kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaAkademi Keperawatan Yayasan UKIJurnal Keperawatan YUKISekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestiebimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88basic4d login situs resmiKiyo4dkiyo4dstrategi timing aktivitas digitalsimulasi permainan modernpola interaksi digital terukurpendekatan probabilistik simbolpanduan momentum bermainobservasi frekuensi scatterinvestigasi rtp presisievaluasi big data bonusanalisis pergeseran momentumanalisis kuantitatif simulasivisualisasi variabel adaptifstrategi pola volatilitassintesis big data bonussimulasi probabilistik putaran modernpengamatan statistik potensipanduan dinamika digital rtppanduan stabilitas aktivitasinvestigasi perubahan aktivitas hariandata mining sistem digitalevaluasi temporal permainantelaah algoritmik dan variabel interaktifanalisis komputasional dan pendekatan numerikanalisis timing bonusdinamika pemain dan perilaku adaptifekosistem digital dan teknologi modernmahjong ways dan ritme simbolobservasi media virtual dan pola aktivitaspertumbuhan platform digitalperubahan rtp live dan ritme dinamisstudi rtp dan frekuensi putaranPola Gacor Pola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorarsitektur data modernderivasi kuantitatif variabel dinamisevaluasi struktur operasionalobservasi hubungan bonuspanduan perilaku interaktifpendekatan komputasional pola aktivitasproyeksi perubahan aktivitassimulasi matematis potensisimulasi probabilistik simboltransformasi ekosistem digitalarsitektur komputasi real timeobservasi frekuensi aktivitaspanduan menafsirkan rtp adaptifpola adaptif sesi berkelanjutansimulasi probabilistik simbolstrategi bonus siklus putaranstrategi evaluasi numerikstrategi interaksi digital sistematisstruktur aktivitas terukurvisualisasi data penggunartp untuk strategi berbasis datapengelolaan modal dengan keputusan sistematisevaluasi waktu bermain performa harianpendekatan probabilistik kombinasi odds rasionalanalisis peluang berbasis strategipemilihan permainan adaptif untuk stabilitasevaluasi over under dinamika pertandinganstrategi terukur untuk keputusan efektifmanajemen modal demi performa berkelanjutanrotasi permainan adaptif dukung momentumrotasi adaptif untuk identifikasi momentumseleksi rasional untuk performa konsistenevaluasi waktu bermain strategi harianstrategi modal terbatas yang sistematisanalisis over under perspektif modernpendekatan bermain terukur analisis dataoptimalisasi odds dengan pendekatan probabilistikmanajemen modal untuk stabilitas risikomomentum kompetisi global strategisrtp dasar keputusan bermain objektifpenelitian terbaru mengungkap alasan pola digital mudah menarik perhatian manusiastudi psikologi menjelaskan mengapa otak tertarik pada pola yang berubah ubahkajian ilmiah menemukan hubungan antara fokus pikiran dan respons digital modernanalisis akademik mengungkap cara manusia mengambil keputusan dalam lingkungan virtualpenelitian kognitif menyoroti fenomena baru di balik kebiasaan digital masyarakatstudi perilaku modern mengungkap mengapa rasa penasaran terus meningkat di era digitalkajian psikologi membahas mekanisme otak dalam menghadapi pola yang tidak terdugapenelitian ilmiah menemukan faktor yang membentuk kebiasaan pengguna di dunia digitalanalisis neurokognitif menjelaskan perubahan cara berpikir pada aktivitas digital modernstudi akademik mengungkap fenomena psikologis yang mempengaruhi respons manusia terhadap pola digitalanalisis odds untuk peluang harianevaluasi waktu bermain strategi modernseleksi rasional untuk performa stabilanalisis over under objektifrotasi permainan adaptif performa harianpendekatan sistematis strategi berbasis analisisevaluasi peluang strategis globaldasar keputusan lebih rasionaloptimalisasi modal terbatas terukurmanajemen modal adaptif untuk efisiensianalisis numerik dan frekuensi aktivitasdata bonus dan siklus putaraneksperimen