Prime HeadlineBeritalogyJurna CoreTasty Plate PediaBeauty Glow Pediakilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To Findslot gacoraloha4daloha4daloha4dBrivifyjuliet4d loginjuliet4djuliet4d linkjuliet4d loginbima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibima88entropi susunan komplekshit rate fiturmultiplier nilai ekstremprobabilitas distribusi bonusrangkaian ikon padatrng simbol langkartp variasi hasilscatter pergeseran ritmevolatilitas hasil berdekatanwild momentum digitaleksplorasi strategi permainan modernfenomena simbol langka dan hubungannyakemenangan besar popularitas teknik rotasimengungkap fakta klaim pembayaran viralpengalaman positif pengguna baru menjadipengaruh kecepatan rotasi terhadap performareview kredibilitas platform panduan harianstrategi lima menit populerstrategi pengelolaan modal terbatastren pengamatan pola permainan populerferdinand dan pires duel legendaera nokia dan blackberry13 anak disandera di tk brasilbermain bantu kecerdasan anakkabut asap selimuti singapuraelon musk sindir mukesh ambanikarhutla meluas di barito selatanxbox bentuk divisi xp ekspansihayyu perfect glow seriesmakan sehat dengan budget terbatasmengenal greater bilby marsupial duel devin haney vs shakur stevenson4 masakan khas madurasupreme croissant jadi trenavocado pesto pasta creamydiscover takachiho gorge naturalwhatsapp is building a smarteryoull thank yourselfcoco gauff battles pressurestriped shirts make a stylishatensi informasi interaktifdinamika simbol putarandistribusi nilai bertahapdistribusi scatter probabilistikmultiplier freespin simulasiparameter bonus beruntunrespons wild interaktifritme reel pergeseransimulasi data statistikvariabel acak mekanismeantarmuka sederhana informasi visualfitur bonus mekanisme digitalfrekuensi bonus variasi siklushit rate rtp karakterkecepatan animasi persepsi ritmepersepsi frekuensi simbolperubahan nilai multiplierputaran independen urutan hasilrentang volatilitas variasi nilairng keacakan putaran reeldisiplin bermain stabilitas performaeksplorasi grafik dinamis panduan evaluasievaluasi objektif pola bermainfenomena kejutan gates of olympusintegrasi observasi dan informasi evaluasiinterpretasi tren rtp panduan penilaianmemahami rtp dalam permainan digitaloptimalisasi smartphone bekas peluang produktivitaspengembangan pola bermain fokus evaluasitransformasi finansial pemuda strategi peluangdesain responsif princes starlight dan tantangan konsistensi visual pada perangkat mobilesuper scatter sebagai studi kasus komunikasi informasi melalui simbol dinamiswild bandito dan pengaruh desain audio terhadap persepsi interaksi pengguna digitalsweet bonanza dan evolusi desain berbasis sentuhan dalam hiburan digital kontemporerlucky neko sebagai studi kasus adaptasi ikon tradisional ke antarmuka modernwild west gold dalam kajian pengembangan latar digital dengan teknik parallaxgate of olympus dan peran komputasi grafis dalam menghadirkan efek visual kompleksfenomena kode alam togel dalam kajian arsip digital dan perubahan budaya informasimahjong wins dalam perspektif otomatisasi pengujian pada pengembangan permainan modernblack scatter sebagai kajian efisiensi kompresi aset grafis untuk platform mobilewild west gold sebagai refleksi strategi hybrid cloud pada operasi modernblack scatter cara menghemat baterai saat sesi bermain panjangbaccarat tips memilih perangkat untuk bermain meja liveroulette pengaruh resolusi layar pada kenyamanan bermainparlay cara memantau skor tanpa harus menonton penuhmahjong ways 2 tips mengatur modal berdasarkan sesi hariangates of olympus cara menentukan jumlah spin yang wajarmahjong wins tips menghindari bermain saat emosi sedang tidak stabilblack scatter cara menjaga fokus saat sesi sudah terlalu