Mahasiswa MBKM UNS Digitalkan 53 Naskah Kuno dan Susun 157 Metadata di Balai Pelestarian Kebudayaan DIY
PRABANGKARANEWS.COM, Yogyakarta — Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Hibah Pembelajaran Berdampak (JARPAK) berhasil mendigitalkan 53 naskah kuno dan menyusun 157 metadata naskah selama menjalani program magang di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode Maret–Juni 2026.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Presentasi Hasil Akhir dan Penarikan Mahasiswa Magang yang berlangsung di Ruang Sidang Unit Dalem Jayadipuran, Yogyakarta, Senin (22/6).
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan DIY, Riris Purbasari, mengatakan kontribusi mahasiswa memberikan dampak positif bagi upaya pelestarian koleksi manuskrip yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
“Kami mengapresiasi dedikasi dan kerja keras mahasiswa selama mengikuti program magang di BPK DIY. Hasil digitasi dan penyusunan metadata yang telah dicapai menjadi kontribusi nyata dalam mendukung preservasi naskah kuno sekaligus memperluas akses terhadap sumber-sumber pengetahuan yang terkandung di dalamnya,” ujar Riris.
Menurut dia, digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat sebagian koleksi naskah masih tersimpan dalam bentuk fisik dan rentan mengalami kerusakan akibat faktor usia, lingkungan, maupun intensitas penggunaan.
Program magang tersebut berfokus pada kegiatan digitasi dan penyusunan metadata terhadap koleksi naskah kuno yang tersimpan di BPK DIY. Melalui proses alih media digital, naskah-naskah yang sebelumnya hanya dapat diakses secara langsung kini memiliki salinan digital yang lebih aman untuk kebutuhan dokumentasi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain menghasilkan 53 naskah terdigitasi, mahasiswa juga berhasil menyusun 157 metadata yang memuat berbagai informasi penting mengenai identitas koleksi, kondisi fisik, ukuran, bahasa, aksara, serta deskripsi isi naskah.

Ketua Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya UNS, Hanifullah Syukri, menilai program tersebut menunjukkan bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lembaga mitra.
“Program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan kompetensi akademiknya dalam menyelesaikan kebutuhan riil di lapangan. Selain memperoleh pengalaman profesional, mereka juga turut berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya bangsa melalui pendekatan keilmuan dan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama magang akan memperkuat kompetensi mereka di bidang filologi, pernaskahan, dokumentasi budaya, pengelolaan data, serta kerja kolaboratif lintas institusi.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ketersediaan perangkat digitasi, kebutuhan penyesuaian pencahayaan dan pengaturan kamera, serta kondisi fisik beberapa naskah yang rapuh dan memerlukan penanganan khusus.
Meski demikian, seluruh target program dapat diselesaikan sesuai rencana melalui pendampingan intensif dari pihak BPK DIY dan dosen pembimbing.
Dosen Pembimbing Program MBKM JARPAK, Asep Yudha Wirajaya, mengatakan hasil yang dicapai mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat pelestarian manuskrip Nusantara.
“Pelestarian naskah tidak cukup hanya dengan menjaga fisiknya, tetapi juga memastikan informasi yang terkandung di dalamnya dapat terus diakses oleh generasi mendatang. Karena itu, digitalisasi dan metadata menjadi langkah strategis yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelestarian budaya, program tersebut diharapkan dapat menjadi model penguatan ekosistem pelestarian manuskrip berbasis teknologi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Penulis: Asep Yudha Wirajaya