data dan pergerakan berkalaevaluasi rtp live dan variasi aktivitaskomputasional dan ritme adaptifpragmatic play dan model statistik probabilistik dan rtp hariansimulasi numerik dan evaluasi variabelsistem interaktif dan perilaku digitalstrategi adaptif dan timing operasionalteknik transformasi aktivitasstrategi momentum kuantitatifstrategi formasi bertahappenelitian potensi raihanobservasi adaptif variabelmetode saintifik formasi simbolkajian numerik evolusi simboldinamika digital efektifanalisis pemetaan terukuranalisis ketelitian aktivitas digitalanalisis matematis dan fenomena acakkajian analitik dan timing adaptifkomputasional dan siklus putaranmahjong ways dan simulasi statistikmodel probabilistik dan pola dinamisobservasi komputasional dan frekuensi aktivitaspemodelan numerik dan evaluasi variabelpendekatan ilmiah dan timing aktivitasprobabilitas rtp dan bonus objektifstrategi statistik dan siklus putarananalisis dinamika platformkerangka algoritmik adaptifmodel probabilistik ritme simbolobservasi pola aktivitas konsistenpanduan sistem digital ekosistempendekatan analitik struktur bonussimulasi numerik potensi 88jutastrategi stabilitas sistemstrategi timing adaptiftransformasi perilaku penggunaanalisis odds untuk profit harianseleksi permainan rasional untuk konsistensistrategi adaptif identifikasi momentum bermainevaluasi over under pertandingan modernefektivitas metode bermain untuk strategianalisis ritme waktu bermain harianpemanfaatan rtp dasar evaluasi strategimomentum kompetisi global strategismanajemen momentum dukung konsistensi performaoptimalisasi modal dengan pengelolaan risikoputaran sore rtp scattersimulasi probabilitas harianpendekatan temporal simbol interaktifobservasi distribusi numerikinterpretasi stabilitas sistemfenomena scatter akhir pekanevaluasi strategi menangbig data bonus permainananalisis time series ritmeanalisis pemodelan numerikteknik observasi dinamika simbolstrategi rng variansistrategi membaca dinamika numerikpotensi raihan 92 jutapengujian efektivitas fitur freespinpanduan memahami pergeseran formasipanduan evolusi simbol digitalkajian sistematis pengambilan keputusaneksperimen digital rtpanalisis momentum presisiPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorinfrastruktur modern dan analitik efisiensikomputasional dan adaptasi sistemmahjong ways dan simulasi probabilistikperilaku interaktif dan ekosistem digitalrekayasa numerik dan siklus putaransebaran frekuensi rtpsimulasi matematis dan evaluasi numerikstatistik dan timing harianstruktur aktivitas adaptif dan buktitransformasi sistem dan rtp adaptif transformasi aktivitas terukurtelaah kuantitatif digitalstrategi membaca simbolstrategi kemenangan ilmiahpanduan waktu observasipanduan momentum aktivitaskajian numerik dinamika formasievaluasi statistik kuantitatifeksperimen rng akurasi tinggianalisis variabel digitalanalisis rtp adaptifevaluasi bonus dan sikluskajian probabilistik paradoks peluangmodel probabilistik timing operasionalpendekatan empiris keputusanreview transformasi perilaku digitalsimulasi matematis potensistatistik perencanaan berbasis datastrategi analitik berkelanjutananalisis probabilitas simbolanalisis komputasional dan frekuensi aktivitasanalisis rtp dan variabel dinamismahjong wins dan observasi statisticoptimalisasi performa dan timing operasionalpendekatan ilmiah dan pola adaptifpertumbuhan ekosistem digitalprobabilitas rtp dan siklus putaransimulasi matematis dan evaluasi numerikstrategi adaptif dan sistem interaktiftransformasi sistem dan interaksi penggunaPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacordisiplin konsisten strategi adaptif stabilkajian statistik jalur parlay populeranalisis probabilitas ritme bermain konsistenpendekatan analitis dengan pertimbangan rasionalfitur adaptif efisiensi strategi dataanalisis rotasi strategi lebih terukurobservasi dorong strategi efisiensi modalpendekatan