Bantu Pencegahan Stunting, Usahid Bentuk Kelompok Pendamping Stimulasi Produksi ASI
PRABANGKARANEWS, SURAKARTA – Bantu pencegahan stunting, Usahid bentuk kelompok pendamping stimulasi produksi ASI
Sebagai upaya mengurangi potensi atau mencegah terjadi stunting pada anak, Universitas Sahid (Usahid) Surakarta membentuk kelompok pendamping stimulasi produksi air susu ibu (ASI) di wilayah Kalijarak Tasikmadu Karanganyar Jawa Tengah.
Hal itu berkaitan dengan jumlah kejadian stunting yang ada di daerah tersebut yang masih cukup tinggi. Data terakhir, tercatat ada 18 kasus di kelurahan tersebut atau idealnya nol kasus atau maksimal lima kasus dalam satu daerah, tergantung jumlah bayi, jumlah kelahiran dan jumlah penduduk.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak bawah lima tahun (Balita) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Salah satu langkah dalam pencegahan stunting pada anak adalah melalui pemberian ASI eksklusif. ASI merupakan nutrisi terbaik untuk kesehatan bayi dan berperan signifikan dalam pencegahan stunting.
Pembentukan kelompok pendamping stimulasi produksi ASI ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai oleh pemerintah, program kemitraan masyarakat (PKM) 2023.
Ketua pengabdi yang merupakan Dosen Prodi Keperawatan Usahid Surakarta, Atik Aryani, menjelaskan selain pembentukan kelompok pendamping, kegiatan yang dilakukan pihaknya adalah bentuk pemberdayaan terhadap masyarakat melalui pemberian pengetahuan (pendidikan) tentang upaya pencegahan stunting dan pemberian keterampilan stimuli produksi ASI.
Pendidikan kesehatan tentang stunting, sasarannya merupakan ibu-ibu hamil, ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun serta kader Balita. Kegiatan penyuluhan diberikan dosen Prodi Keperawatan Minat Keperawatan Anak Usahid Surakarta, Lutfika Daru Azmi, dan Agus Prihantoyo dari Ketua Persatuan Ahli Gizi Kota Surakarta. Untuk kegiatan pelatihan yang diberikan berupa pemberian keterampilan bagi kader Balita dalam stimulasi produksi ASI.
Jenis pelatihan untuk stimulasi ASI berupa pijat oksitosin, perawatan payudara, dan deteksi stunting pada anak. Kegiatan tersebut diikuti oleh para kader Balita dari tujuh unit Posyandu di Desa Kalijirak, Tasikmadu, Karanganyar.
Lebih lanjut Atik menjelaskan tentang kelompok pendamping stimulasi produksi ASI yang merupakan para kader Balita. Mereka memiliki peran, mengedukasi masyarakat umum tentang pentingnya pemberian ASI dan bagaimana cara menstimuli produksi ASI kepada ibu hamil, ibu setelah melahirkan dan ibu menyusui.
Selain itu Kelompok pendamping juga berperan dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak bawah dua tahun (Baduta) pada kegiatan Posyandu Balita sebagai langkah awal dalam melakukan deteksi dini masalah stunting.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan selama periode Agustus-November 2023.
Setelah semua rangkaian kegiatan selesai, dilanjutkan penyerahan barang teknologi tepat guna berupa timbangan digital, buku monitoring kelompok pendamping stimulasi produksi ASI, modul pelatihan, dan barang lainnya penunjang kegiatan kader dalam melaksanakan kegiatan edukasi pijat oksitosin.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Usahid Surakarta, Widoyono, menambahkan jika pihaknya turut melakukan montoring dan evaluasi, untuk menjamin keberlangsungan dan keberhasilan program.
Dengan demikian, sejauh mana peran dan fungsi kader dalam melaksanakan tugasnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil, ibu menyusui dan ibu Baduta dalam mestimulasi produkasi ASI serta melaksanakan deteksi dini masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak, dapat diketahui.
Sekretaris Desa Kalijirak, Heru Wiranto, menyatakan kegiatan pengabdian yang dilakukan tim Usahid Surakarta sangat bermanfaat bagi masyarakat dan berharap ada tindak lanjut dari kegiatan dalam rangka meningkatkan keterampilan bagi kader.
Kader merupakan kelompok masyarakat yang dianggap paling dekat dengan masyarakat, sehingga diharapkan dapat mempengaruhi warga dalam pemberian informasi kesehatan terutama dalam pencegahan stunting pada anak.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim Usahid Surakarta sangat membantu kami mengingat angka stunting yang cukup tinggi di wilayah Karanganyar. Adanya kegiatan ini sangat efektif dalam menekan angka kejadian stunting, “ tambah Bidan Desa, Ike.
