan kelong. Yuk segera mencoba!
Oleh: Kelvin Nuryani (PBSI-2022)
