Industri Rumahan “Manunggal” Penghasil Cuan Keluarga
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Industri rumahan “Manunggal”, di RT 03/ RW 11 Dusun Sepang, Desa Tulakan, Kecamatan Tulakan, terlihat ada seorang yang sedang sibuk menyiapkan adonan kue. Nampak seorang karyawan juga sedang memindahi adonan kue bolu ke dalam loyang dan akan di masukkannya ke dalam oven. Nampak juga di depan kompor ada seorang karyawan yang sedang sibuk mengoreng donat. Salah satu dari mereka adalah mbak warti, pemilik industri rumahan “Manunggal” yang sudah berjalan dari puluhan tahun yang lalu.
Mbak Warti berbagi cerita soal industri rumahan yang dirisntisnya bersama suami sejak puluhan tahun yang lalu. Awalnya seperti kehidupan orang desa dengan kehidupan yang sederhana dan ekonomi yang pas-pasan. Kemudian tertarik mendirikan sebuah usaha dengan bermodalkan niat, semangat yang tinggi, dan keahlian.
“Orang Desa yang hanya bermodalkan keahlian dan semangat yang tinggi , pantang putus asa dalam menjalani usaha selalu dinikmati setiap prosesnya. Tujuannya hanya satu untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga,” jelasnya.
“Awalnya saya dulu hanya membuat pastel kering dan kue bawang saja, karena keterbatasan modal yang saya miliki dan hanya mengandalkan alat yang ada. Bahkan untuk mengaduk adonan saja saya lakukan dengan cara manual menggunakan tangan,” ungkapnya, Minggu (30/10/2022).
Dengan semangat yang tinggi dan ketekunannya dalam berusaha akhirnya omset pesanan produknya semakin meningkati tiap harinya sehingga membuat ia mendapat keuntungan yang lumayan besar. Dan dari keuntungan tersebut ia belikan alat-alat yang ia butuhkan untuk membuat aneka macam roti, seperti, oven, mikser, penggiling, dan lain-lain.
Kini Mbak Warti sudah mulai menikmati usha yang telah dirintisnya bersama suami tercinta dan dkungan keluarga. Sekarang sudah bisa meraup keuntungan dari omset-omset penjualannya dan sudah mempunyai pelanggan yang cukup banyak. Ia juga sudah mulai menerima pesanan berbagai macam kue kering dan kue basah. Sudah mempunyai karyawan yang terus bersemangat untuk bisa menyelesaikan pesanan dari para pelanggan.
Untuk memasarkan produknya ia lakukan dengan cara menitipkan kue buatannya di sejumlah toko yang berada di area tulakan dan ketro. Apalagi kalau mesim lebaran banyak toko-toko yang minta di stok kue nastar dan kue kering . Selain dengan cara itu ia juga memasarkan produknya secara online. Yaitu dengan memosting di media sosial.
Mbak Warti menjelaskan , menerima pesanan secara borongan, contohnya di musim hajatan seperti saat ini, ia sampai kerja kebut untuk menyelesaikan semua pesanannya .Karena selalu ada pesanan yang masuk setiap harinya bahkan dengan jumlah yang cukup banyak.
“Terkadang saya juga sampai tidak tidur malam, karena pesanan baru selesai sampai malam hari dan akan di kirim besok pagi, setelah itu saya juga harus menyiapkan adonan untuk membuat pesanan keesokan harinya,” tuturnya
“Industri rumahan menerima pesanan snack jadi untuk acara hajatan, nikahan, genduri, dan acara-acara lainnya. Harga per kotak snacknya beragam, berkisar mulai dari harga Rp. 6.000,00- sampai dengan harga Rp. 15.000,00 ya tergantung dari jumlah isi dan besar kue yang diminta dari pelanggan,” ujarnya.
“Salaah satu pelanggan merasa puas berlangganan di sini. Harganya murah disini juga siap menerima pesanan kue untuk segala macam acara baik pesan dalam jumlah sedikit maupun banyak mereka tetap melayani kita dengan penuh senang hati,” ungkap Sumarti salah satu pelanggan yang memesan snack kotak untuk acara nikahan anaknya.
“Industri Rumahan manunggal” bisa menerima pesanan acara hajatan, nikahan, acara keluarga, dan acara besar lainnya. Siap melayani pesanan sesuai dengan yang anda inginkan. Siap melayani pemesanan dalam jumlah sedikit maupun banyak. Siap mengantar sampai rumah,” tutupnya. (GUSTIRAHAYU-PBSI-STKIP)