rasional untuk strategi terarahstrategi parlay analisis risiko terukuranalisis data untuk peluang stabilteknik komputasional keputusananalisis visual timing simbolevaluasi statistik terukurlaporan media digitalobservasi kuantitatif statistispanduan ekosistem digitalpendekatan kalkulus bonussimulasi numerik rp68 jutastrategi adaptif rtp harianmetode kuantitatif frekuensi bonusanalisis pola timing adaptifevaluasi sinkronisasi objektifmemahami mekanisme operasionalmodel probabilistik aktivitaspendekatan statistik bonusperbandingan sistem kartuperspektif baru aktivitaspola aktivitas rasionalsimulasi matematis potensistudi teknologi modern rtpdisiplin strategi hasil stabilstrategi parlay efisien untuk pemulakajian perilaku pemain dan strategianalisis tren digital strategi optimalstrategi analisis untuk pemulastrategi matang dari pendekatan analitisanalisis pola bermain adaptif strategikajian statistik jalur parlay populerstrategi adaptif bermain lebih efisienanalisis pola harian strategi adaptifanalisis adaptif makin banyak dicobastudi perilaku skema bermain pemainobservasi harian alasan pola diminatipendekatan sistematis jalur parlay mudah dipahamianalisis pertandingan target harian terukur strategi terstruktur pola bermain konsistenkajian rotasi game pola profitanalisis fitur dan perbedaan kecilanalisis pemilihan game lebih optimalpendekatan statistik untuk pemula efisienstrategi momentum presisistrategi momentum berkelanjutansimulasi komputasional frekuensi digitalpotensi raih 27 jutakorelasi waktu bermain bonusidentifikasi pola numerikevaluasi statistik aktivitas terkinieksplorasi time series objektifanalisis simbol mendalamtips putaran siang haritransformasi platform interaktifanalisis teknologi virtualkajian probabilistik aktivitasmetode analitik datametode numerik adaptifmetodologis dinamika data terukurmodel perilaku interaktifpendekatan komputasional adaptifsimulasi matematis efektifstrategi statistik dinamisstrategi momentum digitalstrategi distribusi bonussimulasi probabilitas digitalrekomendasi putaran malampola aktivitas modernpendekatan temporal symbolobservasi numerik permainanfenomena rtp harian objektifevaluasi potensi raihaneksplorasi big data komprehensifsimulasi matematis dan tinjauan variabelanalitik dan interaksi komunitasekonometrik dan ekosistem digitalempiris dan perilaku interaktifevaluasi kuantitatif dan rtp adaptifkomputasional dan siklus aktivitasmahjong ways dan simulasi statistikobservasional dan timing aktivitasprobabilistik dan siklus putaranalgoritmik adaptif dan parameter sistemPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola GacorPola Gacorbonus dan siklus putarandesain grafis dan animasi fleksibeleksperimen komputasional dan pola adaptifmahjong ways dan ritme simbolobservasi global dan pergerakan responsifpemetaan algoritmik dan frekuensi tinggipola pergerakan berulang dan keputusanrumus statistik dan frekuensi aktivitassimulasi numerik dan evaluasi variabelanalisis visual dan timing interaktifteknik efisien ragam simbolstrategi transformasi datastabilitas formasi modernriset observasi mendalampendekatan matematis variabel digitalpemodelan adaptif probabilistikpanduan metode numerik simbolevaluasi sistemik berikutnyaanalisis performa hariananalisis ilmiah momentumbonus dan siklus putaranekonomi digital dan perilaku penggunaekosistem digital dan teknologieksperimen data dan rtp 97 persenformulasi analitik dan mekanisme komputasionalgates of olympus dan timing simbolkomputasional dan kinerja sistemparadigma strategis dan interaksisimulasi numerik dan evaluasi variabelsimulasi presisi dan frekuensi aktivitas statistik modern rtp akuratsimulasi numerik ritme simbolsimulasi algoritmik probabilitaspola aktivitas harian datapendekatan komputasional pola permainanpemodelan adaptif putaran berkelanjutanpemetaan bonus analitikobservasi sistem interaktifmekanisme digital rtpinterpretasi variabel digital

