Audensi GMNI dan RSUD dr. Darsono Pacitan: Meningkatkan Pelayanan untuk Kesejahteraan Pasien
PRABANGKARANEWS || Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Darsono Kabupaten Pacitan, yang dinilai menurun oleh masyarakat, menjadi sorotan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pacitan. Awalnya, GMNI merencanakan aksi protes, tetapi akhirnya berubah menjadi sesi audensi antara GMNI dan pihak RSUD dr. Darsono.
Pada pertemuan tersebut, GMNI menyampaikan keprihatinan terkait pelayanan rumah sakit kepada pasien, terutama yang menggunakan BPJS dengan biaya mandiri. Kepala Tata Usaha RS, dr. Johan Tri Putranto, mewakili Direktur, mengutarakan bahwa RSUD dr. Darsono merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah daerah sejak tahun 1979 dan telah melayani masyarakat selama hampir 45 tahun.
Dr. Johan juga membahas permasalahan mendiagnosa pasien yang salah, menjelaskan bahwa diagnosa dimulai dari pertimbangan-pertimbangan medis dan harapan agar dokter selalu mengikuti perkembangan teknologi untuk meningkatkan ketepatan diagnosa.
Mengenai pelayanan bagi pengguna BPJS dan biaya mandiri, dr. Johan menjelaskan adanya tiga kelas BPJS, dan pelayanan disesuaikan dengan kriteria pengguna. Ketua GMNI Pacitan, Muhammad Tonis Dzikrullah, menyampaikan harapannya agar permasalahan pelayanan di RSUD dr. Darsono dapat diperbaiki ke depannya, dengan menekankan pentingnya humanisasi dalam pelayanan kesehatan. (Tonis)
