Diskusi Literasi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitanian, Harapan Besar Pasca Kunjungan Menteri Kebudayaan

Diskusi Literasi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitanian, Harapan Besar Pasca Kunjungan Menteri Kebudayaan
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, Pacitan – Suasana hangat diskusi literasi mewarnai pertemuan para penulis buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri di Kantin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Rabu (1/4/2026). Pertemuan ini merupakan bagian dari diskusi rutin yang digelar oleh para penulis dalam rangka memperkaya materi dan kajian terkait objek pemajuan kebudayaan di Pacitan.

Diskusi tersebut melibatkan penulis buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri jilid 1, 2, dan 3, sekaligus membahas proses penyusunan jilid ke-4 serta sejumlah rencana penulisan buku lain yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Pacitan. Dua penulis yang terlibat aktif dalam diskusi tersebut, yakni Amat Taufan dan Agoes Hendriyanto, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan kerja Fadli Zon ke Pacitan pada Jumat (27/3/2026).

Baca Juga  Catatan dari Webinar Internasional CSEAS: Perjalanan Panjang Jammu dan Kashmir Menuju Kemakmuran

Menurut Agoes Hendriyanto, kedatangan Menteri Kebudayaan tersebut merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Pacitan. Ia menilai kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kekayaan sejarah, budaya, adat, serta jejak peradaban yang tersimpan di wilayah Pacitan.

“Pacitan memiliki banyak situs yang tidak hanya penting bagi sejarah lokal, tetapi juga memiliki nilai bagi peradaban dunia. Kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi tanda bahwa potensi besar ini mulai mendapatkan perhatian,” ujarnya dalam diskusi.

Sementara itu, Amat Taufan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan menjelaskan bahwa kunjungan Menteri Kebudayaan ke Pacitan berlangsung setelah rangkaian kegiatan besar bertajuk Pameran Pusaka Luwung yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Pacitan tahun 2026. Pameran tersebut menampilkan berbagai pusaka bersejarah, termasuk koleksi pusaka pribadi Menteri Kebudayaan, pusaka milik Presiden Republik Indonesia, serta pusaka dari para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Pacitan. Kegiatan itu dilaksanakan di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan pada Februari lalu.

Baca Juga  Kepolisian Larang Pengerahan Massa Sidang Praperadilan Habib Rizieq Shihab di PN Jakarta Selatan

Melalui kunjungan tersebut, masyarakat Pacitan berharap adanya dukungan program nyata dari Kementerian Kebudayaan. Hal ini penting mengingat banyaknya situs sejarah dan jejak peradaban yang membutuhkan perhatian serius, sementara kemampuan anggaran pemerintah daerah masih terbatas.

Sejumlah situs yang diharapkan dapat memperoleh dukungan pengembangan antara lain kawasan Monumen Jenderal Soedirman Pacitan, penguatan fasilitas edukasi di Museum Song Terus, serta gagasan pembangunan miniatur rumah kuno leluhur masyarakat Pacitan sebagai media edukasi sejarah budaya.

Selain itu, para pegiat literasi dan kebudayaan juga berharap adanya program pemajuan kebudayaan yang lebih luas, meliputi penguatan literasi adat, pengembangan seni dan sastra, produksi film budaya, hingga berbagai kegiatan yang dapat menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal sejarah dan warisan leluhur bangsa.

Baca Juga  Toponimi Widoro dan Legenda Citus Pohon Bidara di Donorojo, Pacitan

Diskusi literasi ini menjadi salah satu langkah kecil namun penting dalam upaya merawat ingatan kolektif masyarakat Pacitan. Di tengah pesatnya perkembangan era digital, para penulis dan pemerhati sejarah berharap warisan budaya dan situs peradaban yang ada tidak semakin terlupakan oleh zaman, melainkan justru semakin dikenal dan dijaga keberadaannya oleh generasi penerus.