Sembilan Elemen Jurnalisme Bill Kovach

Sembilan Elemen Jurnalisme Bill Kovach
SHARE

BILL KOVACH, SEMBILAN ELEMEN SEBAGAI ACUAN SEORANG JURNALIS

“Apa kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Bill Kovach?” Hanim merasa orang yang sudah mencapai kebijaksanaan macam Kovach, seyogyanya pernah bikin salah. Orang-orang tergelak mendengarnya. Kovach tersenyum, “Ini tidak fair. Saya mendapat pertanyaan sulit ketika diskusi hampir berakhir. Padahal saya sudah capek.” Tapi Kovach menjawab bahwa tiap wartawan bisa salah, termasuk dirinya, dan salah satu kesalahan yang mengganggunya belakangan ini adalah sebuah eseinya tentang Charles Longstreet Weltner dalam buku Profiles in Courage for Our Time, suntingan Caroline Kennedy, putri almarhum Kennedy.

Welter anggota Konggres asal negara bagian Georgia, yang terkenal berani. Tahun 1991, ia menerima John F. Kennedy Profile in Courage Award pada 1991, sebuah hadiah yang diberikan tiap tahun oleh sebuah yayasan milik keluarga mantan presiden John F. Kennedy kepada pejabat pemerintah yang dinilai punya keberanian moral.

Dalam esei itu, Kovach menulis bagaimana Weltner memilih mundur dari Konggres pada 1966 karena Lester Maddox, dicalonkan partainya dalam kampanye pemilihan gubernur Georgia. Maddox seorang pendukung segregasi atau seorang rasialis. Weltner melawan partainya sendiri, mengambil risiko dikucilkan, karena Weltner percaya bahwa tiap warga punya hak sama. Kulit putih maupun hitam. Weltner pun kehilangan karir politiknya.

Repotnya, sesudah mundur, Weltner punya kehidupan yang kacau. Dia cerai dari istrinya, suka mabuk, naik sepeda motor besar, dan bergaya macam anak muda. Kovach juga menerangkan bahwa pada periode ini Weltner menikah dengan istri keduanya. Pernikahan hanya bertahan lima bulan. Kovach tak menyebut nama istri kedua itu tapi pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian juga. Belakangan Weltner menikah dengan istri ketiga. Weltner lantas jadi hakim agung dan meninggal pada 1992.

Sesudah buku terbit, Kovach menerima sebuah bungkusan besar, dari mantan istri kedua Weltner. Isinya, berupa fotokopi surat, dokumen, foto, dan sebuah surat panjang. Dalam surat ini, si istri mengatakan Kovach keliru dan telah menghancurkan hidupnya hanya dengan tiga kalimat tersebut. Memang Kovach tak menyebut nama tapi banyak orang tahu siapa mantan istri kedua Charles Weltner. Si mantan istri mengatakan dua tahun itu termasuk periode hidupnya yang paling bahagia. Mereka hidup bahagia. Bahkan sesudah cerai pun, mereka masih sering berkomunikasi.

Kovach mempelajari kiriman itu dan menyesal karena merasa tak cukup melakukan reportase untuk mengetahui periode dua tahun itu. Kovach menelepon si mantan istri dan berjanji akan menulis sebuah esei untuk memperbaiki apa yang sudah ditulisnya. ”Saya mau pergi ke Indonesia tapi saya bilang saya akan mewawancarainya sesudah pulang dari sini. To get things right,“ kata Kovach.

Artinya? Tiap wartawan bisa berbuat salah tapi mereka harus berusaha memperbaiki kesalahannya. Inilah salah satu pelajaran yang saya peroleh ketika jadi penterjemah Kovach pada 1-17 Desember lalu saat dia mengunjungi Medan, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan Bali untuk berceramah dan meluncurkan bukunya. Buku Sembilan Elemen Jurnalisme itu diterjemahkan Yusi Pareanom dan saya menyuntingnya.

Kovach dan Rosenstiel menulis ada sembilan prinsip jurnalisme yang mereka simpulkan setelah melakukan diskusi dan mewawancarai lebih dari 3.000 wartawan selama tiga tahun. Tujuan jurnalisme, demikian kesimpulan mereka, adalah melayani warga agar mereka bisa mengambil sikap dalam menjaga kemerdekaan serta mengatur diri mereka sendiri.

