Agoes Hendriyanto, Sembilan Keahlian yang Harus Dimiliki Jurnalis Online

Agoes Hendriyanto, Sembilan Keahlian yang Harus Dimiliki Jurnalis Online

Oleh: Agoes Hendriyanto (*)

Jurnalisme  sebagai salah satu profesi yang di dalamnya terdiri dari kegiatan mencari sumber berita, memproduksi suatu peristiwa menjadi  berita, serta menyebarkan berita tersebut kepada pembaca, atau audience.   Perkembangan teknologi informatika dengan keberadaan internet  meerubah jurnaliame konvensional menjadi jurnalisme baru.  Jurnalisme baru yang memanfaatkan jaringan disebut dengan jurnalisme online/jurnalisme siber.

Kawamoto (2003) dalam (Silvina A. Acosta, 2004: 38) mengajukan satu definisi jurnalisme online sebagai  media baru:, dengan penggunaan teknologi digital untuk penelitian, memproduksi, dan menyampaikan (ataudapat  membuat akses) berita dan informasi kepada masyarakat sebagai audiens yang semakin meningkat  yang melek komputer.

Untuk menjadi seorang jurnalis online harus menguasai  9 keahlian seperti ditulis dalam ‘Advancing The Story’: 1) mampu menulis dan mengedit scrip berita/ infomasi (Writing or Editing Scripts); 2) mampu melakukan manajemen project (Project Management); 3) memiliki keahlian Blogging, 4) mampu mendesain tampilan antarmuka laman (User Interface Design/Photo Shooting), 5) mampu memproduksi video (Video Production); 6) mampu melakukan administrasi dan organisasi staff (Staff Organization / Administration), 7) dapat menggabungkan cerita dalam bentuk tulisan-tulisan pendek (Story Combining/Shortening),  8) dapat melaporkan dan menulis berita original (Reporting and Writing Original Stories), 9) dapat melakukan editing foto/ gambar (Photo/Image Editing).

Kemampuan multimedia yang harus dipunyai seorang jurnalis dalam rangka untuk menunjang keunggulan jurnalisme online itu sendiri.  Keunggulannya dibandingkan dnegan jurnalis konvensial yaitu mempunyai kemampuan hipertekstualitas, interaktivitas, multimedialitas, nonlinier, konvergensi, kustomisasi dan personalisasi.

Keunggulan tersebut di atas dengan ditunjang oleh masing-masing personal jurnalis akan menjadikan berita yang disajikannya singkat, dengan objektifitas, menjunjung nilai kebenaran, dekat dengan sumber berita, tidak berpihak serta menjunjung tinggi kode etik jurnalisme online.  Hal ini akan menghasilkan sebuah berita yang bisa memberikan informasi terbaik bagi pembaca atau audience.  Itulah gambaran ideal dari jurnalisme online.

Untuk menjalankan itu tidaklah mudah, untuk operasional jurnalisme online juga memerlukan kouta internet, hosting web, perangkat elektronik seperti komputer atau android dan tranportasi ke area sumber berita.  Semuanya itu butuh modal.  Untuk menjadi jurnalisme yang mandiri apalagi di era pandemi Covid-19 sangatlah berat perjuangan para jurnalis online.  Salam jurnalis.

(*) Mahasiswa S3 Kajian Budaya

Please follow and like us:

prabangkara press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *