Agoes Hendriyanto, Modernitas Harus Kita Sikapi Agar Hidup Lebih Bermakna
Oleh: Agoes Hendriyanto
Modernitas merupakan bagian dari jargon yang dipergunakan dalam ilmu humaniora dan sosial untuk menyebut sebuah periode sejarah (era modern) dan campuran norma, perilaku dan praktik sosial budaya yang muncul di Eropa pasca abad pertengahan dan menyebar keseluruh dunia. Perkembangan ilmu pengetahuan manusia akan menciptakan teknologi terbaru hasil pengembangan teori-teori baru yang menciptakan produk barang maupun jasa.
Teknologi terbaru seperti: 1) Teknologi 5G atau fifth generation of wireless technology (teknologi nirkabel generasi kelima); 2) Foldable smartphone atau ponsel layar lipat merk Royole, brand asal Tiongkokl; 3) Spot Robot yang bentuknya anjing tanpa kepala yang dikembangkan pertama kali oleh Boston Dynamics; 4) Tadia adalah sebuah layanan streaming game produk keluaran Google tersebut juga memiliki wujud berupa controller yang hanya perlu disambungkan ke smart TV, laptop, dan gadget; 5) Iohacking atau DIY biologi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan percobaan sains kepada organisme tertentu; 6) Komputer quantum adalah teknologi yang sangat dikembangkan pada tahun ini, terutama oleh IBM dan Google, merupakan jenis komputer yang sangat cepat dan diprediksi dapat mengerjakan semua hal yang kompleks; 7) AR dan VR sangat banyak dikembangkan di akhir dekade ini. AR mulai dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Contohnya, filter Instagram, teknologi untuk belanja, dan bahkan sebagai bahan edukasi.( https://www.idntimes.com).
Perkembangan teknologi yang semakin berkembang akan menciptakan mesin baru yang akan memanjakan manusia bahkan menggantikan tenaga manusia. Oleh sebab itu perkembangan teknologi khususnya digital akan berdampak pada semakin tingginya pengangguran, tingkat kriminalitas. Pemilik modal dengan membeli peralatan terbaru akan menghemat biaya produksi, dan skala jangkauannya akan semakin luas bahkan akan menciptakan kapitalisme gaya baru. Perkembangan teknologi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan merubah dunia telah dipenuhi imitasi, duplikasi, kode, simbol, dan permainan bebas tanda yang mengambang dan semakin kompleks.
Sebuah rangkaian yang saling berkaitan antara produksi dalam hal ini pemodal, dengan pencipta teknologi seorang ilmuwan atau peneliti, penyedia iklan untuk mempromosikan sebuah produk, dan konsumen sebagai pengguna barang. Kaum pemodal yang menguasai seluruh elemen pasar akan senantiasa bekerjasama untuk mengendalikan jumlah barang di pasaran dengan maksud untuk mempertahankan harga barang di pasaran. Berbeda dengan produk pertanian yang dikuasai oleh petani yang tidak mempunyai modal sehingga barang yang ada di pasar akan terjadi pelonjakan stok pada saat panan raya. Sehingga harga di pasaran akan semakin menurun.
Berbeda dengan barang produksi pabrik yang stok di pasaran biasa dikendalikan untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Selain itu juga untuk meningkatkan image atau citra positif sebuah produk di masyarakat, dengan memilih produser iklan yang tahu keinginan pasar. Iklan yang efektif jika di dalamnya mengandung dua unsur yaitu berkaitan dengan keunggulan produk, dan nilai atau citra masyarakat yang telah menggunakan produk tersebut. Barang dan jasa dari produsen bukan hanya kualitas barang namun penekanan pada nilai setelah barang dan jasa tersebut dipergunakan oleh konsumen berkaitan dengan peningkatan citra diri konsumen. Citra diri konsumen hari ini cenderung mengkonsumsi suatu komoditi jika objek itu menawarkan makna sosial yang dapat mengangkat prestise, kemewahan, kehormatan, dan meningkatkan gaya hidup.
Produksi Iklan akan terus berkembang di dalam arena ekonomi sebagai sarana untuk mempengaruhi konsumen untuk membeli sebuah produk yang ditawarkan kepada konsumen sesungguhnya relatif otonom. Walaupun demikian mereka akan menghabiskan dana yang besar dalam memproduksi iklan tersebut. Iklan sebagai bagian dari memangkanpertempran dalam arena ekonomi akan mempengaruhi pikiran konsumen terhadap sebuah produk walaupun konsumen sudah memiliki barang sejenis.
Konsumen sebagai agen yang ikut terlibat dalam arena ekonomi, akan tertarik dan mengubah pikiran agen untuk membeli barang yang ditawarkan walaupun agen telah memiliki barang tersebut. Pola pikir agen untuk memproduksi simbol kultural meningkatkan status sosial di masyarakat. Kompetisi antara agen-agen dalam arena ekonomi seringkali berkaitan dengan otoritas yang inheren di dalam pengakuan, konsekrasi dan prestise.
Masyarakat akhirnya terjebak dalam Hiper-realitas, bahwa gambar di dalam layar kaca terasa lebih nyata daripada realitas fisik dalam dunia nyata. Harus kita sikapi dengan penuh kebijaksanaan. Kita tidak bisa mundur ke masa lalu. Masa depan dengan efek modernitas yang ciptakan Hiperrealitas harus kita imbangai dengan etik moralitas dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama. Semoga kita semakin bijak dalam sikapi. Agar hidup kita lebih bermakna.