Baca Juga  Research Gap dan Novelty: Landasan dan Kebaruan dalam Penelitian

Ini penting kalau melihat sejarah. Pada zaman dahulu kala, ketika manusia belum menemukan jurnalisme, informasi lebih banyak diatur dan dimiliki oleh organisasi-organisasi –baik organisasi militer, politik, agama, sosial dan sebagainya. Mereka memiliki cara dan saluran sendiri untuk mendapatkan dan menggunakan informasi. Orang banyak tak tahu tentang kejadian atau orang yang mempengaruhi jalan hidup mereka. Informasi publik baru muncul kalau ada orang datang dari kejauhan dan membawa kabar tentang bencana alam atau berita lain.

Opini publik juga baru muncul ketika informasi mulai jadi konsumsi umum. Ini makin berkembang sekitar 200 tahun lalu dengan munculnya suratkabar-suratkabar pertama. Opini publik mendorong keinginan orang untuk mengatur diri sendiri. ”Jurnalisme dan demokrasi lahir bersama-sama. Tapi jurnalisme dan demokrasi juga akan mati bersama-sama. Jurnalisme gosip, jurnalisme hiburan, jurnalisme propaganda, hanya akan meracuni demokrasi kita,“ kata Kovach. ”Tapi jurnalisme yang dilakukan lewat verifikasi, jurnalisme yang tepat waktu, jurnalisme yang bermutu, akan memperkuat demokrasi.“

Pada beberapa kesempatan, Kovach juga menceritakan perbedaan antara bagaimana politisi dan wartawan memandang informasi. Pada 1979, ketika baru menjadi kepala biro Washington harian New York Times, Kovach sempat diajak ngobrol Presiden Jimmy Carter di Gedung Putih.

Mereka bicara panjang lebar dan sepakat untuk tidak sepakat. Kovach mengutip Carter berkata, “Ketika Anda memiliki kekuasaan, Anda menggunakan informasi untuk membuat orang mengikuti kepemimpinan Anda. Namun kalau Anda wartawan, Anda menggunakan informasi untuk membantu orang mengambil sikap mereka sendiri.”

”Carter benar sekali,“ kata Kovach, ”Informasi yang sama dipakai untuk dua tujuan yang berbeda. Bahkan berlawanan.“ Ini pula yang membuatnya mengambil sikap teguh untuk independen dari dunia politik maupun politisi. Kovach juga setia pada jurnalisme dan tak pernah mau menerima masuk ke dunia politik.

Inilah salah satu elemen jurnalisme. Wartawan bisa melayani warga dengan sebaik-baiknya apabila mereka bersikap independen terhadap orang-orang yang mereka liput. Independen baik dari institusi pemerintah, bisnis, sosial, maupun, politik. Ketika seorang masuk politik, ia akan mempunyai sikap yang berbeda terhadap informasi, kelak bila kembali ke dunia kewartawanan.

Elemen lainnya menyajikan kebenaran. Bukan kebenaran filosofis tapi kebenaran praktis yang dibutuhkan warga untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Untuk bisa mendapatkan kebenaran praktis, seorang wartawan harus terbiasa dengan disiplin verifikasi. Semua informasi disaring dengan teliti lewat prosedur yang baku. Ada tiga landasan intelektual untuk verifikasi: transparan dalam bekerja; bersikap rendah hati dan senantiasa berpikir terbuka; serta mengetahui urutan informasi. ”Keterangan saksi mata tentu lebih penting dari tangan kedua atau tangan ketiga,“ kata Kovach.

Elemen ketiga menempatkan kesetiaan wartawan kepada warga lebih tinggi dari kesetiaan terhadap pemasang iklan maupun pemilik media di mana wartawan bersangkutan bekerja. Jurnalisme juga harus memantau kekuasaaan serta menyambung lidah mereka yang tertindas. Jurnalisme juga wajib menyediakan forum publik sehingga isu-isu penting didiskusikan dengan terbuka. Ia juga harus menyajikan berita secara memikat tapi tetap relevan. Ia juga harus menyajikan berita secara proporsional sekaligus komprehensif. Dan elemen kesembilan adalah memberikan tempat kepada hati nurani dalam tiap ruang redaksi.

Kovach salah satu wartawan Amerika Serikat yang reputasinya menembus banyak batas negara. Saya merasakan kesenioran ini ketika mengantar Kovach keliling Indonesia. Dari mahasiswa hingga wartawan, dari pemilik media hingga reporter, banyak yang menyatakan kekagumannya pada Kovach.

