Tanaman Porang Primadona Tanaman Budidaya Era Millenial

Tanaman Porang Primadona Tanaman Budidaya Era Millenial
SHARE

Prabangkaranews.com – Porang (amorphophallus mueleri blume) bagi masyarakat awan yang belum menderang istilah Porang pasti dalam pikirannya akan mengarah pada tanaman suweg. Jika melihat sekilas dari umbinya memang mirip. Namun demikian Porang yang sekarang menjadi primadona budidaya tanaman umbi-umbian dan menjadi daya magnet baik bagi pemerintah, akademisi, pebisnis, petani, bahkan untuk ajang kampanye baik legislatif,

Oleh sebab itu Tanaman Porang menjadi primadona baik itu yang berlatar belakang petani mauapun bukan petani yang tergiur untuk belajar menjadi petani porang karena tanaman porang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi serta merupakan komoditas eksport. Jika berhubungan dengan eksport pasti akan menjadi daya tarik bagi pemilik modal untuk menginvestasikan dananya untuk budidaya tanaman Porang.

Sebelum kita terlalu jauh membahsanya tanaman Porang lebih baik kita melihat ciri-ciri morfologinya. Termasuk tanaman umbi-umbian, tumbuhnya pada wilayah atau daerah yang tidak tergenang air. Sangat baik tumbuh pada semua tipe tanah namun yang menjadi catatan jangan pada wilayah rawa-rawa. Sebaiknya di wilayah pegubungan kapur

Baca Juga  Dewan Kesenian Ponorogo Bentuk Cabang Organik di Setiap Kecamatan untuk Perkuat Seni dan Budaya

Untuk lebih mengenal dan membedakan tanaman Porang dengan tanaman lainnya seperti: 1) suweg (amorphophallus campanulatus forma hortensis), 2) walur (amorphophallus campanulatus forma sylvestris), dan 3) iles-iles puti (amorphophallus variabilis)

Dilihat secara fisik tanaman porang atau dalam istilah Ilmu Pertanian Morfologi tanaman atau sering disebut dengan ciri fisiknya secara sekilas hampir sama terutama bentuk batang dan umbinya, namun demikian ada yang membedakan ketiga tanaman tersebut di atas dengan tanaman Porang. tetapi ada beberapa ciri-ciri yang membedakan tanaman porang dengan 3 tanaman tersebut, ciri-cirinya sebagai berikut.

Porang (amorphophallus mueleri blume)

Pertama, daunnya lebar,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda. Kedua bentuk batang kulit batang halus dan berwarna belang-belang hijau dan putih. Ketiga, pada permukaan umbi tidak ada bintil, umbi berserat halus (seperti kristas) dan berwarna kekuningan keorenan. Keempat, pada setiap pertemuan cabang ada bubil/katak (bibit porang.

Baca Juga  Kementerian PUPR Bangun Tanggul Pantai di Jakarta, Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Suweg (amorphophallus campanulatus forma hortensis)

Cirinya sebagai berikut: Pertama, daun  kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda mengkilap. Kedua, batang,   kulit batang agak kasar (ada duri) dan berwarna belang-belang hijau dan putih. Ketiga, umbi pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih. Keempat, pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak. Kelima umbi bisa dikonsumsi setelah direbus.

Walur (amorphophallus campanulatus forma sylvestris)

Cirinya sebagai berikut: Pertama daun kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau muda mengkilap. Kedua, batang   kulit batang kasar dan berwarna hijau keunguan dan bercak putih. Ketiga, umbi pada permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan berwarna putih. Keempat, pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak.

Iles-iles putih (amorphophallus variabilis)

Ciri-ciri iles-iles sebagai berikut; Pertama, daun kecil,ujung daun runcing dan berwarna hijau tua. Kedua, batang kulit batang halus dan berwarna keunguan dan bercak putih. Ketiga, bentuk umbi, pada permukaan umbi  ada bintil, umbi berserat halus dan berwarna putih. Keempat, pada setiap pertemuan cabang tidak ada bubil/katak.

Baca Juga  Gubernur Kaltim Tegaskan Pembangunan IKN Terus Berjalan dan Ramai Dikunjungi Wisatawan

Dari beberapa ciri di atas yang perlu digarisbawahi yang menjadi ciri khas Tanaman Porang dengan ketiga tanaman umbi (walur, iles-iles, suweg yang sekilas mirip adalah dari perbedaan ciri-ciri tanaman porang adalah tanaman porang pada setiap pertemuan cabang daun ada bubil/katak (bibit porang) sedangkan tanaman lain tidak ada, dan umbi porang jika dibelah berwarna kuning keorenan dan teksturnya seperti kristal.

Walaupun tanaman Porang umurnya 3 tahun, yang ditanaman di lahan perhutani di sela-sela tanaman Hutan Produksi. Namun sekarang sudah dibudidayakan di lahan pertanian tumpang sari dengan jagung dan sejenisnya. Semoga bisa bermanfaat artikel Tanaman Porang (Penulis tim Prabangkaranews)