panjangbaccarat tips mengambil jeda di tengah sesi bermainalgoritma kombinasi reeldinamika simbol khususentropi hasil acakfrekuensi bonus distribusimultiplier perubahan ritmeprobabilitas nilai ikonrtp karakter jangka panjangscatter fase rotasivariansi hasil sesiwild susunan kombinasianimasi perubahan simbolbias kognitif hubungan hasildurasi sesi penilaianfreespin struktur putaran acakprobabilitas kemunculan simbol rng putaran independenrtp rata rata teoretissimbol berulang persepsi polatempo persepsi sesivolatilitas variasi hasilmisteri suara aneh bangunan tuamotor listrik baterai tanam dinilai lebih praktisamazon alexa tablet kini pakaikabut asap indonesia singapura memburuk siapkan masker n95harga perak antam naik rp800 hari inikonflik cristiano ronaldo jorge jesus memanas di portugalbilly syahputra lindungi privasi anakbrendan allen ufc prestasi popularitas ufc vegas 122jembatan lawe kulok aceh rampung desembersmart traveling ke luar negeri tetap estetik dan hematbantuan sosial malaysia 2027 lansia disabilitasgoogle opens synthid detector to identify ai generated media99 nights redeem codes october 2026anthropic launches claude haiku 5 5 token prices drop 90 percentclothing care label symbols guideantisipasi reel persepsi scatterdesain simbol fungsi permainandistribusi multiplier nilai tinggientropi ketidakpastian susunan simbolfreespin fitur sistem acakpeluang dasar konteks hasilpengganda besar frekuensi kemunculanvisual pengganda mekanisme permainanwarna antarmuka fokus matawild scatter fungsi berbedaemas berbalik perkasa harga melesat dari level terendah dua bulanperak tutup pekan dengan kuat pasar mengincar level berikutnyaharga emas mendekati titik krusial cpi bisa mengubah segalanyahari kesehatan mental sedunia 2026 suara perasaanomoda jaecoo imx 2026 mobil modifikasivinicius junior kena var gol dianulirmarc marquez jorge martin sprint mandalika 2026shio ular peluang rezeki datang perlahanreusable eye patches perawatan mata praktismanta putih langka muncul di raja ampatwatergate cake pistachio dessert goes viralsushi taco fusion jepang meksikogarlic parmesan orzo creamy satu wajandiet ocd jendela makan moderatsdn tapos 3 ambrukserangan di riyadh operasi fajarjalan raya tapos berbenahproject suncatcher bawa ambisiveda ega tembus enam besarhonda bakal punya pikap tritonutang baru pemerintah tetap terjagadi pennsylvania pelaku tewascolor rose makeup makin populer5 hal sederhana memulai hari sibukjejak perkembangan agama di indonesiaaplikasi iblis buka jalantofu buddha bowlmengenal klappertaart kue kelapadark chocolate orange cakeindonesia favorite escape chinesecraft villages traditionalhow to face uncertaintycockroach party founder freed indialouis vuitton gives minimal dressingdistribusi simbol rotasientropi digital keacakansiklus berlapis peluangmultiplier ekstrem rngreel acak ritme sesirtp teoretis pergerakandinamika bertingkat digitalsepuluh nilai intervalvolatilitas rentang hasilwild beruntun kombinasialgoritma respons probabilistiknumerik kemungkinan responsobservasi keacakan komputerprobabilitas dinamika simbolprobabilitas hasil berdekatanrng hasil digital acakrtp perhitungan jangka panjangsimbol nilai dinamisstatistik frekuensi putarantempo animasi putaranalgoritma susunan ikon freespin multiplier dinamishit rate jeda kombinasimembaca paytable nilai ikonpeluang matematis hasil rotasirng hasil sulit diprediksirtp distribusi jangka panjangmembuka fitur tambahanvariansi sesi pendek panjangwild formasi simbolbias kognitif data keseluruhanekspektasi interpretasi keluaranfreespin alur sesimultiplier mekanisme nilaipeluang hasil langkaprobabilitas matematis algoritmarandomisasi variasi hasilrtp pengembalian jangka panjangstatistik respons komputasivolatilitas distribusi hasil

Senja Di Tapal Batas Harapan

Senja Di Tapal Batas Harapan
SHARE

Prabangkaranews.com- Namaku  Radeva Rasyafa aku adalah gadis sebatang kara. Umurku sudah menginjak  17 tahun, tetapi aku belum mengetahui siapa diriku dan apa tujuan hidupku.  Semuanya telah hancur semenjak aka kehilangan mereka, orang-orang yang aku sayangi. Semenjak kecelakaan yang merenggut nyawa orang tuaku aku menjadi orang yang tak tahu arah, tidak tahu sebenarnya hidupku ini untuk apa. Cita-citaku telah hilang, semua yang aku rencanakan sudah hancur. Semuanya telah pergi, semuanya telah meninggalkan aku sendirian didunia ini.   

Aku merindukan mereka orang tuaku, keluargaku, dan semua kenanganku bersama orang tuaku. Aku tahu apa yang aku lakukan ini tidak benar, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa, karna aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi. 

Mungkin hanya kenangan yang tinggal bersamaku saat ini. Yang selalu bersemayan didalam benakku yang menemaniku disaat aku benar-benar terpuruk. Sekarang aku sudah kelas 12 di salah satu SMA swasta di Bandung. Di sana aku mulai menemukan kepingan tujuan hidupku yang selama ini telah hancur dan hilang. Mereka bersemayam dibalik indanya senja dan eksotisnya pramuka.

 Hari ini adalah hari pertama kemah penerimaan tamu ambalan di SMA ku. Di dalam acara ini aku sebagai panitia penyelenggara. Jabatanku adalah jabatan yang paling dibenci dan yang yang paling dihindari yaitu bendahara. Teman-temanku mengataiku sebagai emak-emak rempong, walaupun kenyataannya tidak, dan itu bukan salah satu dari daftar sifatku. Sebenarnya aku tidak mau berada di jabatan ini tapi harus bagaimana lagi, aku tidak puya pilihan lain. Jadi, mau tidak mau aku harus berdamai dengan keadaan bagaimanapun caranya.  

Setiap rapat menuju agenda berikutnya aku selalu dikomplain karena terlalu sering cerewet minta nota, minta catatan pengeluaran ini itu dan masih banyak lagi.”Teman-teman rapat kali ini akan saya akhiri mungkin dari seksi acara,sekertaris maupun bendahara mau menambahkan, silahkan, ” kata Farel selaku ketua panitia. 

Sekretaris pun menambahkan,  “ kami dari sekertaris hanya akan memberitahu bahwa denah caraka malam sudah bisa diambil, pengambilan bisa dilakukan di tenda sekretariat,  semua anggota menganggukkan kepala dan berkata “oke sip” tak lupa aku juga mengingatkan teman-teman.  Kami dari bendahara juga ingin menyampaikan bahwa hal-hal yang diperlukan dalam caraka malam yang ada hubungannya dengan uang silahkan menghubungi kami serta bagi panitia yang belum mengumpulkan nota maupun bukti transaksi yang lain segera dikumpulkan”. 

Setelah aku menyampaikan informasi tersebut teman-teman langsung menghujaniku dengan berbagai komplain. Aku hanya diam dan menanggapinya dengan senyuman. Setelah rapat selesai aku memutuskan untuk ke tenda panitia.

Di tenda panitia ada tempat untuk melihat sunset. Tempatnya kecil kira-kira luasnya hanya satu meter. Aku hanya pasrah karena dalam rapat terakhir kali aku adalah panitia yang paling banyak mendapat komplain tidak lain karena disebabkan oleh jabatanku. Rasanya sangat melelahkan. Akhirnya dengan keadaan sore yang masih cerah dan langit yang sudah mulai menampakkan sinar jingganya,aku memutuskan untuk mengistirahatkan fisik dan batinku. Mungkin hal yang aku lakukan ini tidaklah benar karena teman-temanku masih menyiapkan semua peralatan untuk caraka malam. Aku hanya meminta maaf dalam hati kepada teman-temanku.

Aku duduk sambil menikmati senja. Dalam sekejap ingatanku kembali kemasa di mana aku, ayah dan bunda pergi ke pantai untuk mencari senja. Kata ayah, “senja itu adalah perpisahan sedangkan kata bunda senja itu adalah harapan. Aku meneteskan air mata karena mengingat betapa aku sangat merindukan mereka. Dulu ketika kami melihat senja ayah dan bunda selalu berdo’a”. 

Aku tak tahu apa tujuannya,” Kata bunda itu adalah rasa syukur kita agar kita selalu mengingat sang kuasa dan semoga dipenghujung hari kita tetaplah diri kita. Waktu itu ayah juga mengajariku membuat harapan untuk esok hari melalui pesawat terbang. Kata ayah harapan yang kita punya itu kadang bisa terwujud kadang juga tidak. Maka dari itu ayah selalu menyuruhku untuk menulis harapanku di pesawat lalu diterbangkan. Seandainya harapan itu tidak berpihak pada kita setidaknya harapan itu bisa berpihak kepada orang yang menemukan harapan kita. Ayah dan bunda juga mengajariku jangan pernah menuliskan harapan yang bisa merugikan orang lain maka itu nanti akan menjadi bumerang bagi kita.”

Baca Juga  Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup di Saat Pendemi: Pakar Matematika UNS Sarankan Masyarakat Lakukan Barter

Setelah sekian lama aku melamun tiba-tiba ada orang yang mengagetkanku.” Doorr” aku kaget lalu aku menoleh” siapa itu?”. Orang itu hanya tersenyum kikuk pada sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,” maaf aku kira tadi kau siapa kata orang itu.  “ oh tidak masalah”. Ternyata orang yang mengagetkanku adalah Farel, ketua panitia dalam kemah ini. Dia tiba-tiba tersenyum padaku, entah mengapa aku merasa bahwa senyumnya bukanlah senyum kebahagiaan tetapi senyum yang menyakitkan. Terukir sebuah luka dalam sorot matanya, dan kamipun diam untuk beberapa saat. Dalam keheningan hanya terdengar deru nafas kami, kami terhanyut dengan pemikiran masing-masing. Tiba-tiba pundakku terasa berat dan akupun menoleh ternyata Farel pingsan dan dari hidungnya keluar darah. Aku menangis sejadi-jadinya karena aku tidak bisa melakukan apapun.

Aku trauma dengan darah sejak aku masih kecil, lalu ditambah kecelakaan beberapa tahun silam yang merenggut nyawa orang tuaku. Tak lama kemudian teman-temanku menghampiriku dan Farel, mereka kaget karena hanya aku dan Farel yang ada di tempat itu. Mereka juga sempat bertanya tapi aku tak bisa menggerakkan mulutku, pikiranku kacau dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Aku merasa hidungku panas dan tercium bau minyak kayu putih, lalu mataku mengerjap-ngerjap. Aku kaget bagaimana bisa aku ada di tenda kesehatan, padahal tadi aku masih melihat senja dengan Farel. Astaga, Farel bukankah dia tadi sempat pingsan dan aku menangis karena trauma dengan darah.

Setelah aku benar-benar sadar Vera langsung menyuruhku minum “ Radev minum dulu” aku pun hanya mengangguk dan minum. Lalu Vera bertanya lagi padaku” Radev ngapain kamu ditempat itu sama Farel?” ada sorot curiga dalam mata vera, aku hanya menghembuskan nafas lalu menjawab ” aku tadi lelah Ver dan aku istirahat disana lalu ada suara yang mengagetkanku, ternyata itu Farel selama disana kami hanya diam tiba-tiba Farel pingsan dan mimisan hanya itu saja”. Aku melihat ada raut kelegaan dari wajah vera.

 Farel, ia masih tertidur di bankar ruang kesehatan. Aku merasa iba, dia terlihat berbeda dari biasanya. Yang ku tahu dia adalah orang yang kuat, selalu disegani dan tidak ada seorangpun disekolahku yang berani menentang keputusannya. Tapi sore tadi aku melihat sisi yang berbeda dari seorang Farel Alfaro. Aku bertanya pada vera” Ver apa Farel belum siuman?” Vera menjawab “ sudah dia hanya tidur sebentar” aku pun hanya ber oh ria.