Baca Juga  Hardiknas 2021 “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Saya punya kesan Kovach sangat berhati-hati dengan opininya. Dia bertemu dengan ratusan orang media tapi lebih banyak mendengar orang lain daripada bicara. Jakob Oetama, orang nomor satu Kelompok Kompas Gramedia, mengatakan dia merasa “mendapat kehormatan“ ketika Kovach berkunjung ke kantor Kompas. Dahlan Iskan dari Kelompok Jawa Pos memuji isi buku itu. Goenawan Mohamad dari Tempo pernah mengatakan pada saya bahwa Kovach adalah orang yang sulit dicari kesalahannya. Hary Tanoesoedibjo dari RCTI minta agar Kovach ”mengajarnya“ soal bagaimana mengelola bisnis media.

Anak-anak muda juga terkagum pada Kovach. ”Dia orang yang rendah hati. Dia ibaratnya gunung, punya banyak material di dalamnya, tapi hanya terlihat sedikit saja,“ kata Geg Ary Suharsani dari Akademika, Universitas Udayana, Denpasar.

Tapi Kovach juga tak ragu berpendapat terbuka soal mutu jurnalisme. Dia misalnya mengkritik berbagai suratkabar Indonesia yang kebanyakan tidak memakai byline. Ketiadaan byline membuat accountability atau pertanggungjawaban seorang wartawan jadi samar. Pembaca sulit menilai kinerja seorang wartawan. Pembaca sulit menilai integritas seorang wartawan.

BIOGRAFI BILL KOVACH

Kovach lahir dari keluarga Amerika keturunan Albania pada 1932 di Tennessee, di bagian Selatan negara Amerika Serikat. Ayahnya seorang Muslim asal Albania. Ibunya seorang Katolik Ortodox. Kovach memulai karirnya sebagai wartawan pada 1959 di harian Johnson City Press-Chronicle. Dari tahun 1960 sampai 1967 ia jadi reporter pada Nashville Tennessean.

Di surat kabar Nashville Tennessean, Kovach banyak meliput soal gerakan persamaan hak orang kulit hitam di Amerika, politik wilayah Selatan, dan kemiskinan di daerah pegunungan Appalachian. “Saya bangga karena ikut membuat perubahan. Generasi sebelum saya menganggap berita orang hitam tak perlu diliput. Tapi generasi kami mengubah keadaan itu,” kata Kovach.

Pada 1968, Kovach bergabung dengan harian New York Times –salah satu suratkabar terbaik di dunia. Di tempat ini, ia bekerja selama 18 tahun. Dari tahun 1979-1986 ia jadi kepala biro New York Times di Washington –sebuah jabatan yang penting karena biro ini besar sekali. Kovach lalu pindah dan jadi pemimpin redaksi harian Atlanta Journal-Constitution di Atlanta, ibukota Georgia, selama dua tahun.

Selama kurun itu, ia membuat harian itu memenangi dua penghargaan Pulitzer, penghargaan pertama untuk koran ini dalam 20 tahun. Tapi Kovach mundur dari jabatannya karena berbeda pendapat dengan pemilik Journal-Constitution. Dia akhirnya jadi Nieman Fellow di Universitas Harvard pada 1988-1989 dan kemudian jadi kuratornya hingga 2000. Selama 10 tahun di Nieman Foundation, ada tiga wartawan Indonesia yang beruntung mendapat kesempatan menggali ilmu dari Kovach: Goenawan Mohamad dari Tempo, Ratih Harjono dari Kompas dan saya sendiri.

Selama perjalanan 17 hari di lima kota, banyak orang meragukan apakah sembilan elemen jurnalisme itu bisa diterapkan di Indonesia. H. Soffyan, pemimpin redaksi harian Analisa Medan, berpendapat sembilan elemen ini ideal. Mungkin buat generasi wartawan Indonesia hari ini belum bisa dipakai. Cukup banyak wartawan Medan atau di berbagai kota Indonesia lain yang masih bergulat dengan isu “amplop” –sogokan untuk wartawan dalam bentuk uang. Soffyan berharap generasi yang akan datang bisa memakai sembilan elemen ini.

