Mimbar Ramadhan Masjid Istiqlal, Berpuasa di Bulan Ramadhan karena Iman dan Pahala dari Allah SWT

Mimbar Ramadhan Masjid Istiqlal, Berpuasa di Bulan Ramadhan karena Iman dan Pahala dari Allah SWT
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Memasuki ibadah malam yang ke-5, beberapa saudara kita juga memasuki malam ke-6, berapapun hitungannya semoga dihitung oleh Allah SWT sebagai ibadah yang diterima oleh-Nya.

Pada malam yang mulia ini, semoga bait juz dalam Al-Qur’an sudah kita dapati, meskipun di kota besar seperti Jakarta ternyata masih bisa Shalat Tarawih dengan jumlah umat yang banyak.

Kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, hari ini kita berada di tengahnya kota Jakarta. Kalau boleh dikatakan dengan istilah tren sekarang, kita berada di titik nol Jakarta, dan kita ramaikan serta makmurkan dengan ibadah-ibadah  yang ikhlas dan diterima oleh Allah SWT.

Dari Masjid ini kita lantunkan dan agungkan serta terus kita kumandangkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, karena setiap shalawat yang kita lantunkan itu minimal sepuluh kebaikan dapat kembali kepada kita.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

Artinya: “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim).

Malam hari ini dalam kesempatan yang singkat, saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait semangat Ramadhan.

Hadirin yang insyaa Allah puasa kita dimudahkan oleh Allah SWT, kita merasakan betapa sulitnya melaksanakan ibadah-ibadah selama dua tahun yang lalu, mau tarawih masih belum diizinkan, bukan pemerintah sebenarnya yang memutuskan apakah suatu ibadah diizinkan atau tidak, suasana ini diciptakan oleh yang Maha Kuasa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syara ayat 80,

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۙ

Artinya: “dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,” (QS. Asy-Syara/26: 80)

Semuanya memang dari yang Maha Kuasa, sakit, penyakit, wabah itu semuanya dari-Nya, dan kemudian Dia juga yang mengirimkan obat serta penawarnya. Maka siapa yang sakit semoga disembuhkan oleh Allah SWT.

Baca Juga  Pemudik di Tangjung Priok Kenakan Kostum Ultraman Disebabkan Patah Hati

Dua tahun lamanya, kerinduan kita untuk beribadah semudah ini, sungguh sebuah waktu yang bagi kita lama sekali. Secara berseloroh saya mengatakan kepada beberapa jamaah juga rekan saya, jangan-jangan sudah ada yang lupa bagaimana cara shalat tarawih setelah dua tahun kita tidak melaksanakannya.

Bagaimana itu shalat tarawih? Kangen dan rindu kita pada shalat tarawih. Berada di kota Jakarta, yang seluruh hiburan ada, ternyata tren shalat tarawih itu masih mengalahkan tren yang lain. Masjid-masjid di Jakarta alhamdulillah diisi dengan orang-orang yang dahinya menempel di tempat-tempat sujud. Betul-betul semua merasa bersyukur setelah menunggu selama dua tahun. Merasa bersyukur karena pada akhirnya kita diizinkan juga oleh Allah SWT untuk kumpul berjamaah shalat tarawih. Mari manfaatkan kesempatan ini.

Kita semua sekarang merasakan betapa merengeknya kita pada tahun lalu dan sebelumnya, banyak jamaah yang mendatangi saya ketika di kewilayahan, mengatakan agar mushala dan masjidnya diizinkan untuk melaksanakan shalat tarawih dengan protokol kesehatan yang ketat. Tapi saat pandemi datang begitu dahsyat, tidak ada yang kita izinkan karena Allah SWT belum mengizinkan kepada kita.

Akhirnya tahun ini diizinkan juga, awal Ramadhan masjid sebesar Istiqlal sampai masjid di kampung-kampung, semangat Ramadhannya terlihat.

Dengan begitu mudah-mudahan Allah SWT limpahkan keberkahan-Nya untuk kita. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan dan membukakan pintu-pintu keberkahan-Nya untuk kita.

