Kethek Ogleng Pacitan Meski Gagal Pentas di Panggung Utama Keraton Surakarta, Kami Merasa Puas

Kethek Ogleng Pacitan Meski Gagal Pentas di Panggung Utama Keraton Surakarta, Kami Merasa Puas
SHARE

Surakarta,- Kethek Ogleng Pacitan mendapatkan undangan dari Keraton Surakarta.  Tujuannya  untuk mengikuti Gelar Seni Budaya dalam rangka Pakasa ke 90 tahu. Kegiatan  dijadwalkan di Alun-alun Keraton Surakarta, jam 15.00 WIB, Minggu (06/12/2021)

Sukisno yang selalu getol  dalam pelestarian dan pengembangan Kethek Ogleng  menjelaskan bahwa,  sebelum pentas di panggung utama di Alun-alun Keraton Surakarta, harus melakukan kirab budaya terlebih dahulu.

Selanjutnya Sukisno menjelaskan,  saat kirab berlangsung  hujan mengguyur di sekitar keraton Surakarta.  Kethek Ogleng Pacitan terpaksa mengurungkan pentas di panggung utama.  Lantaran semua penari diguyur hujan deras saat mengikuti kirab budaya.   Selain busana tari basah kuyup, riasan penari wanitanya juga luntur semua, sehingga terpaksa saya putuskan untuk segera ganti pakaian dan mengurungkan pentas di panggung.

Baca Juga  Situs Watupatok: Jejak Sejarah yang Terlupakan di Pacitan

Lebih lanjut pemerhati Kethek Ogleng dari Tokawi tersebut melanjutkan, meskipun pembatalan pentas Kethek Ogleng tersebut membuat banyak pengunjung merasa kecewa.  Khususnya pengunjung  yang saat kirab   minta  photo selfie bersama kontingen Kethek Ogleng dari Pacitan.

Banyak penonton yang sebelumnya sempat berbincang mengenai pertunjukan seni Kethek Ogleng dan penasaran ingin menyaksikan seperti apa kiprahnya, terpaksa harus pulang dengan harapan hampa.

Sukisno dan kru penari Kethek Ogleng, mohon maaf kepada para pengunjung yang ingin melihat pertunjukan tari kethek Ogleng Pacitan di atas panggung utama Keraton Surakarta.  Saat pawai pakaian penari Kethek Ogleng basah kuyup.  Karena personilnya hanya terbatas untuk kesehatan paling utama, terpaksa pakaian yang digunakan tersebut berganti dengan pakaian biasa khususnya penari Kethek Ogleng.

Baca Juga  Keyakinan Bangkitnya Industri Manufaktur Pascavaksinasi

Kethek Ogleng tidak Jadi Tampil di Pangung Utama

Setelah berganti ini ungkapan dari beberapa gerombol pengunjung yang saling berbisik. ” Wah  Kethek Ogleng nya kok sudah ganti pakaian, berarti nggak jadi main,” begitu ujarnya lalu beranjak meninggalkan tempat dengan tampak kecewa.

Memang di luar dugaan, ternyata seni Kethek Ogleng di lingkungan Keraton ternyata jadi incaran lensa kamera, bahkan sampai kewalahan melayani ajakan foto selfi bersama, itulah yang membuat rasa puas walaupun gagal pentas di panggung, karena ibarat saya jualan, cukup laris di serbu pembeli.

“Walau bukan uang untuk membayarnya, melainkan banyaknya pengunjung yang tampak antusias perhatiannya tertuju pada peraga Kethek Ogleng.   Untuk hanya  minta photo bersama itupun bagi saya sudah cukup banyak membantu mewujudkan harapan saya membomingkan seni Kethek Ogleng Pacitan semakin dikenal dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Sukisno.

Baca Juga  Operasi Patuh Semeru 2025, Polres Ponorogo Beri Helm Gratis untuk Ojol

Sukisno menjelaskan kenangan yang tak pernah dilupakan,  puluhan wartawan yang juga turut mengarahkan lensanya.  Untuk  mengabadikan gerakan gerakan para pemeran Kethek Ogleng yang katanya luwes dan sangat menarik. Tentu itu juga akan lebih luas sasarannya untuk mengenalkan pada publik.

Dari sinilah kita bisa jadikan pertimbangan, jika masyarakat luar menyukai seni Kethek Ogleng Pacitan, tentu kita harus lebih dari mereka. Semoga di Pacitan tempat lahirnya Kethek Ogleng semakin banyak kegiatan-kegiatan  untuk melestarikan dan mengembangkan Kethek Ogleng Pacitan. (*)