Cuaca Tidak Menentu Melanda Desa Purwoharjo, Karangtengah, Wonogiri Menjelang Akhir Tahun 2025
PRABANGKARANEWS, WONOGIRI – Perubahan cuaca yang tidak menentu melanda Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menjelang akhir tahun 2025. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, mulai dari hujan deras yang turun secara tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara panas terik dalam waktu yang relatif singkat.
Fenomena cuaca tidak stabil ini mulai dirasakan warga sejak awal Desember 2025. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kerap terjadi pada sore hingga malam hari, sementara pada pagi hingga siang hari suhu udara meningkat cukup tajam. Perubahan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di berbagai dusun di wilayah Desa Purwoharjo.
Di sejumlah dusun, seperti Dusun Ciro, Dusun Gading, dan wilayah sekitarnya, angin kencang dilaporkan sering terjadi dan menyebabkan batang-batang bambu tumbang ke badan jalan. Kondisi ini menghambat arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Warga bersama perangkat desa secara bergotong royong melakukan pembersihan agar akses jalan kembali normal.
Selain angin kencang, kabut tebal juga kerap muncul pada siang hari di beberapa titik jalan desa. Kabut tersebut menghalangi jarak pandang pengguna jalan, terutama di jalur yang melintasi area persawahan dan perbukitan. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua.
Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga memicu terjadinya longsoran-longoran kecil di pinggir jalan desa. Longsoran tanah tersebut umumnya berasal dari tebing kecil di sisi jalan penghubung antar dusun, sehingga menyebabkan sebagian badan jalan menjadi licin dan menyempit.
Salah satu warga Dusun Ciro, Falan Akhyar, Selasa (23/12/25) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tengah menjalani libur akhir tahun dan pulang ke kampung halaman, mengaku terkejut dengan kondisi cuaca yang terjadi. Ia mengatakan bahwa perubahan cuaca di daerahnya kini terasa jauh lebih ekstrem dibandingkan sebelumnya.
“Saya sudah cukup lama tidak pulang ke kampung sejak kuliah di Yogyakarta. Dulu memang cuacanya kadang berubah, tapi sekarang terasa lebih sering dan tidak menentu. Kadang siang panas sekali, lalu tiba-tiba hujan deras dan angin kencang,” ujar Falan.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengejutkan karena berbeda dengan cuaca yang biasa ia rasakan sebelum merantau untuk kuliah. Ia juga menilai bahwa perubahan cuaca ini perlu diantisipasi bersama agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Pemerintah Desa Purwoharjo mengimbau masyarakat di seluruh dusun agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat hujan deras, angin kencang, dan kondisi berkabut, serta segera melaporkan kejadian berbahaya kepada aparat desa.
Perubahan cuaca yang tidak menentu menjelang akhir tahun 2025 ini diperkirakan dipengaruhi oleh peralihan musim dan dinamika iklim global. Masyarakat Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
Penulis: Muhammad Nasyaruddin – PBSI STKIP PRI Pacitan
