Eko Haryono, Gugur Gunung Sarana Menjaga Guyup Rukun Sesama Warga
PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Budaya Gugur Gunung menjelang datangnya Puasa Ramadhan 1443 H, yang tinggal 1 minggu lagi masyarakat Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Arjowinangun, Desa Kembang, Desa Menadi yang mempunyai ahli waris yang dimakamkan di Makam Gunung Pegat, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, melakukan kegiatan tersebut.
Pak Kades Sirnoboyo Eko Haryono yang juga ikut dalam kegiatan tersebut mengharapkan kegiatan ini senantiasa tetap lestari untuk membangun masyarakat agar senantiasa Guyup Rukun dalam melakukan kegiatan untuk mencapai hasil maksimal, Minggu (27/3/2022).
“Konsep Gugur Gunung diartikan sebagai tindakan gotong royong. Istilah gugur gunung ini konon diadopsi dari bahasa Jawa yang merupakan satu konsep sosial warisan leluhur Nusantara,” jelas Eko Haryono, di areal pemakaman Gunung Pegat, Desa Sukoharjo, Kec/Kab. Pacitan, Provinsi Jatim.
Kasun Krajan desa Sirnoboyo yang ikut serta dalam kegiatan etsrebut menjelaskan bahwa, dalam gugur gunung yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa, mereka tidak mengenal adanya upah atau pamrih. Mereka bekerja bersama tanpa upah, tanpa pamrih. Mengutamakan kebersamaan, saling membantu, silahturahmi, bahu-membahu.
Kades Sirnoboyo, menekankan bahwa umumnya, mereka sudah merasa senang atau puas dengan makan dan minum sebagai ganti lelah. Bukan berarti tidak menghargai kerja seseorang. Ini dikarenakan gugur gunung alias gotong royong dalam konteks tertentu akan menciptakan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat.
Semoga kegiatan Gugur Gunung senantiasa selalu lestari dalam rangka untuk membersihkan makam dan mendoakan para ahli waris yang telah mendahului kita agar mendapatkan tempat sesuai dengan amal ibadahanya selama masih di dunia. (AH)