Entah mengapa hatiku merasa sakit dan ikut merasakan apa yang dirasakan Farel. Ketika kurasa tubuhku sudah mulai membaik aku keluar dari ruang kesehatan. Berhubung hari sudah gelap aku bergabung dengan panitia lain untuk mempersiapkan acara caraka malam. Ketika aku bergabung mereka sudah mengadakan diskusi kecil yang dipimpin oleh Rendi. “ Teman-teman semua peralatan sudah lengkap, tapi untuk jalurnya kami belum melakukan cek ulang. Kalau ada yang longgar silahkan membantu kami” lalu Rena menambahkan “ oh iya satu lagi dalam cek terakhir ini saya harap semua panitia membawa senter atau obor mengingat hari semakin gelap sekian hanya itu yang saya sampaikan”. Rendi menutup diskusi ini dengan berdo’a menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Aku bersama panitia lain berjalan menelusuri jalur caraka untuk memastikan keamanan disekitar jalur caraka.

Tanpa kusadari aku berjalan sendiri aku kira tadi aku pergi bersama vera, tapi nyatanya hanya aku sendiri. Aku bingung harus berbuat apa karena aku tidak membawa apapun. Akhirnya kuputuskan untuk kembali kejalur yang kulalui tadi, namun aku malah semakin jauh dari lokasi perkemahan. Tiba-tiba ada suara dibelakangku dan akupun berteriak “aaaaaakkkk” aku kira suara itu adalah suara hantu, tapi  untung saja itu hanya suara Farel.

Baca Juga  Menghadapi Perubahan dalam Kehidupan: Menemukan Potensi dan Ketahanan Diri

“Apa yang kau lakukan disini ha?” dari ekspresi wajahnya ia sangat khawatir. “aku kesasar , kukira tadi bersama Vera ternyata tidak” jawabku lemah. Farel  pun marah “apa kau manusia yang tidak peka?” aku bingung “apa maksudmu?” dia berdecak kesal dan nada bicaranya naik satu oktaf  “apa kau tak pernah mengamati sekelilingmu? Apa kau seceroboh ini ha?” aku tersenyum mendengar apa yang dikatakan Farel “Radeva apa kau sudah gila? Apa yang lucu?” dia masih menaikkan oktaf suaranya. 

“Hanya saja ada yang berbeda darimu” , kau terkenal cuek, dingin dan bijaksana. Tapi barusan aku menemukan hal lain darimu”. Farel bingung “apa yang kau temukan?” aku tersenyum lalu menjawab “kau maksudku sifatmu, tidak beda jauh dengan emak-emak rempong”. 

Seketika dia mau marah tapi dengan cepat kualihkan, baiklah Farel ini sudah malam mari kembali ke tenda perkemahan. Aku berjalan mendahuluinya padahal aku tidak tahu jalan ke perkemahan.   

Tanpa kusadari ternyata dari belakang Farel memperhatikanku. Karena kecerobohanku aku menginjak lubang dan jadilah aku tersungkur dijalan dan tawa arel pecah. “ hahahahaha, Radev apa itu kau? Gadis ceroboh yang kupercayai sebagai bendahara di kegiatan ini?” Aku hanya diam dan menahan amarah wajahku merah padam. Tapi lama-kelamaan tubuhku terasa lemas dan aku menangis. “Radeva apa kau baik-baik saja?” Farel berlari kecil kearahku. Aku hanya menganggukkan kepala. Lalu aku berdiri dibantu Farel ia juga membantuku berjalan.

Ketika sampai di perkemahan ternyata Vera sudah menungguku dan ia terlihat sangat khawatir padaku. Aku langsung ditangani oleh PMR. Tanpa menunggu apapun aku langsung terlelap. Esok hari sesudah sholat subuh berjamaah aku mendengar ada suara anak menangis, dengan spontan aku langsung menuju ke tenda peserta.

