Impian Sugiyanto Penyandang Tuna Netra Terwujud, Bertemu dengan Bupati Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Impian Sugiyanto warga Dusun Sumber Desa Ngadirejan Kecamatan Pringkuku untuk bertemu Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji akhirnya terwujud. Bukan di kantor Bupati atau pendopo kabupaten namun justru orang nomor satu di Pacitan itu yang bertandang langsung ke rumah Sugiyanto dan keluarga.
Rona bahagia seketika terpancar dari keluarga sederhana ini. Sugiyanto merupakan bapak dua anak yang memiliki keterbatasan menderita tuna netra. Demikian pula dengan kedua buah hatinya, Meilika Aulia Pratiwi (16) dan Niza Hafiz Azaki (8). Hanya sang ibu, Suminah satu-satunya anggota keluarga yang normal.
“Pak Sugiyanto ternyata ahli pijat nggih, kebetulan niki kulo pas lungkrah mangke saget nyobi dipun pijeti nggih,” pinta Bupati disela perbincangan.
Mendapat permintaan istimewa tersebut, Sugiyanto langsung menyanggupkan diri. Memang, dalam keseharian pria yang hobi musik tersebut berprofesi sebagai tukang pijat. Sementara sang istri bekerja serabutan sambil memelihara ternak kambing. Dulu, Sugiyanto dan putrinya pernah memiliki sumber penghasilan lain dari menyanyi dan memainkan organ tunggal. Namun, semuanya berhenti karena organ miliknya dipinjam orang dan tidak pernah kembali.
“Niki kulo taksih badhe wonten dinas luar, mudah mudahan nanti saya pulang sudah bawa keyboard,” lanjut Bupati.
Tidak hanya itu, Mas Aji juga menjanjikan membantu satu ekor kambing untuk dipelihara. Demikian pula dengan bantuan-bantuan lain namun bukan bersifat harian.
“Alhamdulillah terimakasih sekali Pak Bupati sudah mau membantu keluarga saya,” ungkap Suminah.
Sugiyanto terdaftar sebagai warga Rt 02 Rw 10 Dusun Sumber Desa Ngadirejan Kecamatan Pringkuku. Sebagai warga kurang mampu serta penyandang disabilitas keluarga Sugiyanto masuk dalam daftar keluarga penerima bantuan warga miskin. Seperti, program PKH serta BPNT dari kementerian Sosial.
“Keluarga pak Sugiyanto ini sudah terdata sebagai warga penerima program bantuan termasuk yang diperhatikan oleh lingkungan,” terang Sukiran Kasun Sumber Desa Ngadirejan.
Kini, Sugiyanto sudah merasa lega, akhirnya, keinginanya untuk bertemu Bupati terwujud.
