Tiga Prajurit TNI Gugur dalam 24 Jam Saat Bertugas di Misi Perdamaian UNIFIL Lebanon
PRABANGKARANEWS.COM – Dua prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur pada 30 Maret 2026. Dengan kejadian ini, total tiga personel penjaga perdamaian Indonesia meninggal dunia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Sebelumnya, seorang prajurit bernama Praka Farizal Rhomadhon juga dilaporkan tewas dalam insiden terpisah sehari sebelumnya, dilansir dari @Seasianews Rabu (1/4/26).
Dua korban terbaru tersebut diketahui merupakan Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL, yakni Mayor Inf ZA dan Sertu I. Keduanya dilaporkan tengah berupaya mengevakuasi seorang prajurit Indonesia yang terluka ketika konvoi yang mereka tumpangi mengalami serangan.
Menurut laporan media Republika, konvoi tersebut diduga diserang oleh pasukan Israel. Namun, dalam laporan lain disebutkan bahwa ledakan yang menghantam kendaraan konvoi berasal dari sumber yang belum dapat dipastikan. Mengutip laporan The New York Times, dua personel penjaga perdamaian PBB yang berada dalam konvoi tersebut tewas setelah kendaraan mereka terkena ledakan di wilayah selatan Lebanon.
Ledakan dilaporkan terjadi di dekat wilayah Bani Haiyyan, yang menghancurkan kendaraan terdepan dalam rombongan konvoi. Selain korban meninggal dunia, beberapa personel Indonesia lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk satu orang yang mengalami cedera serius.
Insiden ini terjadi sehari setelah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, mengecam keras kematian seorang penjaga perdamaian Indonesia di wilayah selatan Lebanon. Situasi keamanan di kawasan operasi UNIFIL dilaporkan semakin berbahaya seiring meningkatnya bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok Hezbollah, yang terjadi bersamaan dengan perluasan operasi darat Israel di Lebanon.
Saat ini sekitar 10.000 personel penjaga perdamaian UNIFIL dikerahkan di kawasan tersebut. Misi perdamaian PBB di Lebanon sendiri telah berlangsung sejak 1978. Gugurnya tiga prajurit Indonesia dalam waktu singkat ini menjadi pukulan serius bagi keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian internasional. Hingga laporan ini disampaikan, pihak Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
