Pentingnya Pendidikan Keluarga dalam Mengatasi Tingginya Angka Perceraian di Indonesia

Pentingnya Pendidikan Keluarga dalam Mengatasi Tingginya Angka Perceraian di Indonesia
SHARE

PRABANGKARANEWS || Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menyatakan bahwa tingginya angka perceraian di Indonesia bisa diatribusikan kepada individu-individu yang memiliki dampak negatif atau dianggap sebagai “tokoh-tokoh beracun” dalam masyarakat.

Dalam upaya untuk mengurangi angka perceraian, Hasto menggarisbawahi peran penting pendidikan keluarga yang didasarkan pada nilai-nilai asah, asih, dan asuh. Ia juga menekankan bahwa pembangunan keluarga merupakan dasar utama bagi kemajuan bangsa, dan BKKBN memandangnya sebagai usaha untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dan hidup dalam lingkungan yang sehat.

Hasto menjelaskan bahwa untuk mencapai sasaran besar Indonesia Emas 2045, langkah penting melibatkan pembangunan ketahanan keluarga, dilansir dari Antaranews.com, Minggu (29/10/2023).

Baca Juga  Misi Besar Timnas Indonesia: Jalan Menuju Piala Dunia 2030 Kian Terbuka?

Tahun 2030 menjadi tonggak penting dalam perjalanan ini, dengan tujuan untuk mengatasi isu-isu seperti kelaparan, kemiskinan ekstrem, stunting, dan meningkatkan kualitas pendidikan. (*)