Wayang Beber Pacitan Pertunjukan Berkembang Jaman Raja Prabu Brawijaya V
PRABANGKARANEWS || Menurut Tri Hartanto, pewaris Wayang Beber Pacitan diperkirakan bermula pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya V, yang kemudian dilanjutkan oleh Prabu Sungging Prabangkara pada abad ke-14.
Pada tahun 1433 atau 1511 Masehi, saat Kerajaan Majapahit berada dalam masa kejayaannya dengan penanggalan candra sengkalan “Geni Murub Siniram Jalma”, Wayang Beber dibawa ke Demak oleh Sultan Syah Alam Akbar I.
Menurut Dharsono (2015), wayang beber yang terdapat di Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, diyakini sudah ada sejak masa Majapahit. Dharsono juga menyatakan bahwa wayang beber diciptakan pada awal abad ke-16, pada masa Majapahit sebelum pusat kebudayaan pindah ke Demak, Jawa Tengah, pada tahun 1522 Masehi.
Pada periode tersebut, Wayang Beber dihiasi dengan pola garis-garis pada setiap tokoh wayangnya agar tidak tampak serupa dengan manusia. Hal ini sesuai dengan pendapat Tri Hartanto bahwa Wayang Beber Pacitan awalnya ada di Demak dan dihias dengan garis-garis oleh Sunan Kalijaga.
Temuan ini juga didukung oleh catatan tentang kontribusi Sunan Kalijaga dari tahun 1450 hingga 1513 sebagai anggota penting di Keraton Majapahit, Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon, dan Banten.
Sumber: Dharsono. 2015. Estetika Nusantara. Surakarta: ISI Press.
