Relawan SBY Reptil Rescue, Lakukan Penangkapan Ular Jenis Kobra di Rumah Warga Krajan, Sirnoboyo

Relawan SBY Reptil Rescue, Lakukan Penangkapan Ular Jenis Kobra di Rumah Warga Krajan, Sirnoboyo
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Relawan SBY Reptil Rescue, sigap menanggapi laporan warga adanya ular jenis Kobra/ Naja Sputarix/Dumung, di Rumah Agus Tri Wardono, RT 03, RW IV, Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo, Kec/Kab.Pacitan, Provinsi Jawa Timur, hari Kamis, Jam 18.30 WIB (05/5/2022).

Alhamdulillah  “Relawan SBY Reptil Rescue” berhasil menangkap  ular jenis  naja sputatrix / kobra / dumung. Berhasil diamankan dan segera dimasukan dalam wadah plastik.

Agus Wardono sebagai pelapor setelah jamaah Sholat Magrib di Mushola, melihat ada reptile yang bergerak-gerak di bawah mobil pick up. Setelah mengetahui adanya reptile segera melapor ke Relawan SBY Reptil Rescue.  Segera tim relawan meluncur ke lokasi Dusun Krajan RT3/RW4, Desa Sirnoboyo, atau gang depan RS Medical Mandiri ke selatan.  Atau jalan ke lapangan Ki Ageng Sirno, Sirnoboyo.

Baca Juga  Pangdam I /BB Hadiri Apel Gelar Pasukan "Operasi Toba W20 - 2022"

“Tim relawan menjelaskan bahwa ular yang berhasil diamankan dengan jenis  naja sputatrix / kobra / dumung. Untuk itu warga harus selalu giat bersihkan lingkungan agar tidak menjadi sarang terutama bagi ular berbisa jenis kobra,”jelas tim relawan dalam releasenya.

“Jenis ular berbisa (venom) dengan tingkatan  hight venom / berbisa tinggi / racun neorutoksin  yang menyerang sel saraf yang berpengaruh pada peredaran darah, jantung, dan kesadaran yang berujung pada kematian,” jelas relawan.

Berikut nomor whatsApp “relawan SBY Reptil Rescue” yang bisa dihubungi:  0878-0648-2994

“Ukuran panjang ular kobra sepanjang  -+ 1,5 meter.  Ular berjenis kelamin betina.  Terima kasih tim Relawan SBY Reptil Rescue yang selalu sigap untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan tenagamu terutama dalam mengamankan ular berbisa,”ujar Wardono.

Baca Juga  Banjir Bandang Trenggalek Rendam Permukiman dan Putus Akses Jalan Utama

“Walaupun dalam suasana alebaran namun selalu sigap terhadap laporan warga,” tutup Wardono sebagai pelapor. (*)