Sukses Budidaya Kelengkeng, Ariyanto Ajak Generasi Muda tidak Malu Jadi Petani
PRABANGKARANEWS.COM || Ponorogo – Ketekunan dan kesabaran serta Do’a menjadi pintu kesuksesan .Maka setiap orang akan memiliki jurus dan trik sendiri untuk mendapatkan mimpinya. Seperti halnya yang dialami oleh Ariyanto, yang kesehariannya adalah seorang Kepala Dusun Plebon Désa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupatèn Ponorogo sukses membudidayakan tanaman buah Kelèngkèng.
Berbekal belajar dan ketekunan, Ariyanto mengembangkan pertanian Kelengkeng setelah gagal menjadi petani padi.Di halaman belakang rumahnya yang seluas 3800 meter persegi, Arianto mengembangkan tanaman Kelengkeng seperti varietas New Kristal, Kinglong, Puangray, dll.
Kepada Media ini Ariyanto menceritakan bagaimana awalnya dia mulai tertarik menanam Kelèngkèng. Ketertarikannya pada dunia pertanian sejak 2001- 2008 saat dirinya bertani padi organik namun di tengah jalan menemui permasalahan produksi hasil yang kurang maksimal serta pemasaran yang sulit saat itu.
Di tahun 2008 dirinya diangkat menjadi kepala dusun. Dirinya bekerja sama dengan lingkungan untuk membuat perkebunan dengan memanfaatkan lahan belakang rumah. Alasannya banyak lahan di belakang rumah yang tidak produktif.
Waktu itu sepakat untuk menanam Pohon Jati. Namun di bersit pikiran untuk berkebun Kelèngkèng dengan harapan bisa terintegrasi dengan perkebunan,peternakan dan perikanan. Untuk saat ini masih konsentrasi pengembangan budidaya Buah Kelengkeng.
“Sejak tahun 2008 saya berkebun mengembangkan Kelengkeng Varietas New Kristal di kebun belakang rumah dan di beberapa lokasi disekitar rumah. Alasannya varietas ini sangat cocok dikembangkan di desa saya,” ungkapnya.
Ariyanto melanjutkan bahwa dirinya masih punya mimpi untuk mengembangkan Kelengkeng dengan lahan yang lebih luas lagi untuk mewujudkan integrasi dengan perikanan dan peternakan.
“Saya masih punya mimpi untuk mengembangkan Kelengkeng lebih luas lagi yang bisa terintegrasi dengan pertanian dan peternakan. Desa Carangrejo,khususnya Dusun Plebon suatu saat nanti dikenal sebagai destinasi Agrowisata Kelengkeng. Selain itu bisa memenuhi kebutuhan Kelengkeng dalam negeri,” ungkap Ariyanto.
Bagi dirinya terjun di dunia pertanian merupakan hal yang menarik, termasuk untuk generasi muda lainnya. Apalagi terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga pengangguran meningkat. Agribisnis menjadi solusi yang baik mengatasi hal tersebut.
“Banyak anak muda jaman sekarang lebih tertarik bekerja di kantor, kerja di ruang yang sejuk. Oleh sebab itu untuk terjun ke dunia pertanian tidak ada minat. Oleh sebab itu saya ajak anak muda yang lain jangan takut menjadi petani, kesempatannya masih terbuka lebar,” ujarnya.
Ariyanto awal budidaya Kelengkeng dengan menanam lebih kurang 100 pohon. Satu pohon mampu menghasilkan 60– 80 kg buah Kelengkeng. Ia menjual Rp. 50 ribu perkilo sehingga satu pohon bisa meraup untung Rp 5 juta.
“Ia juga menjual kelengkeng kepada pengunjung yang langsung datang ke kebun kelengkeng. Orang suka datang ke sini untuk beli dengan cara memetik langsung dari pohonnya,” ujarnya.
“Ariyanto melakukan usaha budidaya kelengkeng dengan bekerja sama dengan pihak lain. Banyak toko buah yang ingin bermitra tapi saya belum bisa terima karena saya juga masih sering kekurangan stok,” katanya.
Saat ini, Ariyanto bersama saudaranya serta beberapa petani binaan mulai mengembangkan budidaya kelengkeng di beberapa desa. Selain itu, ia juga menjual bibit kelengkeg hasil okulasi dan cangkok. Satu bibit dibandrol Rp 65-100 ribu. Bibit yang digunakan yaitu varietas New Crystal.
“Ariyanto juga terbuka untuk berbagi ilmu kepada pelanggan yang membeli bibit kelengkeng darinya. “Jika mereka mengadu ada masalah jika sempat saya akan datangi lokasi tanamnya,” ungkapnya.
Info Pemesanan Bibit Klèngkèng bisa hubungi : Ariyanto ( 0 822-3484-9908)
Reporter: Zain Mursid
