Legenda Gua Kalak dalam Perspektif Pemajuan Kebudayaan dan Sejarah Lokal Jawa Selatan (Dana Indonesiana 2025)
PRABANGKARANEWS.COM, OPK-CB – Gua Kalak berlokasi di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Dalam tradisi tutur masyarakat setempat, situs ini dikaitkan dengan peristiwa pada sekitar abad ke-13 M, ketika R. Panji / R. Prawiro Yudho / Pangeran Kalak melakukan laku semedi di dalam gua tersebut untuk memohon petunjuk kepada Sang Penguasa Alam Semesta.
Laku spiritual ini dipercaya berkaitan dengan amanat ayahandanya, Brawijaya Akhir, mengenai pendirian sebuah kekuasaan baru. Dari proses tapa tersebut, Pangeran Kalak diyakini memperoleh petunjuk untuk membuka Alas Wiranti dan mendirikan sebuah kerajaan bercorak Hindu yang dalam tradisi lokal dikenal sebagai Kerajaan Wiranti/Kalak.
Dalam perspektif kebudayaan, tradisi lisan mengenai Gua Kalak memiliki relevansi kuat dengan kebijakan Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.
Regulasi tersebut menempatkan tradisi lisan sebagai salah satu dari sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan yang wajib dilindungi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan dibina. Dengan demikian, kisah-kisah lokal, legenda, serta narasi tokoh spiritual yang hidup dalam masyarakat tidak sekadar cerita, tetapi menjadi bagian penting dari upaya dokumentasi dan pelestarian identitas budaya bangsa.
Setelah pembukaan Alas Wiranti, tradisi lisan menyebut bahwa kelompok masyarakat yang berasal dari jejaring Majapahit mulai membuka wilayah baru dan mengembangkan sistem pertanian.
Jejak pengetahuan agraris tersebut tercermin dalam praktik terasering di kawasan perbukitan dan lahan kering Pacitan, yang menunjukkan adaptasi manusia terhadap lanskap karst secara berkelanjutan. Gua Kalak kemudian berkembang menjadi ruang spiritual yang dihormati lintas generasi, sekaligus tempat laku prihatin yang disakralkan oleh masyarakat hingga saat ini.
Dalam kerangka Objek Pemajuan Kebudayaan, Gua Kalak merepresentasikan keterpaduan unsur sejarah, tradisi lisan, religi, pengetahuan tradisional, serta situs budaya.
Situs ini merekam relasi antara spiritualitas, proses pembentukan kekuasaan lokal, dan kemampuan adaptasi manusia terhadap lingkungan alam. Oleh karena itu, Gua Kalak penting untuk terus diinventarisasi, dilindungi, dan dikaji lebih lanjut sebagai bagian dari warisan budaya yang memperkaya sejarah Jawa bagian selatan serta identitas kultural Kabupaten Pacitan.