Awalnya aku kaget karena ada 3 anak yang tersungkur ditanah. Tanpa menunggu aba-aba aku langsung menolong mereka. Akupun menanyakan kejadiannya kepada salah satu dari mereka “ dek, tadi kalian kok bisa jatuh bareng itu kenapa?” salah seorang adik kelas itu menjawab “ jadi begini kak tadi Rasti itu kan sakit terus di tenda hanya ada aku Naya berhubung tubuh kami kecil kami tidak kuat menopang tubuh Rasti”. Aku bernafas lega “ syukurlah aku kira kalian bertiga sakit barengan gitu” mereka pun hanya menggelengkan kepala dan tersenyum .

Hari ini waktu berlalu begitu cepat, jam menunjukkan pukul 5 sore. Aku bergegas mempersiapkan pensi dan api unggun untuk nanti malam. Karena kami masih kekurangan beberapa kayu akhirnya kuputuskan untuk mengambilnya disamping tenda panitia, tak sengaja dipertengahan jalan aku bertemu dengan Farel ia pun mengajakku ke tempat itu. Tempat yang pernah kami singgahi berdua untuk melihat indahnya senja. Awalnya aku sempat berontak tetapi, karena kulihat wajahnya sedang muram akupun langsung menurut saja. 

Kamipun tiba, ” Radev boleh aku bercerita?” tanyanya “ silahkan Farel, apa yang ingin kau ceritakan?” dia menghembuskan nafas perlahan “apa yang kau tahu tentang aku?” aku berpikir sebentar karena aku tidak terlalu mengenalnya “hm, kau bijaksana,cerdas,cuek, dingin, dan mendominasi”. “apa kau percaya kalau aku orang yang lemah?” aku sedikit terhenyak “apa maksudmu? Menurutku tidak. Kau kuat”. 

Dia tersenyum sekilas “apa kau benar-benar mau mendengar ceritaku?”. Aku hanya mengangguk sembari berkata “iya”. Farel memulai ceritanya “dulu aku pernah memiliki seorang kekasih.” Aku kaget dengan pernyataannya “apa? Bukankah sekarang kau masih 17 tahun, wah jangan-jangan kau mesum ya?” tuduhku “ hei kalau ngomong jangan sembarangan ya”. Dia tidak terima terhadap pernyataanku “ baiklah Farel lanjutkan ceritamu”. 

Baca Juga  FDW: Peran Jurnalis Warga Sangat Penting dalam Menyampaikan Informasi ke Publik

Dia mencebik kesal “ kau jangan memotong pembicaraanku” hanya kuangguki saja apa yang dikatakan Farel, karena aku asyik memperhatikan senja yang sebentar lagi akan menghilang dan semilirnya angin yang menembus kulitku. “Aku mempunyai kekasih mulai dari kelas satu SMP namanya Fara, dia gadis yang pendiam, pintar, dan ramah. Aku mengaguminya dan akhirnya kunyatakan perasaanku padanya, dia tidak pernah bilang bahwa ia menerimaku. Tapi dari sorot matanya aku tahu dia membalas perasaanku. 

Pada suatu sore aku mengajaknya ke pantai menikmati indahnya senja, disana kami bercanda lalu ia terdiam. Aku bertanya padanya apa ia baik-baik saja ia hanya mengangguk”. Belum habis cerita Farel sudah mulai menangis, “Farel tenanglah kalau kau belum siap cerita jangan kau paksakan. Farel tidak menghiraukanku dia mulai bercerita lagi. “

Fara bilang kalau aku mendengar ceritanya jangan pernah kaget, aku hanya mengiyakan dia memberitahuku,” bahwa ia mengidap kanker hati stadium 4 aku terdiam sambil mencerna kata-katanya tak selang beberapa lama ia pingsan, lalu aku berteriak minta tolong untung saja ia mengajak orang tuanya sehingga mereka langsung ke arahku waktu itu.”

Farel menyeka air matanya, “ketika dicek ternyata Fara sudah tidak bernafas lagi dan yang membuatku tak bisa melupakannya, dia meninggal dipangkuanku”. Lalu Farel menangis, “curahkan semua apa yang kau pendam Rel, jangan ditahan.” Farel pun menyeka air matanya dan tersenyum “apa kau juga menangis Radev?” aku terkejut dan menghapus air mataku “tidak aku hanya kelilipan” dia tersenyum jail “oh, jadi sekarang kalau kelilipan itu matanya sampai bengkak ya?” katanya yang sedikit menggoda.

