Eksplorasi Seni Tari Tradisional Jawa Melalui Tari Tribuana Tunggadewi
PRABANGKARANEWS || MOJOKERTO – Sebagai Asisten Pendata Objek Pemajuan Kebudayaan dalam program Magang Bersertifikat Kebudayaan dari Direktorat Pelindungan Kebudayaan dengan penempatan di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, kami menyajikan “Kampanye Digital Objek Pemajuan Kebudayaan: Tari Tribuana Tunggadewi” yang merupakan hasil kontribusi mahasiswa magang. Dalam kampanye digital ini, fokus dokumentasi ditujukan pada salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan, yaitu Seni tari modern Jawa dalam bentuk Tari Tradisional.
Tarian ini diinspirasi oleh nama Ratu Tribhuana Tunggadewi, penguasa ketiga Kerajaan Majapahit pada periode 1328-1350 M. Tribhuana Tunggadewi dikenal sebagai pemimpin wanita, seorang ksatria yang memperjuangkan kejayaan Majapahit, serta seorang ibu yang melahirkan para raja berani, dikutip dari istagram bpk_wilayah_11, Selasa (2/1/24).
Ksatria wanita ini terkenal karena keanggunan dan keberaniannya, terlibat langsung dalam medan perang, dan berhasil memperluas wilayah Kerajaan Majapahit dengan keberanian, kebijaksanaan, dan kecerdasannya.
Tribuana Tunggadewi merupakan anak dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, dan cucu dari Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari. Kampanye digital ini bertujuan untuk mendokumentasikan keindahan dan keberagaman seni tari tradisional Jawa, khususnya yang terinspirasi oleh tokoh bersejarah seperti Tribhuana Tunggadewi.
