Kue Tradisional Pacitan “Klepon” Sejuta Rasa dan Kenangan
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Berbicara mengenai kue tradisional, kita semua pasti tahu bahwa Indonesia memiliki berbagai macam kue tradisional. Menariknya lagi kue-kue itu bahkan sangat enak dan menggugah selera siapa saja.
Salah satu kue yang tidak kalah menggugah selera adalah kue tradisional “Kue Klepon”. Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini, khususnya yang berasal dari Kota 1001 Goa Pacitan. Biasanya dijajakan di pasar tradisional yang tersebar di Kab. Pacitan. Kue yang enak dengan tekstur halus yang disukai baik golongan muda sampai golongan tua.
“Kue berbentuk bulat-bulat berwarna hijau dan rasanya yang kenyal berbalut dengan manisnya gula merah didalamnya serta berpadu dengan gurihnya kelapa diluar, membuat siapa saja tak dapat menolak akan kenikmatannya,” jawab Devida dengan senyumannya.
Klepon merupakan salah satu makanan trasisional atau kue tradisional yang termasuk dalam kelompok jajanan. Klepon berasal dari tanah Jawa berbahan dasar tepung ketan dengan isian gula merah didalamnya. Sejenis “Klepon” di Sumatera dikenal dengan sebutan “Onde-onde”.
Sementara di Jawa Onde-onde lebih merujuk kepada kue berbentuk bulat yang isinya kacang hijau dengan taburan wijen.
Kue Klepon menjadi salah satu kudapan atau makanan kue dihidangkan saat istirahan atau coffe break di seminar maupun pertemuan nasional maupun international.
Sehingga Klepon bukan milk Pacitan namun sudah milik Indonesia yang telah mendunia. Klepon di Indonesia banyak ditemukan di pasar tradisional atau juga pedagang keliling.
Cara Pembuatan jajanan tradisional ini juga relatif mudah. Bahan yang harus disiapkan adalah 250 gr tepung beras ketan, 50 gr tepung beras putih, 100 ml air daun suji bisa juga dengan menggunakan pewarna khusus makanan, 2 sendok air kapur sirih, 100 gr gula merah dan diiris-iris, ½ butir kelapa yang dikupas kulitnya lalu diparut, ¼ sendok garam dan 1 liter air.
Cara membuat Kue Klepon sebagai berikut: mencampurkan tepung beras ketan dan tepung beras putih diaduk rata lalu sisihkan, kemusian campurkan air daun suji (pewarna alami) atau bisa pewarna makanan dan air kapur sirih lalu terus diaduk sampai sampai tidak melakat atau kalis.
Kemudian ambil sedikit adonan, pipihkan adonan tersebut dan isi menggunakan gula merah yang telah diiris lalu rapatkan dan bentuk menjadi bola-bola kecil. Setelah itu, masak air hingga mendidih, celupkan bola-bola klepon dan biarkan sampai matang. Tanda klepon sudah matang adalah dengan munculnya klepon ke permukaan air mendidih atau bisa disebut mengapung.
Setelah klepon mengapung, angkat dan langsung digulingkan dalam parutan kelapa yang sudah dibumbui garam. Kue klepon memiliki sensasi tersendiri saat dinikmati. Gula merah yang menjadi isian kue seakan meledak dimulut pada saat gigitan pertama. Rasa manis bercampur adonan yang kenyal akan membuat mulut terus mengunyah dan tidak ingin berhenti menikmatinya.
Selain tepung ketan sebagai bahan utama, klepon juga dapat dibuat dengan menambahkan ubi atau kentang untuk mendapatkan tekstur klepon dengan kekenyalan yang pas.
Hal ini dapat menambah nilai jual dari Keu Klepon. Kue Klepon memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang bisa dimanfaatkan tubuh menjadi energi.
Selain memiliki Gizi yang tinggi dan rasanya yang enak serta sensasi nikmat di mulut berkat lelehan gula merahnya. Selain itu Kue tradisional Klepon mengandung nilai filosofis. Salah satu contohnya adalah klepon melambangkan kesederhanaan, karena Klepon terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan kemudian menciptakan suatu kenikmatan tersendiri. (AHY)
