Seruan dari Tugu Jogja: Ayo Pak Prabowo, Pimpin Dunia Hentikan Genosida di Palestina!”

Seruan dari Tugu Jogja:  Ayo Pak Prabowo, Pimpin Dunia Hentikan Genosida di Palestina!”
SHARE

PRABANGKARANEWS, YOGYAKARTA – Puluhan peserta aksi simpatik menggelar demonstrasi di Tugu Yogyakarta pada Minggu (21/9/2025) dengan membawa spanduk besar bertuliskan seruan kepada Presiden Prabowo: “Ayo pimpin dunia hentikan genosida di Palestina!”. Aksi ini berlangsung serentak di lebih dari 11 kota di Indonesia dalam rangkaian kegiatan car free day, dengan payung sebagai simbol perlindungan bagi warga Gaza dari serangan bom dan peluru.

Peserta aksi juga mengajak masyarakat menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan. Antusiasme terlihat bukan hanya dari orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang ikut menorehkan tanda tangan. Hal ini mencerminkan luasnya dukungan publik terhadap seruan agar Indonesia tampil memimpin upaya menghentikan genosida di Palestina.

Baca Juga  Partai Kebangkitan Bangsa Pacitan Mendaftar ke KPU dengan Odong-Odong

Forum Peduli Palestina Nasional (FPN) menegaskan pentingnya kepeloporan Indonesia. Riset akademisi internasional, Prof. Richard Hil dan Dr. Gideon Polya, menunjukkan korban jiwa di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 680 ribu orang, termasuk 380 ribu balita. Kondisi ini semakin parah karena Amerika Serikat untuk keenam kalinya memveto resolusi gencatan senjata permanen di Dewan Keamanan PBB pada 19 September 2025.

Indonesia sejatinya memiliki modal sejarah yang kuat, mulai dari Konferensi Asia Afrika 1955 hingga peran penting dalam mendirikan Gerakan Non Blok (GNB). Presiden Prabowo sendiri sejak awal masa jabatannya pada 20 Oktober 2024 konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, baik dalam forum internasional seperti KTT D8 di Mesir, Parlemen Turki, Antalya Diplomacy Forum, Parlemen OKI, hingga pertemuan bilateral dengan para kepala negara.

Baca Juga  Tongkat Komando Wijayakusuma Diserahterimakan

Momentum pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB pada 23 September mendatang dipandang strategis untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam menunaikan amanat konstitusi: menghapus penjajahan di muka bumi dan mewujudkan perdamaian dunia yang adil dan abadi.