Dies Natalis ke-34 STKIP PGRI Pacitan: Apresiasi Dosen dan Karyawan Berprestasi, Wujud Penguatan Budaya Akademik
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Memasuki usia ke-34 tahun, STKIP PGRI Pacitan menandai tonggak penting perjalanan institusinya dengan mempersiapkan transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi universitas. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperluas mandat akademik, memperkaya pilihan program studi, sekaligus memperkuat daya saing di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Agenda besar tersebut disampaikan Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, saat menyampaikan laporan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-34 yang mengusung tema “Menguatkan Tradisi Akademik, Membangun Masa Depan Pendidikan”, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, perubahan bentuk kelembagaan bukan sekadar pergantian nama atau status, melainkan sebuah ikhtiar untuk meningkatkan kapasitas institusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Kendati demikian, jati diri STKIP PGRI Pacitan sebagai perguruan tinggi yang berakar kuat pada bidang kependidikan tetap menjadi fondasi utama yang akan terus dipertahankan.
Di tengah persiapan menuju transformasi tersebut, STKIP PGRI Pacitan juga mencatat berbagai capaian membanggakan. Sepanjang tahun 2025, kampus ini berhasil meluluskan 318 mahasiswa dari tujuh program studi.
Kepercayaan dari pemerintah juga terus mengalir, salah satunya melalui kerja sama dengan Kemendikdasmen dalam penyelenggaraan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Penguatan mutu akademik turut tercermin dari peningkatan status akreditasi program studi. Berdasarkan data LAMDIK dan PDDIKTI tahun 2026, empat program studi berhasil meraih peringkat “Baik Sekali”. Dengan capaian tersebut, kini tujuh program studi di lingkungan STKIP PGRI Pacitan berstatus akreditasi “Baik Sekali”, sementara satu program profesi memperoleh akreditasi “Baik”.
Kontribusi nyata kampus dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional juga terlihat melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selama periode 2025 hingga 2026, sebanyak 973 guru berhasil menyelesaikan program dan memperoleh sertifikat profesi sebagai pendidik profesional.
Prestasi lain datang dari bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun 2025, STKIP PGRI Pacitan meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi PGRI Berprestasi Non-Universitas.

Dalam ajang tersebut, kampus ini berhasil menempati peringkat pertama kategori Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, peringkat kedua kategori SDM dan Kelembagaan, serta peringkat kedua kategori Kerja Sama. Selain itu, tiga proposal penelitian dan satu program pengabdian masyarakat dosen STKIP PGRI Pacitan juga berhasil memperoleh pendanaan dari Kemendiktisaintek.
Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa STKIP PGRI Pacitan turut mengharumkan nama almamater melalui ajang Porsenasma V Perguruan Tinggi PGRI se-Indonesia tahun 2025 dengan raihan dua medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi digital, kampus juga menambah fasilitas berupa laboratorium teknologi informasi yang baru.
Sementara itu, penguatan tata kelola kelembagaan terus dilakukan melalui berbagai langkah strategis, termasuk persiapan digitalisasi sistem kepegawaian secara bertahap guna meningkatkan efektivitas administrasi dan pengelolaan data institusi.
Momentum Dies Natalis ke-34 juga dimanfaatkan untuk memperkuat budaya organisasi melalui internalisasi nilai-nilai kelembagaan yang dirumuskan dalam akronim “PENDIDIK”, yakni Progresif, Efisien-Efektif, Normatif, Desideratif, Interaktif, serta Kreatif-Konstruktif.
Selain itu, kampus meluncurkan budaya kerja baru bertajuk “PRADIPA” yang mengedepankan nilai Profesional, Religius, Amanah, Dinamis, Inovatif, Pelayanan, dan Akuntabel sebagai pedoman dalam membangun organisasi yang unggul dan berkelanjutan.
Ke depan, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi akan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, persaingan global, hingga dinamika sosial menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
Karena itu, keberhasilan transformasi STKIP PGRI Pacitan menuju universitas memerlukan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, yayasan, alumni, hingga para mitra strategis.
Dies Natalis ke-34 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus membangun budaya akademik yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Berbagai capaian yang telah diraih merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan seluruh civitas akademika, sementara berbagai tantangan yang pernah dihadapi menjadi pelajaran berharga untuk melangkah lebih kuat ke depan.
Dengan semangat kebersamaan, berlandaskan nilai-nilai PENDIDIK dan budaya kerja PRADIPA, STKIP PGRI Pacitan optimistis dapat memasuki babak baru sebagai institusi pendidikan tinggi yang semakin maju, adaptif, dan kontributif dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.
Sebab, masa lalu adalah guru terbaik, masa kini adalah ruang pengabdian, dan masa depan adalah cita-cita bersama yang harus diwujudkan demi kemajuan pendidikan dan peradaban bangsa.

Pada momentum Dies Natalis ke-34, STKIP PGRI Pacitan juga memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang menunjukkan kinerja, dedikasi, serta prestasi terbaik dalam mendukung kemajuan institusi. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kampus atas kontribusi nyata sivitas akademika dalam mewujudkan budaya akademik yang unggul dan profesional.

Penghargaan bagi dosen diberikan dalam beberapa kategori, meliputi bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu pada capaian skor SINTA 3 Tahun (3Yr), bidang pengajaran berdasarkan kinerja akademik dan pembelajaran, serta penghargaan atas partisipasi dan prestasi dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan kompetensi. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi dosen untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Selain itu, STKIP PGRI Pacitan juga memberikan penghargaan kepada tenaga kependidikan (karyawan) berprestasi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, loyalitas, disiplin, serta kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan akademik dan tata kelola kelembagaan. Melalui apresiasi tersebut, kampus berharap dapat menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat budaya organisasi yang berorientasi pada mutu dan pelayanan prima.