Baca Juga  Sketsa Budaya Lokal Pacitan dalam Goresan Resmi Diluncurkan, Angkat Ragam Warisan Daerah

Kovach berpendapat sembilan elemen jurnalisme itu ibarat bintang di langit. Para pelaut membutuhkan bintang-bintang di langit agar tak tersesat. Elemen-elemen jurnalisme itu jadi semacam pedoman ke mana wartawan harus mengarahkan pekerjaannya. Jakob Oetama dan Dahlan Iskan termasuk orang yang setuju dengan pendekatan Kovach.

Ada juga yang bertanya apakah elemen soal independensi juga dilakukan oleh Kovach sendiri? Apakah Kovach juga berani bersikap independen terhadap orang-orang yang dicintainya? Bagaimana kalau anaknya sendiri yang melakukan kesalahan? Apakah Kovach akan meliput mereka sama dengan kalau meliput orang lain?

Kovach menanggapi serius ketika ditanya soal ini. Dia bersyukur karena kini sudah pensiun dan selama bekerja sebagai wartawan tak ada satu pun dari empat anaknya yang bikin perkara. ”Ada aturan dalam rumah tangga saya. Saya selalu bilang pada anak-anak. Kalian boleh melakukan apa saja tapi jangan sampai besok perbuatan itu masuk headline suratkabar. Kalau itu terjadi, saya akan meliput kalian sama dengan saya meliput orang lain,“ jawab Kovach.

Soal keluarga memang tak masalah. Tapi ada cerita yang melibatkan seorang teman dekatnya, Homer Peas, yang diliput Kovach dan berujung dengan pahit. Peas adalah teman main football Kovach ketika mereka sama-sama duduk di sekolah menengah atas. Mereka juga pada waktu yang bersamaan masuk ke dinas militer pada 1951 ketika Perang Korea pecah. Kovach masuk ke Angkatan Laut dan Peas jadi paratrooper.

Ketika keluar dari dinas militer, Kovach kuliah dan lalu jadi wartawan. Peas masuk ke dunia politik dan jadi aktivis Partai Demokrat. Pada 1960, ketika Richard Nixon sedang bertanding melawan John F. Kennedy, untuk jadi presiden Amerika Serikat, Peas ikut bekerja memenangkan Kennedy. Peas membujuk veteran perang untuk memberikan suara mereka dengan imbalan sebotol whisky. Kovach saat itu menyelidiki tentang ”pembelian“ suara dan melihat Peas terlibat.

Ia menelepon Peas dan memberitakan keterlibatan sahabatnya ini. Peas diperiksa polisi, diadili, dan terbukti bersalah. Hukumannya, Peas boleh memilih masuk penjara atau masuk dinas militer lagi. Peas memilih militer dan dikirim ke Vietnam. Pada 1966 Peas meninggal dalam sebuah pertempuran dekat Bien Dien Phu, Vietnam. Peas kehabisan peluru dan melawan gerilyawan Vietnam dengan bayonet.

Dalam perjalanan naik mobil antara Magelang-Yogyakarta, Kovach mengatakan pada saya bahwa kematian Homer Peas hingga hari ini masih mengganggu dan membuatnya merasa sakit. “Saya sering sedih dan marah karena secara langsung saya ikut menyebabkan kematian teman saya. Kalau saya tak menyebut nama Homer, dia jelas takkan berangkat ke Vietnam dan mati di sana. Tapi saya juga tahu bahwa keputusan untuk berbuat salah atau berbuat benar adalah keputusan Homer sendiri. Homer bisa menolak untuk ikut kejahatan yang membahayakan demokrasi kami. Tapi Homer memilih berbuat salah.“

Saya tanya bagaimana sikap Kovach kalau ia menghadapi pilihan yang sama? “Anda dan saya wartawan! Tugas kita adalah memberitahu warga kalau ada penyalahgunaan kekuasaan. Warga harus tahu apa yang salah, apa yang benar, sehingga mereka bisa mengambil sikap dengan informasi yang lengkap. Kalau saya harus menghadapi  kondisi dilematis, saya kira saya akan melakukan hal sama dengan apa yang pernah saya lakukan terhadap Homer,” katanya. (*)