Upacara Adat Jangkrik Genggong

Upacara Adat Jangkrik Genggong
SHARE

UPACARA JANGKRIK GENGGONG

Agoeshendriyanto (1), Bakti Sutopo (2)

1 PBSI STKIP PGRI Pacitan
Rafid.musyffa@gmail.com
2 PBSI STKIP PGRI Pacitan
Bakti080980@yahoo.co.id

Abstrak

Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif dengan mengumpulkan bukti-bukti otentik di lapangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai filosofis dan nilai kearifan lokal yang terkandung dalam upacara jangkrik genggong. Hasil penelitian Upacara Jangkrik Genggong dianggap sebagai ritual sedekah bumi yang berkaitan dengan mitos penguasa laut selatan. Upacara ini dilaksanakan setiap tahun jatuh pada Bulan Selo atau Lungkang untuk penanggalan Jawa. Sedangkan untuk tahun Hijriah jatuh pada Bulan Zulkaidah atau bulan kesebalas. Upacara dimulai dari siang hingga malam hari, dengan hidangan ikan kakap merah. Pada puncak acara di malam hari, dilaksanakan seni tayub. Setiap upacara terdapat duplikat ikan kakap merah yang diarak oleh perjaka berpakaian adat Jawa. Gending pengiringnya Jangkrik Genggong dengan tarian Minoagung. Upacara adat ini sebagai bagian ritual masyarakat yang memiliki fungsi sosial sebagai sarana untuk mengatur dan menstabilkan kehidupan dalam sistem masyarakat nelayan khususnya bagi anak-anak muda yang telah dewasa untuk mempersiapkan diri pergi ke laut agar diberikan kemudahan dan keselamatan. Sedangkan nilai kearifan lokal sebagai berikut; Sedangkan nilai kearifan lokal sebagai berikut; nilai religi, nilai sosial kemasyarakatan, nilai seni, nilai budaya, nilai ekonomi, nilai estetis.

Baca Juga  Wujud Dukungan P4GN; Kadivpas Jabar M. Hilal Hadiri Pemusnahan B.B. Narkoba

Kata Kunci: Jangkrik Genggong, Nilai Kearifan lokal

Silakan Klik Dokumen PDF