Nasi Tiwul Pacitan Pesona Kuliner Khas Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Nasi Tiwul Pacitan Pesona Kuliner Khas Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Pacitan,-  Pacitan adalah salah satu kabupaten yang dikenal dengan nama Kota Pariwisata atau Kota Seribu Satu Goa. Hal ini dikarenakan kekayaan alam dan estetika Pacitan yang luar biasa dan tentunya menarik perhatian para wisatawan. Begitu pun juga dengan kulinernya. Kabupaten Pacitan memiliki beraneka ragam kuliner yang begitu memikat hati  masyarakat. Rasanya yang begitu memanjakan lidah tentu menjadikan suatu daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Ada berbagai macam kuliner khas Pacitan, seperti Nasi Tiwul, Punten, Kupat Tahu, Sayur Kalakan, Cenil, Tahu Tuna, Sale Anggur, Kolong, dan lain sebagainya. Nah, pada artikel ini penulis akan membahas tentang Nasi Tiwul.

Makanan khas Pacitan salah satunya adalah nasi tiwul. Nasi tiwul merupakan makanan pokok pengganti nasi yang berbahan dasar dari gaplek, yaitu umbi dari ketela pohon yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering lalu ditumbuk sedemikian rupa, sehingga menjadi tepung yang kemudian diberi sedikit demi sedikit air hingga membentuk butiran-butiran kecil dengan proses  tradisional, lalu dikukus sampai matang. Biasanya nasi tiwul ini awalnya berwarna putih lalu setelah menjadi nasi berubah sedikit kecoklatan.

Nasi tiwul ini sudah menjadi makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti nasi, karena pada zaman dahulu untuk mendapatkan ketela pohon sangatlah mudah dan nasi tiwul juga terbukti menyehatkan. Ketela pohon ini biasa didapatkan di pekarangan rumah atau di kebun. Berbanding terbalik dengan zaman sekarang yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok atau utama dan nasi tiwul pun menjadi tersingkirkan. Hal ini juga disebabkan dari keterbatasan ketela pohon serta mahalnya harga ketela pohon di pasaran.

Makanan ini biasanya disajikan dengan beberapa lauk khas Pacitan, seperti ikan kelong goreng, ikan asin, tahu, tempe, dan peyek. Ditambah dengan sambal bawang dan sambal terasi. Bisa juga dipadukan dengan lalapan, seperti kemangi, timun, dan kacang panjang. Paduan nasi tiwul dengan aneka ragam lauk pauk menjadikan kuliner ini begitu nikmat ketika disantap.

Tambahan sayur oseng membuat nasi tiwul menjadi kaya rasa. Tak lupa paduan sambal akan semakin memanjakan lidah saat menikmati serta lalapan berupa potongan timun, kemangi, dan kacang panjang menjadi pelengkap untuk santapan ini.

Kuliner ini biasa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Baik orang tua, remaja, bahkan anak-anak juga menyukainya. Nasi tiwul cocok disantap ketika sedang santai berkumpul bersama keluarga, teman, dan juga kerabat. Paduan antara nasi tiwul, lauk pauk, sayur oseng, sambal, serta lalapan akan semakin membuat suasana menjadi hangat dan nikmat.

Rasa kangen akan nasi tiwul tentunya dialami sebagian orang terutama para perantau, karena kuliner ini memiliki bentuk dan rasa yang khas. Lidah serasa ingin segera dimanjakan dengan santapan nasi tiwul dan melahapnya sampai habis. Hal ini akan terasa begitu nikmat jika ditambah lagi dengan hidangan kuliner lain yang lama tak mampir di lidah. Untuk mendapatkan nasi tiwul pun cukup mudah. Makanan ini bisa didapatkan di pasar-pasar yang ada di Pacitan dengan harga yang murah meriah dan tentunya mengenyangkan, nasi tiwul ini menjadikan santapan khas yang legendaris.

Saat ini banyak orang mulai memasarkan nasi tiwul sebagai menu tambahan atau menu utama dalam bisnis makanannya. Maka tak jarang apabila kita menemui ada rumah makan yang menjual nasi tiwul, bahkan ada juga yang menjualnya pula via online. Hal ini akan membuat para wisatawan negeri maupun luar negeri dengan mudah menyusuri Kabupaten Pacitan untuk mendapatkan santapan ini.

Olahan nasi tiwul dengan berbagai campuran dan inovasi perlu didukung. Hal ini akan membuat makanan pada zaman dahulu banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Makanan ini kembali bisa dikenal pula oleh generasi saat ini dan generasi pada masa yang akan mendatang. Kita sebagai pemuda Pacitan harus turut andil dalam melestarikan  kekayaan kuliner bangsa Indonesia, yaitu nasi tiwul khas Pacitan. Jangan biarkan makanan ini semakin lama tersingkirkan oleh kuliner-kuliner kekinian yang notabene mengandung banyak bahan pengawet yang tentunya tidak baik untuk kesehatan. Marilah kita bersama-sama lestarikan kuliner Pacitan agar anak cucu kita nanti bisa menikmati sajian khas yang begitu nikmat, serta agar mereka tau akan kekayaan kuliner khas Pacitan yang legendaris. (Al Rifa Rahayu Dianthi / PBSI / STKIP PGRI PACITAN)

Please follow and like us:

prabangkara press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *