Panorama Alam Gunung Jepen, Punjung Pacitan Jawa Timur
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Bagi pencinta alam gunung bagaikan surga bagi mereka yang memilih gunung sebagai teman wisata mereka. Pacitan sendiri memiliki gunung-gunung yang masih kurang populer di kalangan masyarakat.
Panorama keindahan Gunung Jepen yang mengandalkan keindahan alami jika dikelola dan sarana dan prsarana menunjang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Walaupun tidak bisa kita pungkiri hal tersebut tidak mudah seperti balikan telapak tangan. Butuh anggaran yang besar untuk mengelolanya.
Pacitan memiliki pesona alam baik panorama laut, hutan, keindahan goa serta gunung dengankarakteristik Pegunungan Kapur yang cukup menawan.
Salah satunya Gunung Jepen yang terletak di Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, sekitar 20 km dari pusat kota Pacitan. Gunung Jepen memilih ketinggian sekitar 600-700 dari permukaan air laut
.Untuk sampai ke puncak Gunung Jepen kita harus berjalan sekitar 20 menit dari parkiran sepeda motor. namun bagi petualangan anak-anak muda tantangan ini yang menjadi daya tarik Gunung Jepen.
Untuk ke gunung Jepen tidak di pungut biaya apapun. Panorama Gunung Jepen memiliki 2 lembah yang sangat indah dengan panorama rerumputan yang hijau menyejukkan mata.
Setiap tangga untuk naik di suguhkan pemandangan yang indah dan angin yang sangat menyejukkan hati,namun dalam perjalanan ke puncak harus selalu membekali diri dengan keamanan pribadi . Hingga sampai di puncak gunung kita akan merasa berada di dalam negeri di atas awan menambah keindahan Gunung Jepen.
Seperti negeri di atas awan dengan awan menghiasi angkasa. Dari puncak Gunung Jepen kita dapat melihat deretan pegunungan lain yang ada yang tak kalah indahnya. Kota Pacitan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu juga birunya Samudera Indonesia akan memenjakan mata pengunjung.
Gunung Jepen masih terjaga ke asliannya, keasriannya hingga hati pun merasa sejuk ketika melihatnya di Gunung Jepen tidak ada sampah yang ditinggalkan padahal tidak ada yang mengelolah tempat tersebut mungkin kesadaran para pendaki gunung yang selalu memegang prinsip.
“Jangan membawa apapun kecuali foto dan jangan meninggalkan apapun kecuali jejak” ini membuktikan bahwa alam juga patut dijaga dan dilestarikan. Semoga artikel ini bisa menjadi salah satu alternatif petualangan di Pacitan. (Melly Istanti )