Pada hari ini, seolah-olah Allah SWT melambaikan ‘tangan’-Nya kepada kita, seolah ini merupakan dengan wujud panggilan ucapan yang tertera pada Al-Qur’an surat Al-Fajr ayat 27 sampai 28,

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ  ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ

Artinya: “Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.” (QS. Al-Fajr/89: 27-28)

Baca Juga  Update Covid di Indonesia; Sembuh + 240 pasien Total 5.642 per 25 Mei 2020

Mudah-mudahan semuanya disaksikan sebagai ahli syurga oleh Allah SWT, dengan janji-Nya pada 10 Ramadhan hari pertama banyak-banyak rahmat, di Jakarta rahmat-Nya melimpah ruah yang diberikan-Nya kepada semua makhluk-Nya.

Bahkan yang tidak berpuasa juga diberikan kasih sayang-Nya di bulan Ramadhan ini. Kadang orang-orang berlomba-lomba mencari karunia Allah SWT, yang puasa mendapat karunia-Nya, sementara yang tidak berpuasa mengais-ngais karunia-Nya di dunia. Misalnya, di seluruh pelosok dan pojok Jakarta, saat ashar banyak orang berpuasa mencari makanan untuk berbuka, sehingga pasti semua orang yang berdagang takjil habis terjual dagangannya. Itulah rahmat Allah SWT yang diberikan ke semua orang.

Sehingga semua orang yang berpuasa ataupun tidak mendapat karunia rahmat-Nya, namun rahmat terbesar dari Allah SWT ialah bagi orang-orang mukmin yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk ibadah.

Ada ibadah maghdah dan ghairu maghdah, karena janji-janji Allah SWT bahwa di Ramadhan ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, dan kita tahu untungnya. Ada ibadah murni dan aturannya secara khusus tidak diatur oleh agama, seperti bekerja, bertani, dan sebagainya, apabila diniatkan dengan baik bisa dinilai ibadah.

Ketika seseorang memulai aktivitasnya dengan membaca bismillah dari rumah, dan dia niatkan memaksimalkan diri untuk memanfaatkan apa yang Allah SWT berikan kepada dia untuk semaksimal memberikan manfaat kepada sekitarnya, maka dia dianggap sebagai ibadah.

Membaca Al-Qur’an, shalat, berdiskusi untuk urusan-urusan kemasyarakatan merupakan wujud ibadah, asalkan dia berniat lillahita’ala. Pada bulan Ramadhan maksimalkan hal itu. Penjelasan itu adalah tentang rahmat.

Kemudian nanti kita masuk fase maghfirah dan pada akhirnya masuk ke fase itkuminannar. Semakin meningkat fase itu semakin berat dan barat cobaannya bagi kita, maka boleh jadi pada Ramadhan pertama semua masjid shafnya penuh semangatnya tinggi, tetapi manakala bergeser ke pertengahan dan akhir Ramadhan cobaannya semakin berat, maka semakin terseleksi orang-orang baik.

Baca Juga  Letjen TNI (Purn) Sumardi Lantik DPD Pejuang Bravo Lima Provinsi Daerah Khusus Jakarta

Mudah-mudahan kita semua terseleksi menjadi orang-orang yang mendapatkan anugerah itkuminannar, yaitu diampuni dan dibebaskan dari api neraka, itu yang paling penting bagi kita semua dalam memanfaatkan Ramadhan.

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah SWT, sekedar poin-poin tersebut mengingatkan saya dan hadirin, mari memanfaatkan kesempatan sekali lagi yang Allah SWT berikan kepada kita untuk bisa memanfaatkan masjid-masjid yang besar, sedang, menengah, dan kecil untuk kita makmurkan dengan baik, makmurkan kesempatan ini selagi Allah SWT memperkenankan.

Mana tahu suatu ketika Allah SWT kasih ujian lagi kepada kita sehingga kita tidak bisa lagi kumpul di Masjid Istiqlal yang megah ini, kita baru rasakan nikmat itu ketika lepas dari kita, kita baru rasakan ternyata yang lepas itu adalah suatu kenikmatan.

Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan dengan penuh keikhlasan itu mendapat ganjaran yang besar dari Allah SWT.

Sebagaimana dalam hadist Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mudah-mudahan sebanyak apapun dosa yang pernah dilakukan, ketika kita datang dengan keikhlasan maka Allah SWT akan ampuni. Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT dalam menjalani hari-hari Ramadhan dan setelah Ramadhan kita bisa menjadi orang yang lebih baik, dan dikenal dengan orang yang kembali kepada kesucian atau disebut Idulfitri. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)