Luncurkan Setetes Tinta Peradaban Pacitanian, Dinas Perpustakaan Pacitan Perkuat Literasi Sejarah dan Budaya Lokal
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan resmi meluncurkan buku Setetes Tinta Peradaban Pacitanian: Jejak Memori dan Warisan Budaya Pacitan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Senin (29/6/2026). Peluncuran buku ini menjadi puncak rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Konten Lokal Pacitan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perpustakaan Nasional RI Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri narasumber Bimtek, yakni Dr. Agoes Hendriyanto, Saptanto Hari Wibawa, dan Frend Mashudi. Turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, para penulis terpilih, serta panitia penyelenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agoes Hendriyanto menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan yang kembali dipercaya oleh Perpustakaan Nasional RI memperoleh pendanaan DAK Nonfisik pada tahun 2026.
“Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan yang untuk kedua kalinya dipercaya memperoleh Dana DAK Nonfisik dari Perpustakaan Nasional. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun budaya literasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, beserta seluruh tim atas berbagai inovasi yang terus dilakukan dalam meningkatkan literasi masyarakat Pacitan.
“Salut atas kepemimpinan Bapak Amat Taufan beserta seluruh tim yang terus berupaya menghadirkan berbagai program literasi. Semoga pada tahun 2027 Perpustakaan Nasional kembali memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Pacitan untuk memperoleh Dana DAK, meskipun saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, menjelaskan bahwa buku Setetes Tinta Peradaban Pacitanian merupakan hasil seleksi karya peserta Bimbingan Teknis Penulisan Konten Lokal Pacitan yang telah berlangsung sejak Maret 2026.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta, mulai dari mahasiswa, pelajar, guru, ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.

“Dari 71 peserta yang mengikuti Bimtek, sebanyak 31 penulis berhasil lolos seleksi dan karya mereka diterbitkan dalam buku Setetes Tinta Peradaban Pacitanian: Jejak Memori dan Warisan Budaya Pacitan,” jelasnya.
Adapun 31 penulis yang karyanya terpilih adalah:
- Rofiatus Sya’adah
- Yunita Eka Sari
- Nur Farida, S.Hum.
- Putri Maharani
- Yunita Wulandari
- Aprilia Ayu Pratiwi
- Rifana Fitriani
- J.A. Firdausi
- Sigma Regita Pinkylicollins Setyawan
- Anik Fitriyani
- Nasihatun Nuwamil Ihsana
- Tatang Luxito Utomo
- Risma Aprilia
- Angel Aulia Rahmawati
- Hanisya Listyadani
- Anisa Widya Nur Rahma
- Khrisna Adhi Pradana, M.Pd.
- Anang Cahyo
- Isnia Sholihul Huda
- Binti Mardhiyah, S.Pd.I.
- Ica Endang Lestari
- Muhammad Andy Pradana
- Yuwahidu Miftahul Huda
- Aprilia Primaryanti
- Eka Ayu Risqinawanti
- Rizki Putri Khabibbah
- Nada Puspita Sari
- Riska Putri Khoirunisa
- Ahmad Nur’aini Saputro
- Indra Risjeky Prasetya
- Fima Sri Rahayu, S.Pd., Gr.
Amat Taufan menjelaskan, buku tersebut memuat beragam tulisan mengenai sejarah, budaya, tradisi, tokoh, situs, serta kekayaan lokal Pacitan yang merekam perjalanan peradaban daerah dari masa prasejarah hingga masa kini. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi referensi penting bagi masyarakat sekaligus memperkuat dokumentasi sejarah dan budaya lokal.
Menurutnya, penerbitan buku ini bukan sekadar menghasilkan karya tulis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian memori kolektif masyarakat Pacitan melalui gerakan literasi berbasis konten lokal.
“Diharapkan buku ini mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk terus menulis, mendokumentasikan, dan melestarikan sejarah serta budaya Pacitan agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. Perpustakaan harus hadir sebagai pusat literasi yang mampu menjaga warisan intelektual daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya baca dan menulis,” pungkasnya.
Peluncuran Setetes Tinta Peradaban Pacitanian menjadi bukti nyata sinergi antara Perpustakaan Nasional RI, Pemerintah Kabupaten Pacitan, para narasumber, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berorientasi pada pelestarian sejarah, budaya, serta identitas lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