Aku malu mengakuinya aku hanya menunduk, tapi mengapa air mataku tak kunjung berhenti padahal aku sudah menyekanya berkali-kali. Seakan ada yang ganjil dari sikapku, Farel bertanya “apa kau baik-baik saja Radev?” aku yang semulanya hanya menunduk spontan menoleh “hm, apa aku harus menjawabnya?” aku malah balik bertanya yang membuatnya merasa tak enak kepadaku “maaf kalau ceritaku mengingatkanmu dengan masa lalumu” aku tersenyum “tidak, aku malah berterimakasih. Farel.. bagaimana rasanya masih memiliki orang tua?” dalam keterdiamannya Farel pun terhenyak “apa maksudmu Radev?” aku mengulang pertanyaan ku “bagaimana rasanya masih memiliki orang tua? Apa kau merasa nyaman? Apa kau setiap hari selalu bahagia?” Farel pun menjawab dengan dengan tenang “tentu saja hari-hariku selalu bahagia dan aku selalu merasa nyaman, ada apa kau bertanya seperti itu?” aku tersenyum getir “aku hanya ingin menanyakannya saja”. Hening, itulah kata yang mewakili kala senja sore itu. 

Tak lama kemudian Farel membuka pembicaraan “Radev, apa kau merindukan orang tuamu?” aku hampir menangis tapi aku tahan “iya aku sangat meindukan ayah dan bunda” Farel hanya menganggukkan kepala “mengapa kau tak mengabari mereka? 

Bukankah panitia diperbolehkan membawa handphone selama perkemahan ini?” seketika senyumku hilang “kami sudah berbeda alam” raut keterkejutan pun muncul diwajah Farel “astaga.. maafkan aku Radev aku tidak tahu” aku hanya mengangguk dan tersenyum entah mengapa setelah mengatakan hal ini aku langsung merasa lega. “ oh iya Radev kau boleh menganggap orang tuaku sebagai orang tuamu juga, mamaku sebenarnya sangat menginginkan anak perempuan tapi sayangnya tuhan tidak pernah menitipkan seorang anak perempuan kepada mama” aku tersentuh dengan pernyataan Farel barusan “terimakasih Farel kau tak perlu merasa bersalah padaku” dia tersenyum lembut “aku tidak merasa bersalah aku mengatakan yang sebenarnya, kalau kau mau kau juga bisa memiliku” dahiku berkerut “apa maksudmu?” 

Farel sedang memainkan senyum liciknya “sepertinya kau menginginkan orang tuaku dan juga aku. Aku adalah laki-laki terpeka yang pernah kau temui” aku yang mendengar omong kosong farel langsung geram “kau!!! dimana letak otak mu Farel, pantaskah seorang Farel Alfaro berkata seperti itu?” aku mulai memukul lengannya karena tak terima dengan apa yang dikatakannya “baiklah Radev aku salah, tapi aku berhasil kau sudah kembali Radev seperti yang kukenal sebelumnya”.

Akhirnya sore itu menjadi sore yang baru bagiku. Aku dan Farel bercerita tenang hal pribadi, sekolah dan pengalaman tak lupa canda tawa mengiringi sore yang indah itu. Aku mulai berdamai dengan masa laluku begitu juga dengan Farel.  Dengan kehadiran senja yang indah dan moment pramuka yang menyenangkan, aku merasa bebanku berkurang dan perjuanganku harus dilanjutkan.

Senja kau indah tapi sayang aku tak dapat menjadikanmu milikku kau milik semua orang. Aku tak dapat mengatakan kepada semua orang bahwa aku satu-satunya pemilikmu. Aku hanya bisa menemanimu setiap sore untuk menyaksikan keindahanmu. Aku selalu menunggumu tak peduli kau kan datang lagi atau kau akan tetap diam dipersembunyianmu. Dan pramuka dibawah langit senja ini kau bersaksi bahwa aku sudah berhasil berdamai dengan masa laluku dan menemukan kepingan hidupku yang sudah hancur.