Libatkan 100 Pelaku UMKM Kopi, Pemkab. Banyuwangi Fasilitasi Pasarkan Produk ke Buyer 3 Negara
PRABANGKARANEWS.COM || BANYUWANGI – Petani kopi Banyuwangi difasilitasi memasarkan produknya kepada ratusan buyer dari tiga negara, yakni Kanada, Jerman, dan Filipina dalam forum bisnis “International Bussiness Matching Ijen Coffee”, dikutip dari istagram banyuwangi_kab Selasa (8/3).
Kegiatan ini melibatkan 100 lebih pelaku UMKM subsektor kopi, serta eksportir dan stakeholder lainnya yang resmi ditunjuk pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan ekspor kopi petani Banyuwangi dan sekitarnya yang berada di kawasan Gunung Ijen. Sebelumnya, produk mereka telah dikurasi menyesuaikan pasar ekspor.
Dalam virtual business meeting tersebut, buyer asing diberikan waktu untuk memahami detail produk kopi UMKM. Para petani kopi tersebut lalu diminta untuk mengirimkan sampel kopinya.
“Banyuwangi dipilih karena salah satu produksi kopi terbesar di Jawa Timur. Kopi Banyuwangi dikenal berkualitas, baik jenis Robusta maupun Arabica,” ujar Nurdin, Coordinator Responsive Innovation Fund NSLIC.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, virtual bisnis menjadi peluang bagi petani Banyuwangi untuk membuka pasarnya.
“Fasilitasi semacam ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi petani kopi, khususnya di situasi pandemi semacam ini untuk menumbuhkan harapan dan peluang bagi mereka,” kata Ipuk. @ipukfdani
Kegiatan ini diprakarsai oleh National Support for Local Investment Climate /National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), Global Affairs Canada, Kemenko Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian BPN/Bapennas, dan Kementerian PDTT, serta sejumlah stakeholder lainnya. (*)
